Google Maps Saja Bisa Salah, Apalagi Kita

Investigator Keselamatan Transportasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Republik Indonesia
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Renan Hafsar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tersesat karena Google Maps semakin sering muncul karena aplikasi ini semakin diandalkan para pengguna transportasi pribadi. Berkelana di daerah antah berantah bukan lagi jadi halangan dengan hadirnya navigator gratis ini. Di balik beragam keunggulannya, Google Maps menyimpan bahaya tersembunyi yang baru dirasakan jika penggunanya tersesat. Literally tersesat (baca tentang Google Maps Bisa Menyesatkan), bukan hanya salah alamat.
Cerita pengemudi mobil masuk ke gang kecil hingga gang mampet bukan lagi kisah unik dan lucu karena semakin sering dan meresahkan. Bagaimana tidak, warga lokal (warlok) yang harusnya bisa menggunakan gang, jadinya malah tidak bisa karena gang mampet dengan hadirnya mobil pendatang yang juga kebingungan. Maju tidak muat, mundur juga tidak bisa.
Kadang, diiringi kejadian menyebalkan, misal mobil terperosok, jembatan hancur karena beban mobil yang lewat, atau senggolan antara mobil dan properti/kendaraan warlok karena gang yang kecil. Kasus tersesat karena Google Maps ini sudah bukan barang baru dan harus dihentikan.
Pakai Google Maps, masuk gang kecil sampai mampet
Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh Google terlalu menyederhanakan masalah. Suatu mobil yang bolak-balik lewat gang kecil, misalnya, bisa saja warlok yang tinggal di area tersebut, bukan pendatang atau pengguna jalan umum. Jika data yang terbaca adalah adanya citra mobil melintas dengan frekuensi tinggi tanpa dikonfirmasi mobil siapa, tentu saja hal ini bisa menyusahkan warlok.
Data traffic yang dikirimkan oleh data posisi gawai memang memudahkan Google Maps. Akan tetapi, dia tidak tahu apakah pengguna aplikasi tersebut sedang naik mobil, sepeda motor, atau sedang berlari, meskipun kecepatannya relatif sama ketika melewati gang kecil. Jadi, Google Maps perlu memperhatikan ulang bagaimana data ini dikumpulkan. Tidak bisa menggunakan patokan bahwa semua yang bisa dilewati sepeda motor pasti bisa dilewati mobil. Kadang kontur tanah atau tingkat kekerasan tanah bisa menjadi masalah serius untuk mobil.
Laporkan masalah di Google Maps
Karena hingga saat ini pemerintah masih belum memiliki kontrol yang kuat pada Google Maps serta tidak memiliki aplikasi tandingan milik pemerintah, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh warga negara yang cinta tanah air, bangga menggunakan produk dalam negeri, dan meningkatkan daya saing produk lokal adalah dengan melaporkan masalah suatu jalan ke Google Maps. Berikut panduannya jika menggunakan Google Maps di komputer. Pengguna HP tinggal menyesuaikan karena fiturnya mirip.
Langkah 1: buka menu
Ketuk tiga baris horizontal di pojok kiri atas, lalu klik "Edit peta" (jika berbahasa Indonesia) atau "Edit the map" (jika berbahasa Inggris). Perhatikan bahwa untuk melakukan hal ini, Anda harus login ke akun Google.
Langkah 2: deskripsi
Klik jalan yang ingin diperbaiki. Lalu klik “Others” di panel kiri. Tuliskan deskripsi selengkapnya. Mengingat petugas Google di Indonesian terbatas, sangat disarankan untuk menuliskannya dalam bahasa Inggris. Silakan gunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menyempurnakan kata-kata bahasa Inggris untuk memudahkan petugas Google memproses masukan kamu.
