Jangan Sampai Kalap: Bahaya dan Solusi Konsumsi Daging Berlebih Saat Idul Adha

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Rayna Kartika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lebaran Haji atau Idul Adha adalah momen yang penuh dengan kebahagiaan dan rasa syukur bagi umat Muslim di seluruh dunia. Pada hari yang istimewa ini, umat Islam memperingati ketaatan Nabi Ibrahim melalui penyembelihan hewan kurban, seperti sapi, kambing, atau domba. Daging kurban yang melimpah menjadi bahan utama berbagai hidangan lezat yang disajikan untuk keluarga dan tetangga. Namun, di balik kenikmatan menikmati daging kurban, penting untuk menyadari dan mengantisipasi efek negatif yang dapat timbul dari konsumsi daging yang berlebihan.
Konsumsi daging, terutama daging merah, dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu yang lama dapat membawa beberapa risiko kesehatan. Daging merah kaya akan lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan daging olahan berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker usus besar. Efek lainnya termasuk masalah pencernaan seperti sembelit, risiko obesitas, gout, dan bahkan beban tambahan pada fungsi ginjal. Yuk, kita simak apa efek negatif dari makan daging terlalu banyak.
A. Efek Negatif Makan Daging Terlalu Banyak
Ada beberpa efek negatif yang ditimbulkan dari makan daging yang berlebihan. Seperti yang kita tahu, daging dapat menjadi sumber penyakit jika dikonsumsi berlebihan dalam waktu yang lama. Beberapa akibat negatif dari makan daging adalah:
Risiko Penyakit Jantung. Daging merah, terutama yang berlemak, mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah, meningkatkan risiko penyakit jantung. Menurut American Heart Association, konsumsi lemak jenuh sebaiknya dibatasi hingga 5-6% dari total kalori harian untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Kanker. Penelitian oleh World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan daging olahan berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker usus besar. International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan daging merah sebagai karsinogenik kelompok 2A dan daging olahan sebagai karsinogenik kelompok 1.
Kegemukan dan Obesitas. Daging yang tinggi kalori dan lemak dapat menyebabkan penambahan berat badan jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa diet tinggi lemak jenuh dan kalori berhubungan erat dengan peningkatan prevalensi obesitas.
Masalah Pencernaan. Daging yang tinggi lemak dan protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, yang dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) merekomendasikan konsumsi serat yang cukup untuk menjaga kesehatan pencernaan .
Gout dan Masalah Sendi. Daging merah mengandung purin, yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh dan berpotensi menyebabkan gout. Arthritis Foundation menyarankan pembatasan konsumsi daging merah bagi penderita gout.
Penyakit Ginjal. Konsumsi protein tinggi dari daging dapat membebani ginjal, terutama pada orang dengan masalah ginjal yang sudah ada. National Kidney Foundation menyarankan diet rendah protein untuk meringankan beban kerja ginjal .
Nah itu beberapa penyakit yang datangnya dipicu dari konsumsi daging yang berlebihan. Kita tentu saja ga mau kalo makanan lezat ini bisa menjadi sumber penyakit buat kita, sehingga kita harus bisa mengantisipasi efek negatif yang ditimbulkan dari konsumsi daging ini. Berikut adalah cara mengantisipasi efek negatif yang ditimbulkan dari daging:
B. Antisipasi Efek Negatif dari Daging
Dengan banyaknya konsumsi daging, maka kita perlu mengantisipasi efek negatif, caranya adalah:
Porsi yang Moderat. Konsumsi daging dalam porsi yang wajar. Sebagai panduan, porsi daging yang dianjurkan adalah sekitar 85-113 gram (sekitar ukuran telapak tangan) per kali makan. The Dietary Guidelines for Americans 2020-2025 menyarankan pola makan seimbang dengan porsi protein yang moderat.
Pilih Daging yang Lebih Sehat. Pilih daging tanpa lemak atau dengan kandungan lemak rendah. Daging putih seperti ayam dan ikan biasanya lebih sehat dibandingkan daging merah. American Heart Association merekomendasikan konsumsi ikan setidaknya dua kali seminggu sebagai sumber protein yang lebih sehat.
Diversifikasi Sumber Protein. Selain daging, konsumsi sumber protein lain seperti kacang-kacangan, biji-bijian, tahu, tempe, dan telur untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Protein nabati umumnya lebih rendah lemak jenuh dan tidak mengandung kolesterol, menjadikannya alternatif yang lebih sehat bagi jantung.
Perbanyak Konsumsi Sayuran dan Buah-buahan. Sayuran dan buah-buahan kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu mengimbangi efek negatif dari konsumsi daging yang berlebihan. The American Institute for Cancer Research (AICR) merekomendasikan pola makan dengan setengah piring diisi sayuran dan buah setiap kali makan.
Batasi Konsumsi Daging Olahan. Hindari atau batasi konsumsi daging olahan seperti sosis, kornet, dan daging asap yang sering mengandung bahan pengawet dan garam berlebihan. World Cancer Research Fund (WCRF) menyarankan untuk membatasi konsumsi daging olahan karena kandungan nitrat dan nitrit yang bisa meningkatkan risiko kanker .
Memasak dengan Cara yang Sehat. Hindari metode memasak yang tidak sehat seperti menggoreng. Pilih metode memasak seperti memanggang, mengukus, atau merebus. Harvard T.H. Chan School of Public Health menyarankan metode memasak yang mengurangi lemak tambahan dan meminimalkan pembentukan senyawa berbahaya.
Perhatikan Asupan Lemak dan Garam. Perhatikan kandungan lemak dan garam dalam masakan daging. Gunakan bumbu dan rempah alami untuk menambah cita rasa tanpa menambah lemak dan garam berlebihan. Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan asupan garam kurang dari 2.300 mg per hari dan lemak jenuh kurang dari 10% dari total kalori harian .
Rutin Berolahraga. Aktivitas fisik yang cukup dapat membantu menjaga berat badan yang sehat dan mengurangi risiko penyakit terkait konsumsi daging yang berlebihan. World Health Organization (WHO) merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik aerobik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas fisik intensitas tinggi setiap minggu.
Konsultasi dengan Profesional Kesehatan. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung atau ginjal, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk saran diet yang sesuai. American Dietetic Association (ADA) menyarankan untuk selalu berkonsultasi dengan ahli gizi terdaftar untuk mendapatkan saran diet yang tepat dan personalisasi .
Merayakan Idul Adha dengan menyantap daging kurban memang nikmat, namun jangan lupa untuk tetap memperhatikan kesehatan. Dengan mengenali bahaya dan cara mengantisipasinya, Anda bisa menikmati momen kebersamaan tanpa khawatir efek negatif bagi tubuh. Selamat merayakan Idul Adha dengan sehat dan bahagia!
