Konten dari Pengguna

16 April: Kilas Balik Manchester City pada Hari Jadinya yang ke-129

Raihan Muhammad

Raihan Muhammad

Manusia biasa yang senantiasa menjadi pemulung ilmu dan pengepul pengetahuan

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Raihan Muhammad tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar Markas Manchester City F.C., Etihad Stadium. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Markas Manchester City F.C., Etihad Stadium. Foto: Shutterstock

Pada 16 April 2023, Manchester City F.C. merayakan hari jadinya yang ke-129 tahun. Sejak awal berdirinya, Manchester City memiliki sejarah yang panjang hingga sampai di titik yang cemerlang ini, yakni menjadi salah satu klub sepak bola terbaik di dunia. Pada kesempatan kali ini, penulis mencoba menuliskan kilas balik tentang Manchester City.

Pada mulanya Manchester City berdiri yang berbasis di gereja St. Mark tahun 1880. Dilansir dari laman resminya, sebelum menyandang nama Manchester City Football Club, pada tahun 1887, nama yang disandang The Citizens—julukan untuk klub Manchester City—adalah Ardwick Association Football Club alias Ardwick A.F.C, kemudian baru pada 16 April 1894 berevolusi menjadi Manchester City Football Club.

Manchester City awalnya menggunakan Hyde Road sebagai tempat mereka memainkan pertandingan kandang, tetapi pada tahun 1923, mereka berpindah ke stadion yang lebih besar bernama Maine Road, yang digunakan sebagai kandang mereka selama lebih dari enam puluh tahun. Selanjutnya, pada tahun 1937, klub ini meraih gelar juara Liga Divisi Pertama Inggris untuk pertama kalinya, diikuti dengan memenangkan Piala Liga Inggris pada tahun 1970, Piala Winners UEFA pada tahun yang sama, dan Piala Super UEFA pada tahun 1971.

Manchester City mengalami penurunan performa pada akhir dekade 1980-an dan awal dekade 1990-an, bahkan terdegradasi ke Liga Divisi Kedua pada tahun 1998. Namun, setelah promosi ke Liga Utama Inggris pada tahun 2002, klub ini berhasil memulihkan reputasinya dan meraih beberapa gelar.

Aktif dalam Kemanusiaan

Foto mengenang tragedi Munchen. Foto: Shutterstock

Selain banyak prestasi, terdapat momen yang paling diingat selama 129 tahun berdirinya Manchester City. Manchester City juga berjasa terhadap rival mereka, yakni Manchester United. Pada tanggal 6 Februari 1958, terjadi tragedi Muenchen atau lebih dikenal dengan Munich Air Disaster, saat pesawat milik British European Airways (BEA) dengan nomor 609 tergelincir di Bandara Munich-Riem, Munich, Jerman Barat. Tim Manchester United mengalami kecelakaan pesawat di Munich setelah melakukan pengisian bahan bakar. Dalam kecelakaan tersebut, 23 orang tewas termasuk 8 pemain Manchester United dan beberapa staf klub.

Akan tetapi, Manchester City yang merupakan klub rival dan saingan utama Manchester United di kota Manchester, memberikan dukungan moral dan bantuan finansial. Mereka mengirimkan surat belasungkawa dan donasi ke Manchester United, serta membantu mengumpulkan dana untuk membantu keluarga korban. Selain itu, Manchester City turut berpartisipasi dalam pertandingan amal untuk mengumpulkan dana bagi keluarga korban yang dihadiri oleh sekitar 80.000 penonton.

Mereka juga mengenakan ban hitam di lengan sebagai tanda dukungan mereka terhadap Manchester United selama beberapa minggu setelah kecelakaan. Dalam hal ini, Manchester City menunjukkan solidaritas dan sportivitas yang tinggi terhadap klub rival mereka di saat yang sulit. Klub-klub sepak bola di Inggris bersatu untuk memberikan dukungan kepada Manchester United dan keluarga korban meskipun bersaing di lapangan hijau.

Selain itu, Manchester City sejak 1986 terdapat yayasan amal bernama City in the Community (CITC). Berdasarkan catatan dari laman resminya, CITC mendukung orang-orang di seluruh Greater Manchester dengan memberdayakan kehidupan yang lebih sehat melalui sepak bola. Program tersebut dipimpin pemuda menempatkan kesejahteraan fisik dan mental sebagai fokus utamanya, sekaligus menciptakan masa depan yang sehat dan komunitas yang sehat.

