Konten dari Pengguna

Perempuan dan Cinta Diri: Memilih untuk Tidak Pacaran adalah Keputusanku

Rimanf

Rimanf

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang. Fokus pada isu media digital, pemberdayaan perempuan, dan komunikasi publik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rimanf tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : foto(dibuat secara pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
sumber : foto(dibuat secara pribadi)

Di usia 20 tahun, aku belum pernah pacaran. Sebagian orang mungkin menganggap itu aneh, tapi bagiku ini adalah bentuk #SelfLove dan #PilihanHidup sebagai seorang #Perempuan. Aku sedang fokus membangun masa depan dan mencintai diriku sendiri lebih dulu, bukan karena tak ada yang datang, melainkan karena aku ingin lebih mengenal diriku terlebih dahulu.

🧠 Ekspektasi Sosial Terhadap Perempuan dan Pilihan Hidupnya

Sejak kecil, banyak perempuan diajarkan bahwa hidupnya harus sesuai pola tertentu: tumbuh, menikah, dan menjadi ibu rumah tangga. Namun kini, perempuan memiliki lebih banyak pilihan. Meski begitu, tekanan sosial terasa makin rumit. Kita dituntut untuk menjadi segalanya sekaligus: cantik, lembut, mandiri, pintar, tapi tidak terlalu ambisius. Dan ketika seorang perempuan memutuskan tidak pacaran, dia sering kali dianggap gagal atau tidak laku.

💛 Tidak Pacaran: Bentuk Self Love dan Persiapan Mental

Aku tidak menolak cinta. Aku hanya tidak sedang mengejarnya. Saat ini, aku ingin mencintai diriku sendiri lebih dulu, membangun rasa aman dalam diriku, mengejar mimpi-mimpi yang kutunda, dan mempersiapkan mental sebelum berbagi hidup dengan orang lain.

#SelfLove adalah bentuk cinta terdalam. Ia tidak terlihat, tapi terasa. Ia tidak datang dari validasi orang lain, tapi dari penerimaan diri.

🌱 Perempuan Berhak Menentukan Jalannya Sendiri

Aku tahu banyak perempuan di luar sana yang juga belum pacaran, bukan karena tidak mampu, tapi karena sedang memprioritaskan hal lain. Ada yang sedang skripsi, ada yang sedang bekerja keras menabung, ada juga yang masih belajar mengenali dirinya.

#Perempuan berhak menentukan sendiri jalan hidupnya—baik cepat atau lambat, sendiri atau berdua. Tidak ada waktu yang benar atau salah, yang ada hanyalah waktu yang tepat untuk diri kita masing-masing.

🌟 Penutup: Tidak Harus Sempurna untuk Jadi Hebat

Kepada siapa pun yang sedang merasa kurang karena belum pacaran atau belum memenuhi ekspektasi sosial, ingat: kamu tidak kurang apa pun. Kamu cukup, kamu kuat, dan kamu boleh berjalan di jalan yang kamu pilih.

Menjadi perempuan tidak berarti harus sempurna. Menjadi perempuan berarti cukup berani untuk tetap menjadi diri sendiri.