Selamat Tinggal PJJ, Selamat Datang PTM

Seorang mahasiswi yang yakin bahwa belajar dapat berasal dari banyak tempat.
Tulisan dari Rania R tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berlomba untuk duduk di bangku belakang, menahan malu ketika hadir terlambat, bergegas menuju kantin saat waktu istirahat, hingga tertawa bersama di tongkrongan, semua itu merupakan aktivitas sehari-hari yang pastinya takkan pernah kamu sangka akan kamu rindukan. Kegiatan yang telah dianggap biasa berubah menjadi hal yang langka. Hal-hal kecil yang sebelumnya tak pernah kamu pedulikan, kini menjadi dambaan. Dunia seakan terbalik ketika COVID-19 hadir di muka bumi ini.
Tenang, bukan kamu saja yang merasa kesulitan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini. Tidak sedikit pelajar yang merasa sia-sia saat mengikuti kelas, karena tak satu pun materi yang sampai di otak. Belum lagi, koneksi sinyal yang tidak stabil pun menjadi faktor utama proses belajar-mengajar tidak berjalan lancar. Terlebih, manusia sebagai makhluk sosial, membutuhkan support dari manusia terdekatnya untuk menjalani hari-harinya.
Pasti jenuh rasanya, setahun lebih lamanya menjalani hari dengan leher tertunduk menatap laptop, jemari yang tak henti-hentinya mengetik, dan berjudi dengan ketidakpastian sinyal. Selain itu, hari-hari menjadi terasa sepi tanpa kehadiran kawan terdekat. Dan yang paling menyebalkan, tugas yang bertubi-tubi pun datang silih berganti. Rasanya yang dapat kamu lakukan hanyalah berandai-andai kapan pandemi ini berakhir.
Kehadiran Vaksin
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Setelah sekian lama terasa seperti menelusuri lorong gelap yang tampaknya tak berujung, akhirnya momen yang ditunggu-tunggu pun tiba. Memberi harapan, bagi kamu yang menantikan sebuah keajaiban. Para peneliti pun akhirnya dapat mengembangkan vaksin yang diharapkan mampu mengakhiri masa suram ini. Rabu, 13 Januari 2021, pun menjadi hari bersejarah bagi Indonesia di mana vaksinasi pertama virus corona dimulai.
Buat kamu yang belum tahu, proses vaksinasi ini dilaksanakan dalam empat tahapan. Tahap pertama, dilaksanakan pada Januari-April 2021 di mana sasaran untuk vaksinasi COVID-19 pada tahap ini adalah seputar tenaga kesehatan. Tahap kedua, dengan periode yang sama dengan tahap pertama, difokuskan untuk petugas pelayanan publik dan kelompok usia lanjut (≥ 60 tahun). Untuk tahap ketiga, dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022, ditujukan kepada masyarakat yang rentan terhadap virus ini. Dan tahap terakhir, dengan waktu pelaksanaan sama dengan tahap ketiga, dimaksudkan untuk masyarakat lainnya.
Pembelajaran Tatap Muka
Seperti yang kamu ketahui, proses vaksinasi di Indonesia ini cukup berliku. Mulai dari perdebatan mengenai kehalalan vaksin, vaksin Nusantara yang dinilai belum memenuhi standar prosedur riset oleh BPOM, hingga polemik vaksinasi Gotong Royong. Walaupun begitu, segala rintangan secara perlahan dapat teratasi. Terbukti dari pernyataan pemerintah yang mengatakan bahwa tahun ajaran baru pada bulan Juli 2021 mendatang sudah dapat dimulai dengan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.
Hal ini tentunya merupakan berita yang sangat baik bagi kamu, para pelajar. Setelah penantian panjang, akhirnya dapat segera dipertemukan dengan sahabat-sahabat tercinta. Proses berdiskusi dengan para pengajar pun dapat dilakukan tanpa melalui perantara. Bagi kamu yang merasa kurang nyaman belajar dirumah sendiri, pastinya rasa semangat sudah tak terbendung lagi.
Tetapi, bukan berarti kamu dapat kembali melakukan pembelajaran 100 persen seperti semula. Diingatkan kembali kita masih dalam lingkup new normal. Terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan demi mencegah pandemi ini menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Lalu apa sajakah hal-hal yang harus kamu perhatikan tersebut?
Jaga Jarak
Tentu istilah social distancing sudah tidak asing lagi bagi telinga kamu. Intinya, istilah yang kini telah diganti menjadi physical distancing oleh pemerintah, merupakan salah satu langkah pencegahan penyebaran virus corona dengan cara menjaga jarak setidaknya 1 meter dan menghindari kontak langsung dengan orang lain. Dalam PTM ini, kamu diwajibkan untuk menjaga jarak minimal 1,5 meter dengan satu sama lain. Hal ini menandakan, jumlah pelajar di dalam kelas pun terbatas, mengingat ukuran ruang kelas yang kurang mumpuni. Maka dari itu, akan terdapat sistem rotasi dengan jumlah pelajar 50 persen dari total kapasitas. Lalu, bagaimana pembagiannya? Ketentuan tersebut telah diberikan kepada satuan pendidikan, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Jaga Kebersihan
Dari awal pandemi ini dimulai hingga kini, kebersihan merupakan poin terpenting dalam mencegah terinfeksinya tubuh kita dari virus corona. Mencuci tangan menggunakan sabun cair dan air mengalir sebelum memasuki kelas tentunya hal yang wajib dilakukan. Opsi lain yang dapat kamu lakukan adalah dengan selalu membawa hand sanitizer agar lebih praktis. Jangan lupa, untuk selalu menggunakan masker kain 3 lapis maupun masker sekali pakai. Penggunaan masker pun tak boleh asal, masker harus menutupi hidung, mulut hingga dagu kamu. Tak hanya saat di kelas, sepulang dari PTM, segera mandi dan mengganti pakaian dengan yang bersih.
Kegiatan Selain Pembelajaran
Sesuai dengan namanya sendiri yaitu pembelajaran tatap muka, kegiatan yang dilaksanakan bertatap muka hanyalah saat proses belajar. Untuk kegiatan selain pembelajaran, seperti kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler belum diperbolehkan. Meskipun begitu, tetap disarankan untuk kamu melakukan aktivitas fisik dan mengasah keahlian di rumah masing-masing. Istirahat pun dilaksanakan di dalam kelas dengan mengonsumsi makanan dan minuman bergizi yang dibawa dari rumah, karena kantin belum diperbolehkan untuk beroperasi. Selain itu, agar menghindari kerumunan, orang tua tidak diperkenankan untuk menunggu pelajar di satuan pendidikan.
Jenuh dengan kegiatan PJJ memang wajar. Seperti yang dikatakan Mendikbud, Nadiem Makarim, “Pembelajaran tatap muka masih yang terbaik dan tidak bisa digantikan”. Dengan adanya pembelajaran tatap muka secara terbatas ini, diharapkan kualitas belajar kamu selama pandemi ini dapat meningkat. Meskipun begitu, proses pembelajaran harus kamu ikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
