Konten dari Pengguna

Hilangnya Rasa Kemanusiaan Di Kota Suci Yerusalem

Rahmah Halimah

Rahmah Halimah

Mahasiswa Pendidikan Fisika di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. aktif sebagai santri dan pengajar di Majelis Talim Baitul Quro Cipayung, Ciputat. kegiatan sehari-hari belajar, mengajar, menulis.

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rahmah Halimah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: pixabay.com

Kita telah sampai di masa banyaknya kerusakan dan pertumpahan darah di muka bumi ini. Bukankah ini kekhawatiran para malaikat yang menjadi nyata saat Allah SWT. hendak menciptakan manusia untuk pertama kalinya?

Dewasa ini, umat Islam tengah berada pada kondisi terpuruk dalam semua lapangan kehidupan. Bukan hanya terpuruk, tetapi juga terjajah. Fakta yang terlihat di Timur Tengah memperkuat asumsi ini. Penjajahan Israil atas Palestina khususnya Gaza yang didukung penuh oleh Negara-negara barat khususnya Amerika adalah contoh yang tak terbantahkan bahwa betapa umat Islam tengah dijajah oleh bangsa dan agama lain. Anehnya tidak satu negeri Islam pun yang secara tegas melakukan perlawanan atas penjajahan itu. (Gunawan 2017, 2)

Mari kita bahas mengapa penjajahan itu tak kunjung usai? Bagaimana awal mula konflik ini terjadi? Apa solusi dari konflik Palestina-Israel ini?

Konflik ini bukan hanya permasalahan politik dan militer, juga permasalahan agama dan kemanusiaan. Israel sebagai orang asing yang ingin merebut Palestina sebagai tanah air umat muslim. Sehingga sejak Perang Dunia II, mereka terus menjajah bumi Palestina untuk menguasai seluruh tanah Palestina dan mengusir umat muslim di sana. Konflik ini berasal dari perebutan tiga agama untuk menguasai Yerusalem sebagai kota suci tiga agama yaitu Islam, Nasrani, dan Yahudi. Kota ini menjadi kota suci bagi agama Islam karena di sana lah tempat Nabi Muhammad Isra Mikraj.

Dan kota ini telah menjadi milik umat islam setelah dibebaskan oleh khalifah Umar bin Khattab pada tahun 637 M. Sedangkan bagi umat Nasrani, Yerusalem menjadi kota suci karena di sini lah Yesus Kristus disalib. Dan bagi umat Yahudi, kota ini menjadi tanah terjanji untuk mereka . Karena itulah telah banyak peperangan yang terjadi di kota ini karena perebutan tiga agama. Diantaranya Perang Salib, Perang Hattin, hingga Peperangan Israel yang terjadi hingga hari ini.

Kejamnya penjajahan Israel yang terjadi hingga hari ini berawal dari zaman Nabi Musa AS. sejarah mencatat konflik ini berasal dari zaman Nabi Musa AS. yang membawa kaumnya, Bani Israil setelah kabur dari pasukan Fir'aun ke tanah terjanji di Palestina.

Namun, Bani Israil menantangnya dan enggan memasuki tanah suci itu karena tidak mau berperang melawan orang-orang pribumi Palestina yang menetap di sana hingga wafatnya Nabi Musa AS. Begitulah watak Bani Israil, mereka selalu membangkang, bersikap pengecut, dan selalu membuat masalah dimana pun mereka berada.

Setelah wafatnya Nabi Musa AS. Allah SWT. mengutus Nabi Yusa AS. Kepada Bani Israil lalu mereka berperang dengan orang-orang Palestina dan berhasil memenangkan peperangan tersebut sehingga tinggal lah Bani Israil di sana sampai zaman Nabi Sulaiman AS. Sejarah ini menunjukkan bahwa dari kali pertama pun, Palestina bukan tanah air Bani Israil, melainkan tanah air orang-orang Palestina itu sendiri. Dan Bani Israil adalah penjajah yang merebut tanah air milik rakyat Palestina.

