Konten dari Pengguna

Baru Pulang Syuting Film di Yordania, Hwang Jung Min Jalani Karantina Mandiri

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Review Drakor tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hwang Jung Min. Foto: Instagram/@semcompany
zoom-in-whitePerbesar
Hwang Jung Min. Foto: Instagram/@semcompany

Setelah sebulan lebih menjalani syuting film 'Bargaining' di Yordania, Hwang Jung Min akhirnya kembali ke Korea pada Kamis (3/8). Meski hasil tes kesehatannya negatif COVID-19, aktor berusia 50 tahun ini tetap akan menjalani karantina mandiri untuk sementara waktu.

Dibandingkan pemeran film 'Bargaining' lainnya, Hwang Jung Min pulang ke Korea lebih cepat karena harus syuting drama 'Hush'. 'Hush' merupakan serial drama pertama yang akan Hwang Jung Min bintangi, setelah tampil dalam serial TV, Korean Peninsula, delapan tahun lalu.

Hwang Jung Min. Foto: Instagram/@semcompany

Pada Juli lalu Hyun Bin dan Hwang Jung Min terbang ke Yordania untuk melakukan proses syuting film 'Bargaining'. Itu merupakan film Korea pertama yang proses syutingnya dilakukan di luar negeri sejak COVID-19 menyebar.

Sesampainya di Yordania, keduanya beserta para kru produksi yang ikut akan menjalani inspeksi sesuai dengan prosedur karantina lokal. Setelah itu mereka kemudian akan menjalani isolasi mandiri sebelum melanjutkan proses syuting film dengan aman.

Hwang Jung Min. Foto: Instagram/@semcompany

Proses syuting 'Bargaining' seharusnya dilakukan pada Maret lalu. Namun karena penyebaran COVID-19 yang tidak terduga di seluruh dunia, memaksa para pemain dan kru menghentikan rencana tersebut.

Saat dalam penundaan tersebut, tim produksi melakukan diskusi dengan pemerintah Yordania. Setelah menunggu lama, mereka akhirnya mendapat izin memasuki negara itu untuk keperluan syuting.

Jalan cerita 'Bargaining' sendiri diangkat dari kisah sandera puluhan warga di Afghanistan pada tahun 2007 silam. Berkisah mengenai penculikan yang terjadi di Timur Tengah dan upaya penyelamatan 23 korban.