Konten dari Pengguna

Wacana: Pengertian, Ciri-ciri, dan Macamnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Khotbah, salah satu contoh wacana hortatori, sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Khotbah, salah satu contoh wacana hortatori, sumber: Pixabay

Wacana adalah sebuah kata yang mungkin sudah sering didengar. Namun, wacana kerap kali dikaitkan dengan rencana yang tak pernah terlaksana. Sebenarnya, apa sih pengertian wacana?

Ada dua jenis wacana, yakni wacana lisan dan wacana tulisan. Jika wacana lisan bisa ditemukan dalam percakapan, pidato, atau lelucon, wacana tulisan bisa ditemukan di media yang menggunakan bahasa tulis.

Pengertian dan Ciri-Ciri Wacana

Contoh wacana ekspositori, sumber: Pixabay

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) wacana adalah satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh, seperti novel, buku, artikel, pidato, atau khotbah.

Pengertian lainnya, wacana merupakan kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis, juga kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat.

Mengutip buku Studi Bahasa Kritis: Pendekatan Wacana Norman Fairclough oleh Sarimagfirah Rahman, Muhammad Saleh, dan Idawati, wacana merupakan sebuah rangkaian peristiwa komunikasi menggunakan lambang-lambang atau simbol yang bersangkutan dengan pandangan-pandangan dalam sistem kemasyarakatan.

Baca Juga: 4 Pendapat atau Pertanyaan yang Berkaitan dengan Wacana

Dari pengertian wacana di atas, bisa disimpulkan bahwa di dalam wacana terdapat konsep, gagasan, pikiran, dan ide yang utuh. Selain itu, ketika membuat wacana juga ada aturan-aturan yang harus dipenuhi.

Jika diuraikan, wacana memiliki ciri-ciri dan sifat sebagai berikut:

  • Wacana dapat berupa rangkaian ujar lisan dan tulisan atau rangkaian tindak tutur

  • Wacana mengungkapkan suatu hal (subjek)

  • Penyajiannya teratur, sistematis, koheren, dan lengkap dengan semua situasi pendukungnya

  • Memiliki kesatuan misi dalam rangkaian itu

  • Dibentuk oleh unsur segmental dan non segmental

Macam-Macam Wacana

Contoh wacana naratif, sumber: Pixabay

Robert E. Longacre (1968) membagi wacana menjadi beberapa macam, yakni wacana naratif, prosedural, ekspositori, hortatori, dan dramatik.

Berikut adalah penjelasan mengenai macam-macam wacana tersebut:

1. Wacana naratif (narrative)

Wacana naratif adalah wacana yang menceritakan suatu peristiwa, contohnya cerita pendek, novel, cerita rakyat, dan biografi.

2. Wacana prosedural (procedural)

Wacana prosedural merupakan wacana yang berisi tentang langkah-langkah melakukan suatu perbuatan, misalnya cara melakukan suatu tindakan, cara membuat sesuatu, resep masakan, dan sejenisnya.

3. Wacana ekspositori (expository)

Wacana ekspositori adalah wacana yang menjelaskan sesuatu, misalnya artikel ilmiah, makalah, skripsi, dan sebagainya.

4. Wacana hortatori (hortatory)

Wacana hortatori adalah wacana yang digunakan untuk mempengaruhi pendapat orang lain, misalnya khotbah, nasihat atau petuah, dan pidato politik.

5. Wacana dramatik (dramatic)

Wacana dramatik merupakan wacana yang berbentuk dialog antarpenutur, misalnya drama, sandiwara, dan skenario film.

Itulah pengertian, ciri-ciri dan macam-macam wacana yang perlu diketahui. Semoga setelah ini, penggunaan kata wacana tidak membingungkan lagi, ya. (ARN)