Konten dari Pengguna

Moringa Ceria: Edukasi Pencegahan Stunting melalui Pemanfaatan Daun Kelor

Ratih Pradhipta Kusuma Hastuti

Ratih Pradhipta Kusuma Hastuti

Mahasiswi Universitas Sebelas Maret

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ratih Pradhipta Kusuma Hastuti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosialisasi Pencegahan Stunting. Kamis (12/08/2026). Foto : Dok. KKN Literasi UNS Kelurahan Gayamdompo
zoom-in-whitePerbesar
Sosialisasi Pencegahan Stunting. Kamis (12/08/2026). Foto : Dok. KKN Literasi UNS Kelurahan Gayamdompo

Gayamdompo, 13 Agustus 2026 – Dalam rangka mendukung upaya pencegahan stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Bidan Kelurahan dan kader Posyandu Delima Karan menyelenggarakan kegiatan "Moringa Ceria: Edukasi Pencegahan Stunting melalui Inovasi Puding Daun Kelor". Kegiatan ini diikuti oleh ibu hamil, ibu menyusui, ibu balita, serta masyarakat di Kelurahan Gayamdompo.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai stunting, mulai dari penyebab, dampak, hingga langkah-langkah pencegahannya melalui pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, MPASI yang tepat, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin di Posyandu. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar kesehatan ibu dan anak.

Materi mengenai pemanfaatan pangan bergizi tersebut disampaikan oleh Siti Ifahilba Fabritajuddin, mahasiswa KKN UNS dari Program Studi Pendidikan Biologi angkatan 2023. Dalam penyampaian materinya, Kak Ifah menekankan bahwa upaya menjaga kesehatan keluarga dapat dimulai dari rumah dengan memanfaatkan pangan yang bergizi, bersih, beragam, dan cukup.

“Kesehatan keluarga dimulai dari rumah. Tidak harus dengan makanan mahal, yang penting bergizi, bersih, beragam, dan cukup. Daun kelor dapat menjadi salah satu pilihan pangan lokal bergizi untuk keluarga.”

Kak Ifah juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun kebiasaan hidup sehat mulai dari keluarga dan Posyandu. “Ibu Sehat, Anak Sehat, Keluarga Bahagia. Mari bersama membangun generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting mulai dari keluarga dan Posyandu Kelurahan Gayamdompo,” ujarnya.

Puding Daun Kelor. Kamis (12/08/2026). Foto : Dok. KKN Literasi UNS Kelurahan Gayamdompo

Sebagai bentuk pemanfaatan pangan lokal, tim KKN memperkenalkan puding daun kelor sebagai salah satu alternatif camilan bergizi yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Puding yang telah disiapkan kemudian dibagikan kepada seluruh peserta untuk dicicipi. Selain itu, setiap peserta juga menerima bubuk daun kelor sebagai bekal untuk diolah sendiri di rumah menjadi berbagai menu bergizi bagi keluarga.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Beragam pertanyaan mengenai manfaat daun kelor, kandungan gizinya, hingga cara mengolahnya agar tetap lezat dan bernilai gizi tinggi mewarnai sesi diskusi. Hal ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap upaya pemenuhan gizi keluarga sebagai salah satu langkah penting dalam mencegah stunting.

Melalui program Moringa Ceria, mahasiswa KKN UNS berharap masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan daun kelor sebagai salah satu sumber pangan bergizi yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar. Kolaborasi antara Bidan Kelurahan, kader Posyandu, masyarakat, dan mahasiswa KKN diharapkan dapat terus memperkuat upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Kelurahan Gayamdompo.

KKN Literasi Kelompok 289 UNS & Kader Posyandu Delima Dusun Karan. Kamis (12/08/2026). Foto : Dok. KKN Literasi UNS Kelurahan Gayamdompo