Unsur Ekstrinsik Cerpen Tukang Cukur Karya Budi Darma

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu cerpen yang menarik untuk dibaca yaitu berjudul Tukang Cukur. Cerpen ini merupakan karya dari Budi Darma yang dapat dijadikan bahan bacaan sekaligus sebagai refleksi untuk kehidupan sehari-hari. Selain itu, unsur ekstrinsik cerpen Tukang Cukur ini menarik diketahui sebagai pembelajaran di rumah.
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia oleh Nani Darmayanti (2008:96), unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang terdapat di luar karya sastra, namun secara tidak langsung memengaruhi bangunan atau sistem struktural karya sastra. Hal ini menarik untuk diketahui, karena dapat menambah informasi bagi pembaca.
Ketahui Unsur Ekstrinsik Cerpen Tukang Cukur
Unsur ekstrinsik adalah unsur luar yang ikut serta membangun sebuah karya sastra. Adapun unsur ekstrinsik cerpen Tukang Cukur sendiri adalah kemiskinan. Hal ini merupakan penggambaran pada zaman masa lampau yang masih banyak ditemui masyarakat dengen ekonomi rendah.
Penggambaran masa lampau pada cerpen Tukang Cukur tersebut dapat dilihat dengan pakaiannya yang digunakan tidak pantas dipakai. Selain itu, masyarakat pada zaman tersebut hanya makan sekali.
Sesuai dengan latar waktu yang berkisar antara September 1948 - Desember 1949, bahwa perekonomian saat itu mengalami penurunan. Mulai dari inflasi tinggi dan adanya blokade ekonomi Belanda. Tak heran jika pada cerpen keadaan ekonomi juga digambarkan dengan serba kekurangan.
Unsur Intrinsik Cerpen Tukang Cukur
Tak hanya mengetahui unsur ekstrinsik cerpen Tukang Cukur, penting juga mengetahui unsur intrinsik dari cerpen tersebut. Jika unsur ekstrinsik adalah unsur pembangun dari luar, maka intrinsik memiliki peran sebagai pembangun cerita yang berkaitan dengan isi dan strukturnya.
Berikut sejumlah unsur instrinsik dari cerpen Tukang Cukur.
Tokoh, terdiri dari Gito, ayah, Ibu, Dasuki, Kakek Leman, Ruslan.
Sudut pandang, memakai orang ketiga dari tokoh Gito.
Latar tempat berada di daerah Kudus.
Latar waktu berskisar antara September 1948 - Desember 1949.
Latar suasana, terdiri dari suasana menegangkan dan penuh kejutan.
Gaya bahasa, adanya penggambaran suasana tegang saat terjadinya perang yang memaksa Gito dan orang tuanya mengungsi.
Amanat dari cerpen Tukang Cukur adalah jangan mempunyai sifat oportunis seperti Tukang Cukur dan jadilah manusia yang setia terhadap komitmen yang telah dibuat.
Demikianlah penjelasan mengenai unsur ekstrinsik cerpen Tukang Cukur yang dapat dijadikan bahan pembelajaran. Semoga bermanfaat! (NUM)
Baca Juga: Mengenal Unsur Intrinsik Cerpen Robohnya Surau Kami
