Sambal Ikan Pindang: Inovasi Produk Dalam Peningkatan Produksi Berkelanjutan

Mahasiswa THP Universitas Diponegoro yang sedang melakukan pengabdian dan penelitian.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Regita PFS tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal (1 Juli 2025), seorang mahasiswi KKN-T IDBU TIM 38 sukses dalam melaksanakan multidisiplin 1 dengan judul “Diversifikasi Ikan Pindang Menjadi Produk Olahan Sambal Ikan Pindang”. Kegiatan ini dilaksanakan oleh salah satu anggota kelompok 1 KKN-T IDBU TIM 38 bernama Regita Putri Fadhila Sandy, mahasiswi UNDIP yang berasal dari Teknologi Hasil Perikanan. Kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian program multidisiplin yang mengusung tema “Peningkatan Produksi Budidaya Perikanan dan Pengolahan Ikan“ yang diketuai oleh Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si., beserta Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Adnan Fauzi, S.T., M.Kom., Faik Kurohman, S.Pi., M.Si., dan Dr. Putut Har Riyadi, S. Pi., M.Si.

Ikan pindang merupakan salah satu produk olahan dari hasil perikanan laut yang cukup populer di Indonesia. Popularitasnya didorong oleh rasanya yang lebih lezat dan tidak terlalu asin.
Sambal adalah produk olahan berbahan dasar cabai yang telah dihaluskan dan dicampur dengan berbagai bahan tambahan, memiliki cita rasa pedas yang khas, serta berfungsi sebagai pelengkap dalam menyantap hidangan.
Diversifikasi produk menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah, salah satunya dengan mengolah ikan pindang menjadi sambal ikan pindang. Sambal sebagai salah satu kuliner khas Indonesia memiliki pasar yang luas dan beragam varian. Inovasi sambal ikan pindang menjawab kebutuhan konsumen akan produk yang praktis, lezat, dan kaya akan gizi.
Kegiatan demonstrasi masak ini mendapat sambutan yang hangat dari warg karena kegiatan berlangsung efektif dengan pembawaan yang seru. Hal ini dibuktikan dengan para warga yang antusias dalam membuat sambal bersama.
