Untuk Mengidentifikasi Kebutuhan Kognitif Murid, Strategi Apa yang Dilakukan?

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk mengidentifikasi kebutuhan kognitif murid, strategi apa yang ingin anda lakukan? Pertanyaan ini sering kali dilontarkan kepada para guru. Pasalnya, merupakan tugas seorang guru untuk memfasilitasi kebutuhan akademis murid.
Pada dasarnya, banyak hal yang perlu diperhatikan dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif untuk murid. Salah satunya yang paling penting adalah dengan mengidentifikasi kebutuhan kognitif.
Untuk Mengidentifikasi Kebutuhan Kognitif Murid, Strategi Apa yang Ingin Anda Lakukan?
Dikutip dari buku Teori-Teori Kepribadian Humanistis, Yustinus Semiun (2021:239), apabila kebutuhan kognitif terhambat, maka semua kebutuhan lain akan terancam.
Jika kebutuhan kognitif tidak terpenuhi, maka seseorang akan menjadi patologis. Dengan kata lain, orang tersebut akan memiliki sedikit perasaan ingin tahu tentang suatu hal, tidak ingin terlibat dalam kehidupan, dan kurangnya semangat hidup.
Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk memenuhi kebutuhan kognitif murid, agar murid dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas.
Adapun pertanyaan, "untuk mengidentifikasi kebutuhan kognitif murid, strategi apa yang ingin Anda lakukan?", dapat dijawab dengan tahapan berikut ini.
1. Observasi Kinerja Akademis Murid
Tahapan pertama untuk mengidentifikasi kebutuhan kognitif murid adalah dengan mengobservasi kinerja akademis murid di dalam kelas. Dengan begitu, guru dapat memiliki gambaran tentang sejauh mana pemahaman dan kekuatan kognitif muridnya.
2. Memetakan Kemampuan Murid
Setelah mengamati, kemudian guru perlu memetakan kemampuan kognitif masing-masing murid. Identifikasikan kekuatan dan kelemahan setiap murid dalam berbagai bidang pengetahuan agar mendapat hasil yang lebih rinci.
3. Wawancara
Agar hasil identifikasi benar-benar sesuai dengan kondisi mereka, sebaiknya lakukan wawancara dengan setiap murid. Dengan begitu, guru akan mendapat pemahaman lebih jelas mengenai kebutuhan kognitif murid dari perspektif mereka.
4. Pengamatan Interaktif
Selain dari segi akademis, amati pula interaksi sosial dan kolaborasi yang terjadi antar murid. Hal ini dapat memberikan informasi tambahan mengenai sejauh mana interaksi murid terhadap materi pembelajaran serta tingkat kerja sama setiap murid di dalam kelompok.
5. Evaluasi Hasil Karya Murid
Setelah itu, evaluasi hasil karya setiap murid, baik tugas, esai, proyek, maupun karya tulis. Ini dapat memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai kemampuan pemahaman konsep dan keterampilan analitis murid.
6. Penilaian Formatif
Terakhir, lakukan penilaian formatif secara rutin untuk memantau kemajuan murid. Dengan memberikan umpan balik berkala, guru dapat mengidentifikasi kebutuhan kognitif tiap murid dengan baik.
Sekian penjelasan mengenai pertanyaan untuk mengidentifikasi kebutuhan kognitif murid, strategi apa yang ingin Anda lakukan? Dalam prosesnya, akan lebih baik jika turut melibatkan rekan guru lain serta orang tua murid untuk strategi yang lebih maksimal. (YAS)
Baca juga: Pernahkah Guru Melakukan Strategi Diferensiasi yang Sama dengan Istilah Berbeda?
