Ekonomi Tumbuh 5,2 Persen, Mengapa Masyarakat Merasa Cari Uang Makin Susah?

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Ekonomi di Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Revalina putri Pratami tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika pemerintah menyebut ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5 persen, angka tersebut tentu terdengar positif. Namun, bagi sebagian masyarakat, pertanyaan yang muncul justru sederhana: mengapa mencari uang dan memenuhi kebutuhan sehari-hari masih terasa berat?
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tetap berjalan dan berada dalam kondisi yang cukup baik. Namun, pertumbuhan ekonomi tidak selalu membuat setiap masyarakat merasakan perubahan yang sama dalam kehidupan sehari-hari.
Pertumbuhan Ekonomi Belum Tentu Terasa Sama
Pertumbuhan ekonomi merupakan gambaran perkembangan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Sementara itu, kondisi masyarakat juga dipengaruhi oleh pendapatan, harga kebutuhan, kesempatan kerja, dan biaya hidup.
BPS mencatat konsumsi rumah tangga pada triwulan II 2026 tetap tumbuh 5,06 persen. Artinya, aktivitas konsumsi masyarakat masih berjalan. Namun, hal tersebut tidak berarti seluruh kelompok masyarakat memiliki kondisi ekonomi yang sama.
Bagi masyarakat dengan pendapatan terbatas, kenaikan harga kebutuhan sehari-hari dapat terasa lebih berat. Ketika pendapatan tidak bertambah sebanding dengan pengeluaran, ruang untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lainnya menjadi semakin terbatas.
Ketika Angka Ekonomi Bertemu dengan Dompet Masyarakat
Pertumbuhan ekonomi memang penting, tetapi kualitas pertumbuhan juga perlu diperhatikan. Masyarakat tidak hanya membutuhkan angka pertumbuhan PDB, tetapi juga pekerjaan yang layak, pendapatan yang memadai, dan harga kebutuhan yang relatif terjangkau.
Data BPS menunjukkan tingkat pengangguran terbuka pada Mei 2026 sebesar 4,65 persen, sedangkan rata-rata upah buruh berada di sekitar Rp3,39 juta. Data tersebut menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap bergerak, tetapi tantangannya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan kata lain, ekonomi dapat tumbuh secara nasional, tetapi pengalaman ekonomi setiap keluarga tetap bisa berbeda.
Daya Beli Perlu Menjadi Perhatian
Menjaga daya beli masyarakat tidak cukup hanya dengan mengejar pertumbuhan ekonomi. Stabilitas harga, kesempatan kerja, dan pertumbuhan pendapatan juga menjadi bagian penting.
Ketika harga kebutuhan meningkat, masyarakat biasanya akan menyesuaikan pengeluaran. Ada yang mengurangi belanja, menunda pembelian, atau memilih barang dengan harga yang lebih terjangkau.
Karena itu, kebijakan ekonomi perlu memperhatikan bukan hanya seberapa besar ekonomi tumbuh, tetapi juga bagaimana hasil pertumbuhan tersebut dirasakan oleh masyarakat.
Pertumbuhan yang Terasa di Kehidupan Sehari-hari
Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen merupakan kabar positif. Namun, angka tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai statistik.
Pertumbuhan ekonomi yang baik adalah pertumbuhan yang mampu menciptakan lebih banyak kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan, menjaga daya beli, dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperbaiki kesejahteraan.
Pada akhirnya, pertanyaan “ekonomi tumbuh atau tidak?” memang penting. Namun, pertanyaan lain juga tidak kalah penting: apakah pertumbuhan tersebut benar-benar terasa di kehidupan masyarakat?
Sebab, ukuran keberhasilan ekonomi bukan hanya tentang seberapa tinggi angkanya, tetapi juga tentang seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Revalina Putri Pratami, Universitas Pamulang
