Rame Rame Hak Siar Liga Inggris
Tulisan dari Rama Cahya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Musim 2019/20 Premier League resmi dimulai jumat pekan lalu, dibuka pertandingan antara Liverpool menghadapi tim promosi sekaligus juara EFL Championship 2018/19 Norwich City. Musim ini sekaligus menandakan Liga Inggris mulai menggunakan Video Assistant Referee atau VAR. Terlepas dari segala hal yang baru dari Premier League musim ini, satu hal yang banyak penonton cemaskan, "siapa pemegang hak siar Premier League di Indonesia?"

3 edisi sebelumnya, penikmat Premier League dimanjakan oleh MNC Group untuk tayangan Free To Air dan beIN Sport untuk layanan premiumnya melalui kanal beIN Connect dan TV Berlangganan. Namun dengan peraturan dari pihak Premier League dimana setiap 3 tahun kontrak hak siar akan diperbarui, musim 2019/20 sampai 2021/22 secara resmi Mola TV menjadi pemilik tayangan Premier League untuk wilayah Indonesia dan Timor Leste.
Di Indonesia, Mola TV tak sendirian untuk urusan memanjakan penikmat sepak bola khususnya para fans klub Premier League. Secara Resmi Mola TV menggandeng TVRI untuk menayangkan secara cuma-cuma 2 pertandingan per pekan dan Jak TV masing-masing 1 pertandingan langsung dan tunda. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana ketika kita ingin menikmati keseluruhan pertandingan Premier League?
Melalui website resmi mereka, Mola TV menawarkan 2 cara terbaik untuk menikmati pertandingan Premier League yaitu melalui Mola Streaming Device dan penyedia TV berlangganan, Mola Matrix. Awal permasalahan muncul disini, kemudahan berlangganan dan menonton pada musim lalu berubah secara drastis dengan pendekatan yang dilakukan pihak Mola TV. Mereka menawarkan Mola Streaming Device untuk akses keseluruhan pertandingan selama semusim dan alternatif lain menggunakan Parabola Mola Matrix dengan jaminan 6 pertandingan per pekan. Namun fleksibilitas dari Mola Streaming Device yang harus terkoneksi jaringan internet dan terhubung dengan televisi membuat beberapa orang sedikit ragu untuk membelinya. Keraguan itu datang bukan karena satu alasan, tidak adanya koneksi internet yang stabil dan kebutuhan akses ke televisi yang sudah mendukung konektivitas HDMI turut mengundang keraguan orang untuk menikmati Premier League.
Sebetulnya dari harga yang dipatok Mola TV tidak terlalu mahal jika dilihat dengan apa yang mereka berikan. Harga promo Mola Streaming Device senilai 1 juta rupiah sudah bisa untuk menikmati tayangan Premier League satu musim penuh, selain itu juga bisa menikmati pertandingan International Champions Cup, Premier League Asia Trophy, UEFA Nations League, Euro Qualifiers 2020, dan Kualifikasi Piala Dunia 2022 untuk zona Eropa. Persoalannya adalah cara pembayaran untuk perangkat Mola Streaming Device yang harus dibayar penuh diawal bukan bulanan seperti membayar langganan TV berbayar.
Dari problematika tersebut, Mola TV memberikan opsi lain dengan Parabola Mola Matrix untuk mereka yang terbiasa dengan layanan TV berbayar dengan biaya 150 ribu per bulan. Secara matematis biaya untuk Mola Matrix lebih mahal daripada Mola Streaming Device. Namun yang perlu diperhitungkan juga adalah kebutuhan akses internet untuk bisa menyaksikan pertandingan melalui Mola Streaming Device.
Dari biaya yang sudah dipasang oleh Mola TV sebesar 1-1,5 juta untuk satu musim, sebenarnya berapa harga hak siar Premier League?
Menurut Examiner Live, Sky dan BT Sport mengambil 160 pertandingan Premier League untuk musim 2019/20 sampai dengan 2021/22 dengan nominal 4,464 Milyar Poundsterling setara dengan 77 Triliun Rupiah untuk 3 musim atau sekitar 25.6 triliun Rupiah per musimnya. Dari 7 paket yang khusus ditawarkan oleh pihak Premier League untuk jatah hak siar wilayah Inggris Raya, Sky Sport mengambil 4 paket dengan total 128 pertandingan dan BT Sport 32 Pertandingan untuk satu musim. 2 Paket sisa diambil oleh Amazon melalui layanan streaming.
Untuk wilayah diluar Inggris Raya, Premier League mematok harga 4,2 Milyar Poundsterling yang jika dirupiahkan mencapai 72 triliun rupiah untuk keseluruhan pertandingan Premier League selama 3 musim. Harga tersebut naik 35 persen dari 3 musim sebelumnya yang dibanderol sebesar 3.1 milyar Poundsterling.
Begitu mahalnya hak siar untuk Premier League, tak salah jika Mola TV berusaha untuk bisa menarik hati pecinta sepak bola khusunya fans dari klub Liga Inggris dengan pendekatan baru dan berbeda dengan pendahulunya. Meskipun dengan pendekatan yang kurang bisa diterima oleh sebagian besar pecinta sepak bola, setidaknya kita mengetahui biaya yang digelontorkan untuk mendapatkan hak siar Premier League. Mari kita berusaha untuk mengurangi penggunaan illegal streaming untuk mendukung industri sepak bola, karena sepak bola adalah olahraga selama 90 menit saja, sisanya adalah industri besar yang mau tak mau kita sebagai penikmat harus ikut terlibat di dalamnya.

