Rahasia Muharram : Kenapa Tahun Baru Islam di Mulai di sini?

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Ushuludin Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ridho Ardesan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut tahun baru hijriah dengan bulan Muharram sebagai pembuka. Tapi, pernah nggak kamu bertanya, kenapa sih Muharram yang dipilih jadi awal bulan dalam kalender Islam? Bukan Ramadhan, bukan juga bulan haji. Ternyata, jawabannya dalam banget dan penuh makna. mari kita membahas lebih dalam.
Bulan Penuh Jejak Sejarah dan Momen Kebangkitan
Muharram itu bukan bulan biasa. Dalam sejarah para nabi, bulan ini jadi saksi banyak peristiwa besar yang mengubah nasib umat manusia. Menurut para ulama seperti Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Allah memilih Muharram sebagai awal tahun karena di dalamnya terkumpul momen-momen kemenangan, pertolongan, dan kebangkitan spiritual. Misalnya, di bulan ini Nabi Musa dan Bani Israil diselamatkan dari Fir’aun, Nabi Nuh dan kapalnya mendarat dengan selamat, Nabi Yunus keluar dari perut ikan, dan Nabi Adam diterima taubatnya
Semua kisah ini jadi pengingat bahwa setiap awal harus dimulai dengan harapan, perubahan, dan semangat memperbaiki diri. Muharram itu ibarat tombol reset buat hidup kita—waktunya refleksi, evaluasi, dan pasang niat baru.
Muharram, Bulan Allah yang Penuh Keutamaan
Rasulullah SAW menegaskan keistimewaan Muharram dalam hadits:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)
Bahkan, sebelum puasa Ramadhan diwajibkan, puasa Asyura di bulan Muharram adalah puasa utama yang dijalankan para sahabat. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menyebut hari Asyura sebagai “Hari-nya Allah” (يوم من أيام الله)
Mengapa Bukan Ramadhan atau Bulan Lain?
Ramadhan memang bulan penuh pahala, tapi Muharram punya makna khusus: ia adalah bulan Allah, bulan refleksi, dan momentum perubahan. Awal tahun Islam dimulai dengan bulan yang mengajak kita untuk memperbanyak amal, memperbaiki diri, dan menata ulang niat.
Syekh Abdul Qadir al-Jilani menjelaskan, pemilihan Muharram sebagai awal tahun adalah bentuk isyarat dari Allah bahwa setiap awal harus dimulai dengan spiritualitas yang kuat, bukan sekadar rutinitas.
Amalan Spesial di Muharram
Apa yang bisa kita lakukan di bulan awal ini?
- Puasa Sunnah: Terutama di hari Asyura (10 Muharram) dan Tasu’a (9 Muharram). Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim)
- Melapangkan Nafkah untuk Keluarga: Di hari Asyura, Rasulullah SAW menganjurkan memberi nafkah lebih kepada keluarga. “Barang siapa yang melapangkan nafkah atas dirinya dan keluarganya di hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.” (HR. al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
- Memperbanyak Kebaikan: Sedekah, silaturahmi, menyantuni yatim, atau sekadar berbagi kebahagiaan di rumah. Semua kebaikan di bulan ini dilipatgandakan pahalanya.
Muharram: Awal yang Penuh Harapan
Jadi, kenapa Muharram jadi awal bulan? Karena ia mengajarkan kita bahwa setiap permulaan harus diawali dengan semangat baru, refleksi, dan niat memperbaiki diri. Muharram adalah pengingat bahwa hidup selalu punya kesempatan kedua, dan Allah selalu membuka pintu perubahan untuk hamba-Nya.
Awali tahun ini dengan harapan, amalan baik, dan semangat baru. Semoga Muharram jadi momentum perubahan dan keberkahan untuk kita semua!
