Konten dari Pengguna

Menyambut 2022: Harga Bahan Pokok Naik & Bikin Menjerit

Reza Saefullah

Reza Saefullah

Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Reza Saefullah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dari Shutterstock.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dari Shutterstock.com

Berdasarkan pantauan Dinas Perdagangan di sejumlah daerah, tren kenaikan bahan pokok pangan diperkirakan berlanjut sampai tahun baru. Ada tiga bahan pokok yang mengalami kenaikan yaitu cabai, minyak goreng, dan telur ayam ras.

Cabai misalnya, harganya sudah melambung 15% dipasaran. Peneliti mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan harga melambung tinggi.

Berikut faktor yang menyebabkan harga melambung tinggi:

1. Cabai

  • Karena faktor musim, seperti memasuki musim penghujan banyak petani yang produksi cabainya menurun, gagal panen dan sebagainya yang menyebabkan kendalanya supply ke konsumen.

  • Karena banyaknya yang melakukan penimbunan yang menyebabkan terhambatnya distribusi ke masyarakat.

2. Minyak goreng

  • Faktor kenaikan harga minyak goreng dikarenakan naiknya harga minyak goreng diinternasional.

3. Telur

  • Karena faktor COVID-19. Banyak restoran yang tutup, rumah makan tidak bisa produksi, jual dan sebagainya.

Peneliti mengatakan, pemerintah harus lebih aktif dalam mengantisipasi persoalan kenaikan harga ini karena sudah sering terjadi. Tidak sekedar operasi pasar, pemerintah diharapkan menelusuri dugaan penimbunan sampai adanya kartel pangan lalu petani lokal diberi intensif agar dapat bertahan.

Cabai berulang kali mengalami kenaikan harga. Fluktuasi cabai ini tidak bisa dikendalikan oleh pemerintah selama sepuluh tahun terakhir, harga tidak akan naik sampai seperti saat ini jika fluktuasi ini berjalan secara efektif.

Masalah dari sisi produksi menyebabkan cabai rawit mengalami kenaikan hingga 80% hal ini menandakan tidak efektifnya kebijakan pemerintah saat ini, berbeda halnya dengan minyak goreng yang bermasalah pada harga CPO dunia karena di luar kendali pemerintah. Pemerintah hanya bisa mengendalikan dari sisi kuotanya saja agar harga minyak goreng tidak terganggu.