Konten dari Pengguna

Manajemen dan Digitalisasi QRIS: Langkah Awal Ibu-Ibu Hebat Talang Nangka

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rani widiyasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Talang Nangka tengah menyaksikan lahirnya kekuatan baru dalam roda ekonomi lokalnya. Melalui program Yang Dilakukan KKN-84 Kelompok 63 dengan judul Pemberdayaan Perempuan Talang Nangka: Memperkuat Manajemen Usaha dan Digitalisasi QRIS untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga, para ibu di desa ini tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, melainkan bertransformasi menjadi pilar ekonomi yang cerdas. Fokus utama dari pergerakan ini adalah memadukan ketajaman manajemen usaha dengan kecepatan teknologi digital melalui sistem pembayaran QRIS dan Memperkuat Produk dengan adanya legalitas dan pemahaman akan pemasaran saat ini.

poto bersama saat sosialisasi di desa talang nangka
zoom-in-whitePerbesar
poto bersama saat sosialisasi di desa talang nangka

Langkah besar ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Kehadiran Bapak Zulkifli selaku Kepala Desa Talang Nangka, didampingi Ibu Sri Gustina dan jajaran Kepala Dusun, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan adalah agenda prioritas. Kehadiran mereka memberikan suntikan semangat bagi para ibu pemilik usaha untuk melangkah lebih jauh, meninggalkan cara-cara tradisional yang tidak terukur menuju pengelolaan usaha yang lebih profesional.

Sambutan dari bapak kepala desa talang nangka

Anspirasi terlahir saat bapak kepala desa talang nangka " tak banyak yang bisa ku sampaikan tetapi program kelompok 63 hari ini bagus untuk meningkatkan produk yang dibuat ibu-ibu saat ini, jadi ikuti dan perhatikan semoga bermanfaat bagi usaha kita" kata bapak zulkifli selaku kepala desa talang nangka.

Aspek pertama yang menjadi fondasi adalah penguatan manajemen usaha. Selama ini, banyak usaha rumahan yang sulit berkembang karena pengelolaan keuangan yang tercampur dengan kebutuhan harian. Dalam program ini, para ibu didorong untuk memahami pentingnya aspek legalitas, pemisahan kas, perhitungan modal yang akurat, dan strategi margin keuntungan. Sebagai contoh nyata, inovasi produk Dodol Nanas diperkenalkan. Produk ini menjadi simbol optimisme karena terbukti mampu dihasilkan dengan modal awal yang minim namun memiliki nilai jual dan keuntungan yang menjanjikan jika dikelola dengan manajemen produksi yang rapi.

Aspek kedua yang menjadi lompatan besar adalah digitalisasi melalui QRIS. Di tengah kemajuan zaman, ibu-ibu di Talang Nangka tidak boleh tertinggal. Penggunaan QRIS bukan sekadar gaya hidup, melainkan solusi nyata untuk efisiensi usaha. Dengan satu kode QR, para ibu kini bisa menerima pembayaran secara praktis, aman dari risiko uang palsu, dan yang terpenting: memiliki catatan transaksi digital yang otomatis. Hal ini membuat laporan keuangan usaha mereka menjadi lebih "hebat" dan terpercaya, yang ke depannya dapat memudahkan mereka dalam mengakses layanan perbankan atau modal tambahan.

Dokumentasi kelompok 63 dan karang taruna serta perwakilan kelompok 64

Antusiasme yang meluap saat pemaparan program dan sesi mencicipi produk dodol nanas menunjukkan bahwa ada semangat perubahan yang besar. Para perempuan di Desa Talang Nangka telah membuktikan bahwa mereka siap beradaptasi. Dengan manajemen yang cerdas dan teknologi QRIS di tangan, kemandirian ekonomi keluarga bukan lagi sekadar harapan, melainkan realitas yang sedang dibangun demi masa depan desa yang lebih sejahtera.