Perjalanan Timnas Brasil di Babak Penyisihan Grup G Piala Dunia Qatar 2022

Communication Students at Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta
Tulisan dari Ahmad Ridho tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Piala Dunia adalah kompetisi sepak bola terbesar di dunia. Tidak dapat dipungkiri jika Piala Dunia telah melahirkan demam kegilaan atas sepak bola di kasta tertinggi (Junaedi, 2014:87). Sebanyak dua puluh kejuaraan Piala Dunia telah diselenggarakan dan dimenangkan oleh delapan negara yang berbeda. Brasil menjadi negara dengan torehan Piala Dunia terbanyak dengan lima kali gelar juara, sekaligus menjadi negara yang tidak pernah absen dalam kompetisi akbar ini. Italia dan Jerman menyusul di posisi kedua dengan torehan empat kali gelar juara. Argentina, Uruguay dan Prancis dengan dua gelar juara, serta Inggris dan Spanyol dengan sekali gelar juara.
Brasil merupakan negara yang selalu diunggulkan dalam setiap gelaran Piala dunia tidak terkecuali di Piala Dunia Qatar 2022. Tim Samba dihuni para pemain bintang di setiap posisi mulai dari kiper hingga striker. Saking mewahnya skuad Brasil, bahkan pemain cadangan mereka merupakan pemain bintang yang berposisi sebagai pemain inti di klub masing-masing, seperti Ederson Moraes, Gabriel Martinelli, Rodrygo, Pedro, dan striker andalan Arsenal Gabriel Jesus. Meskipun diisi oleh para pemain bintang namun hal itu tidak menjamin Brasil dapat menjuarai Piala Dunia dengan mudah. Legenda Brasil, Roberto Carlos mengungkapkan bahwa salah satu faktor penghambat Brasil menjadi juara adalah peranan media yang dapat memengaruhi mentalitas pemain, “Sering kali mengenakan kaus timnas Brasil, anda merasakan beban ekspektasi. Pers sering tidak percaya pada tim,” ujarnya.
Sang Mega Bintang Neymar Cedera di Laga Perdana
Brasil menantang Serbia di laga perdana mereka pada Jumat (25/11/2022) di Lusail Iconic Stadium. Tim Samba berhasil menumbangkan Serbia dengan skor 2-0 melalui brace yang dicetak Richarlison masing-masing pada menit ke-62 dan menit ke-73. Poin penuh yang diperoleh Brasil membawa Neymar dan kawan-kawan memuncaki klasemen sementara Grup G dengan tiga poin di matchday pertama.
Kemenangan Brasil tidak diperoleh dengan mudah, Serbia memberikan perlawanan yang sengit sejak menit awal. Variasi serangan yang dilakukan Brasil dapat dihalau pemain Serbia. Marking terhadap penyerang Brasil dilakukan secara intensif sehingga Tim Samba cukup kesulitan untuk mencetak gol di babak pertama. Mulai dari Vinicius Junior hingga Neymar dijaga ketat oleh para pemain bertahan Serbia. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata.
Setelah turun minum laga kembali dilanjutkan, Brasil terus-menerus menggempur pertahanan Serbia dan menciptakan berbagai peluang. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba di menit ke-62 setelah Richarlison mendapat bola rebound hasil tepisan penjaga gawang Serbia, Vanja Milinkovic-Savic. Setelah kebobolan Serbia bermain lebih terbuka untuk mengejar ketertinggalan. Namun sial di menit ke-73 Richarlison Kembali mencetak gol keduanya melalui sebuah tendangan akrobatik yang cantik. Setelah itu tidak ada lagi gol yang tercipta dan Brasil berhasil mengamankan kemenangan di laga perdananya melawan Serbia.
Di balik kemenangan atas Serbia, terdapat kabar buruk bahwasannya sang mega bintang, Neymar mengalami masalah di pergelangan kakinya setelah berbenturan dengan bek tengah Serbia, Nikola Milenkovic. Neymar mengalami cedera ankle di pergelangan kaki kanannya. Pemain Paris Saint-Germain tersebut ditarik keluar pada menit ke-80 dan digantikan oleh Anthony. Ia kedapatan menangis di bangku cadangan setelah mengalami cedera. Dokter timnas Brasil, Rodrigo Lasmar, memberi keterangan tentang cedera yang dialami Neymar, “Pemindaian menunjukkan cedera ligamen lateral pada pergelangan kaki kanan Neymar, pemain tetap dalam perawatan." Ujar Lasmar . Neymar bisa saja absen di beberapa laga berikutnya karena memiliki riwayat cedera yang sama di kaki sebelah kanannya.
