Tujuan Assessment dan Tahapannya dalam Dunia Pendidikan

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Assessment adalah proses evaluasi dalam yang sistem pendidikan. Assessment dalam lingkup pendidikan tentu tidak sama dengan assessment di lingkup perusahaan. Hal ini karena subjeknya juga berbeda, baik dari segi pendidikan, kompetensi, maupun usia.
Assessment dalam dunia pendidikan tidak hanya bisa dipraktikkan dalam Bimbingan dan Konseling saja. Melainkan juga mata pelajaran lain untuk mengetahui kompetensi dari siswa yang diajarnya.
Tujuan Assessment
Assessment adalah hal yang perlu diterapkan untuk meningkatkan kualitas peserta didik yang tentunya akan berdampak pada keunggulan lembaga pendidikan. Inilah beberapa tujuan assessment yang perlu dipahami oleh guru.
1. Berdasarkan Kompetensi Siswa
Mengutip buku Asesmen dan Evaluasi Pendidikan oleh Muri Yusuf (2017), tujuan assessment yang paling umum adalah untuk mengetahui tingkat ketercapaian atas indikator kompetensi yang sudah dirancang sebelumnya dalam suatu mata pelajaran. Beberapa tujuan lainnya terkait kompetensi siswa yakni sebagai berikut.
Menilai kemampuan individu melalui tugas tertentu.
Membantu dan mendorong kualitas dan potensi siswa.
Menentukan kebutuhan pembelajaran siswa.
Menentukan strategi pembelajaran yang tepat.
Membantu guru untuk mengajar dengan lebih baik.
Meningkatkan akuntabilitas lembaga.
Meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
2. Berdasarkan Bimbingan dan Konseling
Dalam ruang lingkup Bimbingan dan Konseling, tujuan assessment adalah sebagai berikut.
Melancarkan proses penginputan informasi.
Memungkinkan konselor untuk membuat diagnosis siswa yang akurat.
Menyederhanakan pencapaian sasaran dan mengkalkulasi kemajuan belajar siswa.
Mampu menilai lingkungan.
Menyusun rencana tindakan yang efektif dalam proses pembelajaran.
Meningkatkan proses diskusi yang lebih relevan.
Meningkatkan minat, kapasitas, dan dimensi kepribadian siswa.
Menghasilkan pilihan-pilihan.
Mengindikasikan kemungkinan adanya peristiwa tertentu yang akan terjadi.
Memfasilitasi perencanaan dalam pembuatan keputusan.
Tahapan Assessment
Berikut adalah beberapa tahapan assessment yang perlu diterapkan secara sistematis.
1. Perencanaan
Langkah-langkah perencanaan dalam tahapan assessment yakni sebagai berikut.
Memilih fokus assessment pada aspek tertentu dari diri siswa
Memilih instrumen yang akan diterapkan.
Penetapan waktu
Validitas dan reliabilitas
2. Pelaksanaan
Jika sudah menyusun perencanaan, langkah berikutnya yaitu melaksanakan rencana tersebut dengan tepat. Hal-hal yang perlu diperhatikan yakni sebagai berikut.
Cara mengerjakan perencanaan
Waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan assessment
Kunci jawaban
Cara menganalisis
3. Analisis Data
Tahapan berikutnya yaitu menganalisis data. Metode analisis ini sangat bergantung dengan data yang diperoleh. Data yang diperoleh tersebut bisa berupa kualitatif atau kuantitatif.
4. Interpretasi Data
Tahapan assessment yang berikutnya yakni interpretasi data. Hal-hal yang perlu diperhatikan yakni komponen untuk menafsirkan atau interpretasi hasil analisis data dan etunjuk untuk menafsirkan analisis data.
5. Tindak Lanjut
Tindak lanjut merupakan upaya menindaklanjuti hasil assessment dalam konseling. Beberapa pertanyaan yang perlu diperhatikan yakni sebagai berikut.
Apakah klien perlu melakukan konseling yang berfokus pada aspek yang berbeda lainnya
Apakah klien perlu memperoleh tritmen tertentu
Apakah klien perlu memperoleh rujukan (refferal) pada pihak ketiga.
Baca juga: Asesmen: Proses Evaluasi Hasil Belajar Peserta Didik
Tujuan assessment dan tahapannya yang dijelaskan di atas bisa dijadikan panduan untuk mengevaluasi sekaligus mengukur kompetensi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. (DLA)
