Konten dari Pengguna

Serunya Magang, Mahasiswa SPIG UPI Ikut Ukur Tanah di ATR/BPN Tangerang Selatan!

Rahfa Azzahra

Rahfa Azzahra

Undergraduate Student at Indonesian University of Education, Survey Mapping and Geographic Information System.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rahfa Azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia perkuliahan magang menjadi salah satu wadah penting bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan serta memahami secara langsung bagaimana dunia kerja berlangsung.

Rahfa Shofa Azzahra, mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan 2023, berkesempatan untuk melakukan kegiatan Magang Berdampak di Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Tangerang Selatan. Dalam kegiatan tersebut, Rahfa mengikuti proses pengukuran bidang tanah secara langsung bersama petugas ukur ATR/BPN.

Kegiatan magang ini menjadi sarana implementasi teori yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik dunia kerja. Melalui kegiatan di lapangan ini membantu Rahfa mengembangkan sikap tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

Mahasiswa melakukan pengukuran bidang tanah di area pemukiman Tangerang Selatan, Rabu (11/2/2026) Dok. Pribadi

Kegiatan yang dilakukan meliputi pengukuran bidang tanah yang diawali dengan penunjukan batas oleh pemohon di lapangan. Lalu, dilanjutkan dengan penentuan dan penegasan titik batas oleh petugas ukur. Selanjutnya dilakukan pengambilan data koordinat untuk memperoleh posisi dan luas bidang tanah secara akurat sehingga batas bidang dapat ditetapkan dengan jelas sesuai kondisi di lapangan.

Mahasiswa melakukan proses pengolahan data hasil pemetaan di area permukiman, sebagai bagian dari tahapan identifikasi batas bidang tanah, Rabu (11/2/2026). Dok. Pribadi

Selain kegiatan di lapangan, mahasiswa juga terlibat dalam pengolahan data hasil pengukuran menggunakan perangkat lunak pemetaan. Kemudian, data koordinat yang diperoleh akan diolah hingga menjadi peta bidang tanah yang siap digunakan dalam proses administrasi pertanahan. Melalui tahapan ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana data hasil pengukuran di lapangan diolah menjadi produk akhir yang memiliki nilai guna dalam pelayanan pertanahan.

Melalui tahapan-tahapan tersebut mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai proses pengukuran di bidang tanah. Pengalaman ini diharapkannya dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja di bidang survei, pemetaan, dan pertanahan.