Ukuran Bakteri, Bentuk, dan Susunannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ukuran bakteri sangat kecil dengan rata-rata diameternya 1,25 mikrometer (μm) dan umumnya berbentuk bulat, batang, dan spiral. Bakteri tersusun atas membran plasma, ribosom, nukleoid, dinding sel, flagel, pili, glycocaliyx dan kromosom
Bakteri merupakan makhluk hidup mikroskopis yang dapat dilihat bentuknya menggunakan miskroskop. Bakteri termasuk dalam mikroorganisme bersel satu dan tidak mempunyai membran inti sel sehingga tergolong prokariotik.
Ukuran Bakteri
Dikutip dalam buku Bakteri dan virus?: Mengenal perbedaan Bakteri dan Virus serta Penyakit yang Dibawanya oleh Farah (2023:2) bakteri adalah makhluk hidup bersel tunggal yang sangt kecil dan biasanya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Ukuran bakteri berkisar antara 0,5-5 µm. Namun, ukurannya bisa sekecil 0,3 µm dan sebesar 0,75 mm. Dengan rata-rata diameternya 1,25 μm. Satuan ukuran yang digunakan dalam bakteriologi adalah mikrometer (μm) yaitu seperseribu milimeter.
Bakteri terbesar yaitu Thiomargarita namibiensis yang panjangnya mencapai 0,5 mm dan Epulopiscium fishelsoni yang panjangnya 0,75 mm. Bakteri terkecil adalah anggota genus Mycoplasma yang hanya berukuran 0,3 µm, sama kecilnya dengan virus terbesar.
Karena ukurannya yang kecil, bakteri mampu bertahan hidup dan berkembang di lingkungan tidak terduga seperti sedimen vertikal di laut. Selain itu, ukurannya yang kecil mendukung parasitisme dan kemampuan bertahan hidup di daerah dengan gizi rendah.
Bentuk, dan Susunan Bakteri
Meskipun ukurannya sangat kecil dan tidak bisa terlihat dengan mata telanjang ternyata bakteri memiliki bentuk yang beragam dan tersusun atas beberapa komponen. Berikut penjelasannya.
1. Bentuk Bakteri
Bentuk bakteri yang paling umum yaitu bulat, batang, dan spiral. Bakteri yang berbentuk bulat biasanya menyerupai bola yaitu bulat (kokus). Dapat terjadi secara tunggal, dalam rantai dua sel atau lebih, dan dalam kelompok yang menyerupai tandan buah anggur.
Bakteri yang berbentuk batang (basil) biasanya hidup menyendiri atau tidak berkelompok, tetapi dalam beberapa bentuk batang tersusun dalam rantai. Contohnya ialah Agrobacterium tumefaciens penyebab penyakit crown gall pada tanaman berkayu.
Bakteri yang berbentuk spiral biasanya terlihat seperti pembuka botol. Bakteri spiral lainnya menyerupai koma atau gulungan longgar.
Bakteri dengan struktur spiral (heliks) bergerak dengan flagela, biasanya memiliki panjang 6–15 µm. Contohnya saja Campylobacter jejuni dan Helicobacter pylori.
2. Susunan Bakteri
Penyusun atau struktur morfologi bakteri terdiri dari membran plasma, ribosom, nukleoid, dinding sel, flagel, pili, glycocalyx, dan kromosom. Adapun penjelasannya yaitu:
Membran plasma berfungsi untuk membungkus sitoplasma.
Ribosom berperan dalam sintesis protein.
Nukleoid merupakan tempat sel DNA berada (tidak tertutup oleh membran).
Dinding sel merupakan struktur kaku di luar membran plasma.
Flagela merupakan organ yang digunakan untuk bergerak.
Fimbriae atau biasa disebut pili merupakan struktur yang digunakan untuk perlekatan pada permukaan.
Glycocalyx merupakan lapisan luar dari sel prokariotik, biasanya terdiri dari kapsul atau lapisan lendir.
Kromosom berisi material genetik bakteri.
Baca juga: Contoh Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif
Demikian penjelasan mengenai ukuran bakteri, bentuk, dan susunannya. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)
