5 Alasan Pacarmu Tak Kunjung Melamar

Dalam hubungan itu butuh tips dan zodiak
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Relationship Goals tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sudah pacaran selama 8 tahun sama pacarmu tapi tak kunjung dilamar juga?
Ada pasangan yang sudah berpacaran sejak lama tapi tak juga menikah. Alasannya klise, si lelaki tak kunjung melamar.
Umumnya kita ketahui bahwa jika kedua orang saling mencintai, maka mereka akan sepakat untuk berpacaran, dan pada akhirnya melangsungkan pernikahan. Membangun keluarga bersama adalah impian setiap pasangan yang sedang berpacaran.
Untuk waktu yang lama, kita berpikir bahwa bukti nyata seseorang mencintaimu adalah dengan berlutut dan melamar. Bahkan ada sebagian orang yang melamar pasangannya dengan cara yang spektakuler.
Mengapa pasangan saya tidak melamar?
Ada banyak alasan untuk menjawab pertanyaan itu. Yang harus kamu ketahui, kadang jawabannya pun tidak ada hubungannya dengan hubungan kalian.
Salah satu cara untuk mengetahui semua itu adalah dengan melihat secara jujur arti pernikahan bagimu dan mencari tahu, apakah hal tersebut juga sesuai dengan apa yang pasanganmu pikirkan.
1. Belum siap untuk pernikahan
Dia berusaha memahami semampunya, tidak terlalu terburu-buru. Ia memastikan waktu yang cukup untuknya mengerti dan tidak memaksa kamu untuk mengikuti kesiapannya.
Rata-rata perempuan merasa lebih siap untuk pernikahan ketimbang laki-laki.
Mungkin kamu sudah siap menikah karena sudah merasa melakukan banyak hal dalam hidup, namun tidak berlaku bagi pasanganmu. Mungkin ada hal-hal yang belum ia capai, atau ada hal-hal yang belum ia siapkan untuk pernikahan, seperti kebutuhan finansial keluarga.
2. Kamu bukan orang yang tepat
Kenyataan memang pahit, tapi benar adanya.
Dia menyukaimu, mencintaimu, mengenalmu dengan baik dan nyaman dengan dirimu. Tapi sejujurnya, dia tidak tahu akan menikahimu atau tidak. Untuk itu, dia melakukan hal terbaik untuk membuatmu nyaman, sampai perempuan yang ia tunggu-tunggu datang.
Sad, but true.
Nyaman bersamamu bukanlah alasan untuk melamar.
Bahagia bersamamu juga bukanlah alasan yang tepat untuk melamar.
Bersama untuk waktu yang lama pun bukan alasan untuk melamar.
Pernikahan adalah komitmen seumur hidup. Bersama dengan orang yang tepat yang mau bekerja sama dalam komitmen tersebut adalah hal yang penting. Kebahagiaan dan kenyamanan adalah hal yang penting, namun bukan yang utama.
3. Tidak percaya tentang ide atau institusi pernikahan
Bagi sebagian pria, pernikahan bukan sesuatu yang harus dilakukan. Mereka tidak menyukai gagasan tentang pernikahan karena cara mereka memandang pernikahan orang tua mereka, atau mungkin pernikahan sebelumnya yang ia alami.
4. Dia kewalahan oleh ekspektasimu
Kamu mengharapkan lamaran yang meriah seperti yang kita lihat di media sosial. Harapan inilah yang membutakan dia untuk benar-benar melamarmu.
Faktor ini dipengaruhi oleh ketakutannya akan mengecewakanmu. Ia merasa, ada terlalu banyak yang harus ia perhatikan untuk menyenangkanmu, untuk melamarmu. Sehingga ia merasa tidak sanggup untuk memulainya.
Ekspektasi teman-teman dan keluarga yang menekan pun bisa menjadi beban. Mereka menaruh harapan lebih bahwa ia akan melamarmu dan berpikir apa upaya terbaik yang bisa ia lakukan. Semua hal ada di kepalanya, jadi hal terbaik yang harus kamu lakukan adalah luangkan waktu bicara dengannya. Utarakan bahwa semua hal yang ia persiapkan adalah yang terbaik.
5. Belum pernah ada pembicaraan tentang pernikahan
Jika ia tidak tahu kalau kamu ingin menikah, maka hal tersebut tidak akan pernah ada di kepalanya. Jangan berharap pasanganmu membaca pikiranmu. Pada akhirnya, kamu perlu membicarakan hal ini dengannya.
Pernikahan adalah keputusan besar dalam hidup, komitmen jangka panjang, sehingga perlu didiskusikan secara terbuka. Diskusi pernikahan oleh pasangan menjadi penting agar masing-masing mengerti akan pentingnya nilai pernikahan dan apa yang diharapkan dari pernikahan tersebut.
Pernikahan dan cinta adalah dua hal yang berbeda dan memiliki makna yang berbeda pula untuk setiap orang. Kamu harus benar-benar membicarakan hal ini kepada pasangan untuk mengetahui makna pernikahan dalam hidupnya.
