Timun Mas Berasal dari Mana? Ini Jawaban dan Sinopsis Ceritanya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Timun Mas berasal dari mana? Timun Mas adalah salah satu dongeng yang terkenal di Indonesia. Dongeng Timun Mas telah banyak diceritakan sebagai dongeng pengantar tidur dan dijadikan sebagai bahan pelajaran di sekolah.
Dongeng Timun Mas berisi pelajaran budi pekerti yang dapat dipetik oleh anak-anak. Dongeng ini menceritakan keberanian Timun Mas menghadapi Buto Ijo. Anak-anak diharapkan dapat meneladani karakter Timun Mas yang pemberani.
Timun Mas Berasal dari Mana? Ini Penjelasan Daerahnya
Timun Mas berasal dari mana? Timun Mas berasal dari Jawa Tengah. Menurut buku Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Ekologi dan Edukasi di Kawasan Waduk Kedung Ombo Sragen (2E Tourism), Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., dkk. (2021: 98), Jawa Tengah adalah provinsi yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Ibu kota Jawa Tengah adalah Semarang.
Luas wilayah Jawa Tengah adalah 32.548 km atau sekitar 28,94% dari luas wilayah Pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudera Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara.
Provinsi Jawa Tengah memiliki berbagai daerah wisata unggulan. Daerah wisata itu di antaranya adalah Taman Nasional Karimunjawa, Candi Borobudur di Magelang, Museum Purbakala Sangiran di Sragen, Museum Kereta Api di Ambarawa, Kota Lama di Semarang, Kraton Kasunanan Surakarta, dan Dataran Tinggi Dieng.
Selain Timun Mas, ada banyak cerita rakyat yang berasal dari Jawa Tengah. Beberapa contoh cerita rakyat yang berasal dari Jawa Tengah di antaranya adalah Aji Saka, Asal-Usul Rawa Pening, Asal-Usul Baturaden.
Sinopsis Cerita Timun Mas
Berikut ini adalah sinopsis cerita Timun Mas menurut buku Rangkuman 100 Cerita Rakyat Indonesia, Irwan Rouf dan Shenia Ananda (2013: 50).
Di sebuah desa di Jawa Tengah, hiduplah seorang wanita tua bernama Mbok Srini. Ia hidup seorang diri tanpa anak di sebuah gubuk yang terletak di dekat hutan.
Mbok Srini lalu memohon kepada Buto Ijo agar dikaruniai seorang anak. Buto Ijo lalu memberikan biji tanaman timun ajaib kepada Mbok Srini dan memintanya untuk merawat biji tanaman tersebut sampai berbuah.
Namun, ketika tanaman itu berbuah, Buto Ijo akan meminta kembali buahnya dari Mbok Srini. Tanaman timun yang itu lalu dirawat Mbok Srini dengan sepenuh hati. Tidak lama kemudian, tanaman itu berbuah timun besar berwarna keemasan.
Mbok Srini menemukan bayi perempuan di dalam buah timun tersebut. Mbok Srini merawat bayi tersebut seperti anak sendiri dan diberi nama Timun Mas. Setelah Timun Mas beranjak remaja, Buto Ijo mendatangi kembali Mbok Srini untuk menagih janjinya.
Mbok Srini merasa ketakutan lalu meminta Timun Mas untuk menyelamatkan diri. Ia membekali Timun Mas dengan bungkusan yang berisi jarum, garam, dan biji timun ajaib.
Keesokan harinya, Buto Ijo datang untuk mencari Timun Mas, tetapi Timun Mas telah melarikan diri ke hutan. Buto Ijo lalu mengejarnya. Timun melemparkan bungkusan pertama yang berisi jarum, jarum itu lalu berubah menjadi hutan bambu yang menghalangi Buto Ijo.
Dengan susah payah, Buto Ijo keluar dari hutan bambu tersebut lalu kembali mengejar Timun Mas. Timun Mas membuka bungkusan kedua lalu melemparkan biji timun ajaib yang berada di dalamnya. Biji timun itu berubah menjadi pohon timun yang menjalar dan melilit tubuh Buto Ijo.
Buto Ijo dapat kembali membebaskan dirinya dan mengejar Timun Mas kembali. Timun Mas lalu melemparkan garam yang berada di bungkusan terakhir ke sekeliling Buto Ijo, garam itu lalu berubah menjadi lautan yang menenggelamkan Buto Ijo. Timun Mas pun selamat dapat kembali pulang ke rumah Mbok Srini.
Demikian penjelasan mengenai Timun Mas berasal dari mana. Timun Mas adalah dongeng dari Jawa Tengah. Dongeng ini mengajarkan kepada anak-anak untuk menjadi pemberani dan tidak mudah putus asa. (IND)
Baca juga: Isi Serat Wulangreh Pupuh Dhandanggula yang Menarik untuk Diketahui
