Tujuan Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara dan Upaya yang Perlu Dilakukan

Ragam Info
Ā·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tujuan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara ini penting diketahui oleh masyarakat. Kalau bicara soal pendidikan di Indonesia, dari dulu sampai sekarang, arahnya selalu menuju satu hal.
Dikutip dari buku Ilmu Pendidikan, Rahmat (2019), arahnya membentuk manusia Indonesia yang cerdas dan baik hati. Tentu saja, pengertiannya tidak sesempit itu. Sejak awal kemerdekaan, rumusan tentang tujuan pendidikan nasional terus disesuaikan.
Tujuan Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara dan Upaya dalam Mewujudkan Tujuan Tersebut
Zaman terus berubah, oleh karena itu pendidikan juga harus ikut menyesuaikan. Pendidikan di negara ini tidak cuma soal bisa baca, tulis, atau hitung.
Lebih dari itu, masyarakat menginginkan anak-anak bangsa tumbuh jadi pribadi yang punya pegangan hidup. Artinya, anak-anak tersebut tahu mana yang benar dan salah, punya iman, dan bisa menghargai orang lain.
Tidak hanya cukup pintar, tapi juga harus berkarakter, punya hati, dan peduli sama sekitarnya. Sekolah dan universitas tentu punya peran penting.
Tapi pendidikan itu tidak berhenti di ruang kelas. Banyak nilai yang justru tumbuh dari lingkungan, keluarga, dan pengalaman langsung di kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, semua pihak mulai dari guru, orang tua, sampai pemerintah harus berkerja sama. Karena tanpa kerja sama, tujuan pendidikan cuma akan jadi tulisan di atas kertas.
Tujuan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Sekarang tantangannya berbeda. Masyarakat hidup di era digital.
Anak-anak sudah memegang gadget dari kecil. Informasi berlimpah, tapi belum tentu semuanya baik. Di sinilah peran pendidikan semakin penting.
Bukan hanya mengajarkan fakta, tapi juga mengajarkan cara berpikir, menyaring informasi, dan punya pendirian. Bukan hal mudah memang, tapi bukan juga hal mustahil.
Dengan pendekatan yang tepat, tujuan pendidikan nasional bisa tercapai. Bukan dengan tekanan, tapi dengan membimbing. Bukan dengan hafalan semata, tapi lewat pembiasaan dan contoh nyata. Berikut ini beberapa upaya yang dapat dilakukan.
1. Peningkatan Kualitas Guru
Guru zaman sekarang tidak cukup hanya menguasai pelajaran. Ia perlu ngerti cara menghadapi anak-anak yang latar belakangnya beda-beda.
Kadang harus jadi teman, kadang jadi pendengar. Makanya, sangat penting ada pelatihan rutin buat guru yang membahas cara komunikasi, psikologi anak, dan metode belajar yang lebih fleksibel.
2. Kurikulum yang Fleksibel
Kalau kurikulum masih mengikuti pola lama, anak-anak bisa ketinggalan. Perlu dibuat lebih terbuka, bisa disesuaikan dengan kondisi sekolah dan daerah masing-masing. Yang penting, siswa mengerti cara berpikir dan menyelesaikan masalah.
3. Belajar di Mana Saja
Generasi muda bisa belajar di mana aja. Tapi kadang sistem membuat seolah-olah semua harus dari sekolah. Selama ada diskusi, pengalaman, dan nilai-nilai hidup yang dibicarakan, itu juga bagian dari pendidikan.
4. Pentingnya Peran Orang Tua
Banyak orang tua terlalu fokus sama rapor. Padahal, yang paling penting adalah mendukung anak jadi pribadi yang kuat dan baik.
Orang tua harus dilibatkan aktif dalam proses pendidikan. Misalnya dengan rutin ngobrol sama guru, ikut kegiatan sekolah, atau sekadar mengobrol dari hati ke hati dengan anak.
Itulah tujuan pendidikan menurutĀ Ki Hajar Dewantara. Pendidikan Indonesia akan berhasil kalau masyarakat semua sepakat, bahwa mencetak generasi yang utuh terdiri dari pintar, santun, sehat, dan mandiri. (Msr)
Baca juga: Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini?
