Konten dari Pengguna

Rangkum 8 April 2019: Edisi Sepekan, Bentrok Balecatur, Salat Campur

Rangkum

Rangkum

Seperti koran yang kamu baca setiap pagi.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rangkum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Screenshot percakapan Yusril dan Rizieq, menjadi pembuka Rangkum edisi ini. Berikut selengkapnya.

  1. Percakapan Yusril-Rizieq soal Keislaman Prabowo

Bukti chat Yusril dan Rizieq. Foto: Dok. Yusril
zoom-in-whitePerbesar
Bukti chat Yusril dan Rizieq. Foto: Dok. Yusril

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, membongkar percakapannya dengan Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Syihab, mengenai lemahnya keislaman Prabowo pada November 2018. Pengakuan itu dibantah Rizieq, ia bahkan menuding Yusril berbohong.

PBB kemudian membantah tudingan Rizieq itu. “Saya ingin menegaskan bahwa Prof Yusril menyatakan yang sebenar-benarnya,” kata Ketua Bidang Pemenangan Presiden dari PBB, Sukmo Harsono, Rabu (3/4).

Baca: Percakapan Yusril-Rizieq soal Keislaman Prabowo

  1. Ustaz Bukhori Muslim, Pendiri PA 212, Jadi Tersangka Penipuan Dana Visa Haji

Ustaz Bukhori Muslim. Foto: Youtube/Sahabat Alihsan

Salah satu pendiri Presidium Alumni 212, Ustaz Ahmad Bukhori Muslim, ditahan Polda Metro Jaya atas kasus penipuan dana visa haji, Jumat (5/4). Calon Anggota Legislatif DPR RI dari Partai Amanat Nasional itu ditahan setelah polisi memeriksa beberapa saksi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka dan kapasitas penyidik akhirnya tersangka dilakukan penahanan sampai sekarang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Jumat (5/4).

Baca: Ustaz Bukhori Muslim, Pendiri PA 212, Jadi Tersangka Penipuan Dana Visa Haji

  1. Slamet Dilarang Tinggal di Dusun Karet, Bantul, karena Nonmuslim

Slamet Jumiarto, warga non-muslim yang ditolak tinggal di Padukuhan Karet RT 8, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

Slamet Jumiarto (42), dilarang mengontrak di Dusun Karet, Pleret, Bantul, lantaran bukan beragama Islam. Merasa didiskriminasi, ia mengadukan hal itu pada kepala dusun. Meski aturan itu akhirnya dicabut setelah proses mediasi, Slamet dan keluarga memutuskan pindah, Senin (1/4).

“Hari Minggu (31/3) saya temui pak RT untuk berikan fotocopy KTP, KK, dan surat nikah. Kami langsung ditolak saat dia tahu kalau kami nonmuslim,” cerita Slamet, Selasa (2/4).

Baca: Slamet Dilarang Tinggal di Dusun Karet, Bantul, karena Nonmuslim

  1. Dua Kasus Mutilasi: Budi di Kediri hingga di Serui

Budi Hartanto, korban mutilasi di Blitar, Jawa Timur. Foto: JatimNow

Kematian Budi Hartanto (27), penari asal Kediri, yang jadi korban mutilasi masih menjadi teka-teki. Jasad Budi ditemukan tanpa kepala di dalam koper hitam di bawah Jembatan Desa Karang Gondang, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4). Siapa dan apa motif pelaku belum diketahui.

Temuan tubuh korban YP, korban mutilasi di Serui. Bagian tubuh korban ditemukan di ujung landasan pacu bandara lama Serui, Frans Kaisepo. (Dok: Polres Yapen)

Sementara di Serui, seorang mahasiswa berinisial YGM (21), memutilasi remaja berinisial YP (15). Ia yang diduga sakit hati lantaran tubuhnya dihina, nekat memotong tubuh YP menjadi 13 bagian.

Baca: Penari di Kediri Dimutilasi hingga Mahasiswa di Serui Memutilasi

Rangkum Minggu, 8 April 2019

  1. Riuh Kampanye Kubu Jokowi hingga Prabowo

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menghadiri Deklarasi Komunitas Olahraga, Pemuda, Influencer dan Penyandang Disabilitas Bersatu di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (7/4). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Pasangan calon presiden nomor urut 01 dan nomor urut 02 menggelar kampanye akbar. Jokowi-Ma’ruf memilih berkampanye di Tangerang Banten dengan mengusung konsep karnaval hingga deklarasi dari para pendukung.

Massa kampanye akbar Prabowo-Sandi membentangkan bendera merah putih di Stadion Gelora Bung Karno Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Minggu pagi (7/4). Kampanye yang ia klaim diikuti lebih satu juta massa itu, diwarnai tablig akbar serta aksi memutihkan GBK.

Kampanye keduanya diwarnai aksi saling sindir. Prabowo mengatakan Ibu Pertiwi diperkosa, sementara Jokowi mengatakan Indonesia berprestasi.

Baca: Riuh Kampanye Kubu Jokowi hingga Prabowo

  1. Polemik Salat Saf Bercampur di Kampanye Akbar Prabowo

Massa kampanye akbar Prabowo-Sandi salat subuh berjemaah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (7/4/2019) Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Aksi salat Subuh berjemaah di kampanye akbar Prabowo-Sandiaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, viral lantaran jemaah perempuan dan laki-laki tampak berada dalam satu saf, Minggu (7/4).

“Saya tidak lihat persis karena saya ada di depan. Dan semua saf sudah diatur oleh panitia," ujar Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid.

Baca: Polemik Salat Saf Bercampur di Kampanye Akbar Prabowo

  1. ICW: DPR Hanya Sahkan 26 UU dalam 5 Tahun, 10 Persen dari Target

Rapat paripurna di DPR didominasi kursi kosong. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat jika Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia hanya berhasil mengesahkan 26 Undang-Undang dari 189 Rancangan Undang-Undang (RUU) selama periode 2014-2019. ICW menilai kinerja DPR mengecewakan. Sebab, anggaran mereka selama lima tahun mencapai Rp 1,62 triliun, atau sekitar Rp 332,40 miliar per tahun.

“DPR hanya mampu menyelesaikan 10 persen RUU dari jumlah target prolegnas yang disusun,” ujar Peneliti ICW, Almas Sjafira, Minggu (7/4).

Baca: ICW: DPR Hanya Sahkan 26 UU dalam 5 Tahun, 10 Persen dari Target

  1. Simpatisan PDIP Bentrok dengan Massa FPI Yogyakarta

Mobil FPI yang dirusak. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sejumlah massa simpatisan Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) terlibat bentrok dengan massa lainnya di markas Front Pembela Islam (FPI) Yogyakarta, yang berada di Jalan Wates, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (7/4). Akibat bentrok tersebut, satu unit mobil Jeep bertulis FPI hancur di bagian kaca depannya.

"Sempat terjadi bentrok dua massa di lokasi ini (markas FPI) tadi, tak ada korban luka atau jiwa," ujar Kepala Kepolisian Resor Sleman, Ajun Komisaris Besar Polisi Rizky Febriyansah.

Baca: Simpatisan PDIP Bentrok dengan Massa FPI Yogyakarta

------------------

Ikuti terus Rangkum edisi lainnya di sini.