Konten dari Pengguna

Rawa Dano di Utara Banten Berpotensi Jadi Geopark Dunia

Atourin

Atourin

Layanan Informasi Wisata, Itinerary Creator, Virtual Traveling, dan Academy

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Atourin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar 1. Lokasi Rawa Dano.
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Lokasi Rawa Dano.

Sekilas memang tidak tampak sesuatu yang istimewa dengan foto udara Provinsi Banten ini (Gambar 1). Namun, apabila diperhatikan lebih cermat di sekitar 30 km sebelah Barat Kota Serang terdapat sebuah bentukan alam yang sangat menarik perhatian. Melalui foto udara, bentukan alam tersebut terlihat seperti “lubang” atau cekungan yang sangat besar yang mengelilingi daerah sekitaran Rawa Dano, Kabupaten Serang (Gambar 2).

Gambar 2. Penampakan cekungan di sekitar Rawa Dano, Kabupaten Serang.
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 2. Penampakan cekungan di sekitar Rawa Dano, Kabupaten Serang.

Dengan adanya suatu penampakan alam yang sangat mencolok tersebut, maka menimbulkan sebuah pertanyaan ,“Bagaimana “lubang” atau "Cekungan sebesar itu dapat terbentuk?” tentunya menjadi sesuatu yang menarik untuk didiskusikan.

Berdasarkan hal tersebut, pada April tahun 2018, tim peneliti dari program studi geologi Universitas Indonesia yang diketuai oleh ahli geologi, Reza Syahputra, melakukan studi mengenai karakteristik batuan di daerah Rawa Dano dengan tujuan untuk menyelidiki sejarah keterbentukan, sekaligus mencari warisan dan keragaman geologi di daerah tersebut.

Beranggotakan tujuh mahasiswa Geologi Universitas Indonesia angkatan 2015, tim peneliti UI melakukan survei lapangan berupa pemetaan Geologi di sekeliling daerah Rawa Dano, terbagi ke dalam beberapa kecamatan di bagian selatan: Padarincang, Ciomas; Barat: Cinangka; Utara: Mancak, Anyar, Cinangka; hingga Timur: Gunungsari, Cikeusal.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, daerah Rawa Dano tersusun atas batuan-batuan ciri khas hasil letusan Gunungapi seperti batuan lava andesit yang membentuk pola aliran di sungai, tufa, dan breksi vulkanik (Gambar 3). Batuan-batuan yang ada dan tersingkap saat ini merupakan fakta yang membuktikan adanya suatu aktivitas vulkanisme pada masa lalu yang terjadi di daerah Rawa Dano.

Gambar 3. Kenampakan Lava Andesit di Curug Kembar, Desa Cikolele, Serang, Banten.

Diperkirakan sekitar 2 juta tahun yang lalu di daerah Rawa Dano terdapat suatu peristiwa letusan gunung api yang sangat dahsyat. Hal ini dibuktikan dari batuan penyusun daerah tersebut yang merupakan batuan khas produk letusan gunung api. Suatu letusan gunung api sebagaimana yang kita ketahui umumnya akan menghasilkan suatu bentukan depresi setelah terjadinya erupsi atau ledakan (eksplosif) pada bagian pusat ledakannya, yang umum kita kenal sebagai kawah gunung api atau lebih khusus lagi dalam istilah Geologi disebut kaldera.

Jika kita perhatikan lagi pada foto udara di daerah Rawa Dano (Gambar 2), “lubang” atau cekungan besar tersebut kuat dugaan merupakan suatu kawah yang sangat besar (kaldera) yang terbentuk dari peristiwa letusan gunung api yang dahsyat sekitar 2 juta tahun lalu. Melalui temuan di lapangan terdapat suatu singkapan batuan yang diperkirakan merupakan bagian dari dinding kaldera pada bagian utara daerah Rawa Dano (Gambar 4).

Gambar 4. Penampakan singkapan batuan yang diperkirakan merupakan bagian dari dinding kaldera pada bagian utara daerah Rawa Dano.

Jejak letusan sekitar 2 juta tahun lalu yang terekam saat ini, dalam bentuk kaldera berukuran 3.500 hektare, merupakan hasil dari letusan suatu gunung api, maka dapat dibayangkan betapa besar gunung api yang ada pada saat itu sehingga mampu menghasilkan bentukan depresi (kaldera) yang sangat luas ketika erupsi dan seberapa besar bencana yang ditimbulkan kala itu tentunya sangatlah dahsyat.

Pada saat ini daerah depresi Rawa Dano telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk lahan pertanian, selain itu terdapat pula potensi panas bumi di bagian Selatan Rawa Dano tepatnya di sekitar Kecamatan Padarincang, Batukuwung, hal ini membuktikan masih adanya sisa-sisa aktivitas sumber panas di bawah permukaan di sekitar kaldera Rawa Dano.

Rawa Dano tentunya bukanlah daerah biasa, terdapat suatu nilai lebih yang dimiliki tempat ini. Rawa Dano merupakan warisan sejarah geologi jutaan tahun yang wujudnya masih dapat kita lihat sampai sekarang, yang apabila dikaji sangatlah menarik untuk didiskusikan sehingga dapat melahirkan pengetahuan-pengetahuan baru bagi masyarakat umum sebagai sesuatu yang mengedukasi. Apabila dikembangkan lebih lanjut Rawa Dano memiliki potensi sebagai “laboratorium alam” yang menarik dan bukan tidak mungkin menjadi salah satu geopark di Indonesia.

Oleh: Garindia Grandis dan Adam Kurniawan