Gol Tunggal Casemiro Bawa Tim Samba Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia Qatar 2022
Brasil berhasil membekuk perlawanan Swiss dengan skor 1-0 pada Senin (28/11/2022) di Stadion 974, Doha, Qatar. Meskipun sang mega bintang, Neymar harus absen di laga ini Brasil tetap optimis untuk membawa pulang poin penuh. Pertandingan berlangsung sengit, Brasil bermain ngotot sejak peluit kick-off dibunyikan. Richarlison, Raphinha, dan Vinicius Junior menjadi ujung tombak serangan Brasil. Swiss yang ingin mencari kemenangan juga bermain agresif sepanjang laga.
Pada menit ke-64 Vinicius berhasil mencetak gol untuk Brasil, namun gol tersebut dianulir wasit karena Richarlison terjebak posisi offside. Brasil terus menggempur pertahanan Swiss. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya terjadi pada menit ke-83. Gol semata wayang tersebut dicetak oleh gelandang andalan Manchester United, Casemiro. Gol tercipta dengan sepakan voli keras yang mengarah ke pojok gawang yang dijaga oleh kiper Swiss Yann Sommer. Berkat kemenangan tersebut Brasil menjadi pemuncak klasemen Grup G dan berhak lolos ke babak 16 besar, menyusul Prancis.
Brasil Tetap Lolos Meskipun Kalah dari Kamerun
Brasil tunduk di hadapan Kamerun dengan skor 0-1 pada Sabtu (3/11/2022). Sang mega bintang, Neymar belum bisa turun dan bergabung bersama skuad Selecao. Brasil banyak menurunkan pemain pelapis keduanya pada laga ini.
Satu-satunya gol yang tercipta dicetak oleh Vincent Aboubakar pada menit ke-90+3. Seusai mencetak gol, Vincent Aboubakar merayakan gol dengan membuka jersei. Aksi yang dilakukannya diganjar kartu kartu kuning kedua dan harus keluar lapangan lebih cepat. Meski menang atas Brasil, Kamerun dipastikan tidak lolos ke babak 16 besar karena berada di posisi ke-3 klasemen Grup G di bawah Korea Selatan.
Kekalahan ini tidak mengubah posisi Brasil sebagai pemuncak klasemen Grup G dan berhak lolos ke babak 16 besar. Selanjutnya Brasil akan menantang Korea Selatan pada Selasa (6/11/2022) mendatang. Akankah Brasil dapat meredam perlawanan The Taeguk Warriors, julukan Korea Selatan atau sebaliknya Heung Ming son dan kawan-kawan yang dapat mengalahkan skuad didikan coach Tite tersebut. Menarik untuk disaksikan.
Pustaka Acuan
Yuzi, Hilman Syahrul, Subhan Afifi dan Yenni Sri Utami. (2020). Analisis Naratif Pemberitaan Prancis Sebagai Juara Piala Dunia 2018 di Harian Kompas. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(1), 85-94.
Yudha, Jason Timothy. (2022). ”Piala Dunia 2022: 2 Legenda Jelaskan Kenapa Brasil Bisa Gagal Juara”. Diakses pada 30 November 2022 dari https://bola.kompas.com/read/2022/11/17/10200048/piala-dunia-2022--2-legenda-jelaskan-kenapa-brasil-bisa-gagal-juara?page=all
Rochmad, Khasan. (2022). “PIALA DUNIA 2022 - Alami Cedera Pergelangan Kaki, Neymar Absen saat Laga Brasil Vs Swiss” https://www.bolasport.com/read/313588575/piala-dunia-2022-alami-cedera-pergelangan-kaki-neymar-absen-saat-laga-brasil-vs-swiss?page=2 , diakses pada 30 November 2022.
