Konten dari Pengguna

Unsur-unsur Pantomim yang Harus Dirancang agar Pertunjukan Berhasil

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi unsur-unsur pantomim. Sumber: pexels.com/AlevDǒgan.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi unsur-unsur pantomim. Sumber: pexels.com/AlevDǒgan.

Unsur-unsur pantomim dalam perancangan pertunjukan menarik untuk diketahui sebagai salah satu bagian dari seni teater. Pantomim memiliki ciri khas yang menonjol yaitu tata rias yang menyembunyikan wajah asli seniman.

Legenda pantomim antara lain Charlie Chaplin di tingkat internasional dan Septian Dwi Cahyo di Indonesia. Meski mereka terlihat bisa tampil di mana saja, namun ada beberapa unsur yang penting dipahami oleh pemain pantomim yang belum berpengalaman.

Unsur-unsur Pantomim dalam Perancangan Pertunjukan

Ilustrasi unsur-unsur pantomim. Sumber: pexels.com/JamesFrid.

Dikutip dari Metode Pembelajaran Drama (Apresiasi, Ekspresi, dan Pengkajian), Suwardi Endraswara (2011:126), pantomim adalah drama gerak, yang mengutamakan unsur humor. Seniman pantomim menarik imajinasi penonton melalui gerak dan mimik wajah.

Berikut unsur-unsur pantomim yang penting diperhatikan dalam perancangan pertunjukan agar berhasil dengan baik.

  1. Naskah

    Pantomim adalah drama tanpa konflik, klimaks dan penyelesaian. Namun naskah diperlukan untuk memberi arah latihan dan penampilan yang dibutuhkan. Belakangan banyak yang menyusun naskah lebih dramatis untuk menarik perhatian.

  2. Pemain

    Penghayatan terhadap karakter yang hanya mengandalkan gerak dan ekspresi tanpa kata-kata itu sulit. Karena itu, pemain harus memperhatikan 3 hal penting di bawah ini, yaitu:

    1. Gerak dan imajinasi.

    2. Konsentrasi.

    3. Kebebasan gerak tubuh, kelenturan dan daya rangsang emosi.

  3. Latihan

    Latihan merupakan kebutuhan utama dalam pantomim untuk mencapai kelenturan maksimal. Ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan dalam latihan, yaitu:

    1. Berlatih bersama-sama untuk mengembangkan imajinasi meski pantomim lebih sering berupa pertunjukan individu.

    2. Berputar-putar dalam ruangan dan berkomunikasi dengan benda mati.

    3. Memilih waktu latihan yang proporsional.

    4. Berlatih mengikuti guidance line yang akan dipentaskan.

  4. Tempat

    Jemek Supardi, legenda pantomim dari Yogyakarta, terkenal menggunakan tempat-tempat yang kontroversial antara lain kuburan, rumah sakit jiwa, sepanjang jalan, kereta api, dan sebagainya.

    Secara komersil, tempat yang nyaman seperti gedung teater akan menjadi nilai tambah untuk menarik minat penonton.

  5. Musik

    Fungsi musik dalam pantomim adalah memberi warna pada situasi yang sedang dibangun oleh seniman pantomim dan mendukung suasana hati penonton.

  6. Tata Rias dan Busana

    Tata rias khas pantomim adalah menutup wajah dengan warna putih. Untuk busana, banyak yang mengenakan kaos dengan motif setrip atau bergaris horizontal berwarna hitam putih.

    Tantangannya adalah dengan riasan wajah yang minimalis tersebut, mimik wajah harus tampak menonjol. Charlie Chaplin menggunakan tata rias dan busana yang ikut melegenda sehingga masih ditiru oleh sebagian pemain pantomim hingga sekarang.

Baca juga: Mengenal Unsur-unsur Seni Peran dalam Teater

Itulah unsur-unsur pantomim yang harus dirancang sebaik-baiknya agar pertunjukan pantomim berhasil. Pantomin sering hadir sebagai penyegar suasana namun dibaliknya ada persiapan serius yang harus dilakukan. (lus)