Sumber: pixabay.com

Bani Israil berkuasa di Palestina hingga sampai pada masa keemasannya di zaman Nabi Sulaiman AS. hingga Nabi Sulaiman AS. membangun sebuah tempat ibadah bagi Bani Israil yang bernama Haikal Sulaiman yang saat ini menjadi Dome of Rock di Yeruslaem. Sampai Nabi Sulaiman AS. wafat, mulai lah masa kehancuran mereka. Mereka mulai ditaklukkan oleh bangsa-bangsa lain seperti bangsa Babilonia, bangsa Persia, dan Bangsa Romawi. Hingga berpencar lah mereka ke seluruh penjuru dunia yang dikenal dengan Diaspora Yahudi.

Sumber: shutterstock.com

Lalu pada tahun 1896 dunia dihebohkan dengan terbitnya buku Der Judenstaat yang ditulis oleh Theodore Herzl tentang Yahudi harus bersatu dan memiliki negara. Kemudian diadakanlah Kongres Zionis I pada tahun 1897 di Basel, Swiss dan meraih kesepakatan bahwa Yahudi harus bersatu kembali dan memiliki negara di tanah terjanji mereka, yaitu Palestina.

Sumber: wikipedia.org

Hingga Perang Dunia I yang menyebabkan kerugian dan kemunduran yang besar bagi kekhilafahan muslim yang menjadikan Israel mendapatkan tanah Palestina yang diperoleh dari Inggris dan Amerika. Lalu negara Israel pun lahir pada 14 Mei 1948 dan menjadikan Palestina tidak mempunyai negri. (Al-Fattah, 2021)

Doa, donasi, dan dukungan telah dilakukan oleh berbagai negara di seluruh dunia. Tetapi, mengapa konflik ini terus berlanjut?

Krisis kemanusiaan juga pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW. saat wahyu pertama turun dari Allah SWT. di kota Mekah. Periode islam zaman Rasulullah di Mekah, adalah periode tersulit umat islam karena harus berhadapan dengan kaum kafir Quraisy yang terus menyiksa orang-orang Mekah yang memeluk Islam. Penyiksaan itu dilakukan oleh kaum kafir Quraisy terhadap keluarga, kerabat, budak, dan suadara sebangsa mereka sendiri. Orang-orang lemah disiksa tanpa rasa kemanusiaan oleh para pemuka Quraisy. Misalnya Bilal yang disiksa majikannya, lalu dibebaskan oleh Abu Bakar. (Gunawan 2017, 8)

Dari kisah penyiksaan Bilal ini muncul pemikiran di tengah masyarakat Mekah, bahwa Bilal telah menunjukkan kualitas terbaik dari seorang manusia. Bagaimana bisa seorang budak disiksa begitu kejamnya dan terus bertahan tanpa menyerah? Karena kuatnya iman di dada dan keislamannya, Bilal dapat bertahan dari segala macam siksaan. Dan kisah ini menunjukkan kualitas terburuk dari seorang manusia pada majikannya, Umayyah bin Khalaf. Karena terus menyiksa yang lemah, tetapi yang lemah menjadi kuat karena Islam. Seperti itu lah yang terjadi pada Palestina sekarang. Faktanya adalah dunia ini menyerang satu agama yang menunjukkan betapa kuatnya agama itu.

Negeri yang sedang dijajah ini membutuhkan pemimpin yang bisa membebaskan mereka. Seperti Abu Bakar AS. yang membebaskan Bilal dari siksaan kafir Quraisy. Umar yang datang membebaskan Palestina, serta Salahuddin Al-Ayyubi yang menaklukkan Yerusalem dari Perang Salib. Palestina membutuhkan pemimpin seperti itu. Lalu siapa yang akan membebaskan Palestina lagi untuk ketiga kalinya? Dia lah Imam Al-Mahdi yang akan turun di akhir zaman untuk membebaskan Palestina dari cengkraman Yahudi.

Daftar Pustaka

Al-Fattah, Abd. (2021). Buku Emas Baitul Maqdis: Makalah-makalah Pilihan Menuju Pembebasan Tanah Suci Vol.1. Karanganyar: ISA.

Gunawan, Y. (2017). Al Qolam Metode Dakwah Rasul Saw Di Mekkah. Dakwah Dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(2).