Kemudian, yayasan miliki Manchester City ini mendukung 20.000 orang setiap musim, program pemenang penghargaan City in the Community memiliki pelbagai tujuan, yakni memelihara kesehatan orang dengan menempatkan kesejahteraan fisik dan mental di pusat sesinya, membangun masa depan yang sehat melalui jalur pendidikan dan pekerjaan., serta menghubungkan orang-orang dengan menciptakan komunitas yang sehat di lingkungan yang aman dan inklusif.

Kegemilangan Klub

Skuad Manchester City F.C. tahun 2016. Foto: Shutterstock

Klub Manchester City diakuisisi oleh Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi, pada tahun 2008 melalui perusahaannya, Abu Dhabi United Group, dengan harga sekitar 200 juta poundsterling. Setelah pembelian tersebut, Sheikh Mansour melakukan investasi yang signifikan untuk mengubah Manchester City menjadi salah satu klub terbaik di dunia.

Dalam waktu beberapa tahun, Manchester City F.C. berhasil memenangkan beberapa gelar besar, termasuk Liga Utama Inggris, Piala Liga Inggris, dan Piala FA. Investasi dari Sheikh Mansour juga membantu Manchester City meningkatkan infrastruktur klub, termasuk membangun stadion baru dan fasilitas pelatihan. Sejak pembelian oleh Sheikh Mansour, Manchester City telah menjadi salah satu klub paling sukses di Inggris dan Eropa.

Hingga saat ini, Manchester City telah meraih banyak trofi: Liga Inggris sebanyak 8 kali, Piala FA 6 kali, Piala Carabao 8 kali, Piala Championship 7 kali, Community Shield 6 kali, dan Piala Winners Eropa 1 kali. Kini, The Citizens merupakan klub yang ditakuti dan diperhitungkan di dunia sepak bola. Klub ini mempunyai sejarah yang kuat dalam mencapai prestasi baik di dalam maupun luar negeri, serta memiliki skuad pemain yang kuat dan kompetitif setiap musimnya.

Manchester City juga memiliki pemain bintang dari seluruh dunia dan memiliki manajemen yang sangat profesional dan ambisius dalam membangun klub mereka. Oleh karena itu, mereka selalu menjadi ancaman serius bagi tim lawan dan selalu diperhitungkan dalam setiap kompetisi yang diikuti. Adapun tujuan dari salah satu klub terbaik di dunia ini adalah memenangkan Liga Champions UEFA.

Berambisi Meraih Gelar Juara Liga Champions UEFA

Foto Erling Haaland. Foto: Shutterstock

Pada hari jadinya yang ke-129, Manchester City hingga kini masih berambisi meraih gelar juara Liga Champions UEFA, setelah beberapa tahun ikut berkompetisi, tetapi selalu gagal meraih juara 1. Oleh para pengamat sepak bola, mental The Citizens dinilai belum mampu untuk menalukkan Liga Champions UEFA.

Pada 2016, Manchester City berhasil memboyong salah satu pelatih sepak bola terbaik di dunia, Pep Guardiola, dari Bayern Muenchen. Hal ini juga merupakan salah satu langkah untuk meraih gelar Liga Champions UEFA—melihat prestasi gemilang yang diraih oleh Pep Guardiola. Namun, sudah beberapa musim menjadi nakhoda The Citizens, Pep belum mampu membawa timnya meraih gelar Liga Champions UEFA.

Hingga saat ini, prestasi terbaik Manchester City di Liga Champions UEFA adalah peringkat kedua pada tahun 2021—kalah di final. Hal ini tentu merupakan hasil positif karena bisa meningkatkan kepercayaan diri dan mentalitas dari para pemain Manchester City pada kompetisi Liga Champions UEFA berikutnya. Tahun ini, Manchester City menjadi klub yang paling dijagokan dalam kompetisi liga terbaik di Eropa ini.

Untuk meraih gelar juara Liga Champions UEFA, Manchester City diperkuat oleh para pemain bintang, salah satunya adalah Erling Haaland, yang kini bersinar di liga domestik. Hingga pekan ke-31 Liga Inggris musim ini, Erling Haaland menjadi top skor, serta meraih rekor dengan melewati jumlah gol satu musim (2007/2008) Cristiano Ronaldo. Dengan tajamnya Erling Haaland, ditambah pemain-pemain bertabur bintang lainnya, serta strategi cerdik Pep Guardiola, Manchester City optimis meraih gelar Liga Champions UEFA pada tahun ini.

Para penggemar Manchester City tentu menunggu klub kesayangannya ini mendapatkan gelar juara Liga Champions UEFA untuk melengkapi koleksi perolehan trofi sekaligus mengukir sejarah. Doa dan harapan tentu mengiringi setiap langkah Manchester City untuk meraih gelar juara piala liga bergengsi ini guna memperkokoh capaian Manchester City sebagai salah satu klub sepak bola terbaik di dunia.