Skor TOEFL ITP Stuck di Bawah 500?

Dosen Universitas Padjadjaran
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Linda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat ini, keterampilan berbicara dalam Bahasa Inggris bukan lagi menjadi nilai tambah tetapi menjadi keterampilan umum yang wajib dimiliki untuk para pelajar, mahasiswa, dan juga lulusan perguruan tinggi. Lulusan perguruan tinggi pun diwajibkan untuk melampirkan sertifikat keterampilan berbahasa inggris yang dikeluarkan oleh lembaga internasional seperti Educational Testing Service (ETS).
Lembaga ETS pun menawarkan beberapa bentuk tes kemampuan berbahasa inggris antara lain: TOEFL ITP, TOEFL iBT, dan TOEIC. Selain itu, ada lembaga British Council, IDP, dan juga Cambridge Assessment English yang bekerja sama dalam mengelola tes IELTS. Skor ujian dari masing-masing tipe tes pun berbeda, namun secara umum membagi kemampuan kita ke dalam beberapa level seperti Beginner (pemula), Intermediate (menengah), dan Advanced (mahir/lanjutan).
Akan tetapi, bagaimana kalau kita bukan berasal dari lingkungan atau jenjang pendidikan yang belum mengutamakan penggunaan Bahasa Inggris?
Apabila kita tidak terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbicara, membaca, dan mendengar, tentunya kita akan kesulitan untuk menghadapi ujian kemampuan berbahasa inggris. Ujian keterampilan berbahasa inggris menjadi momok besar bagi kita.
Tidak sedikit mahasiswa yang mencoba tes TOEFL ITP atau Duolingo berulang kali hanya untuk mencapai target skor di atas 500. Hal tersebut dikarenakan tuntutan untuk kelulusan dari studi perguruan tinggi ataupun persyaratan daftar studi lanjut atau rekrutmen kerja di perusahaan multinasional.
Berikut ini adalah kiat sukses yang bisa kita terapkan ketika kita ingin mengikuti tes kemampuan Bahasa Inggris supaya tidak mengulang tes berulang kali.
1. Pelajari jenis tes Bahasa Inggris yang tersedia dan sesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan kita
Tes kemampuan berbahasa inggris memiliki karakteristik atau profil negara yang menerima skor/sertifikat yang diterbitkan, profil test taker, dan juga kebutuhan kompetensi. Contohnya, TOEFL ITP diterima di beberapa negara yang memiliki bahasa nasional selain Bahasa Inggris, seperti Jepang, Taiwan, Malaysia, dan Thailand. IELTS diterima di hampir seluruh negara termasuk di Benua Eropa, Amerika, dan Australia. TOEFL iBT juga bisa diterima di hampir seluruh negara dan lebih dominan diminta untuk Benua Amerika.
Masing-masing tes memiliki section test tersendiri, seperti IELTS & TOEFL iBT terbagi menjadi Listening, Reading, Writing, dan Speaking. TOEIC terbagi menjadi 3 program, yaitu TOEIC Listening & Reading Test, TOEIC Speaking & Writing Test, dan TOEIC Bridge.
Sementara TOEFL ITP terdiri dari Listening Comprehension 50 soal, Structure and Written Expression 40 soal, dan Reading Comprehension 50 soal. Kalau kita ingin mendapat skor TOEFL ITP sesuai target, kita perlu memaksimalkan kemampuan kita untuk masing-masing section.
2. Lakukan mock-up test terlebih dahulu
Di internet, banyak lembaga swasta yang menyediakan mock-up test untuk masing-masing jenis tes yang telah dijelaskan di atas baik secara gratis maupun berbayar. Untuk mengetahui kemampuan asli, baiknya kita menguji terlebih dahulu untuk masing-masing section test supaya kita tahu kelemahan dan kekuatan kemampuan berbahasa inggris kita. Setelah hasil mock-up test keluar, kita dapat mengukur kemampuan kita saat ini apabila dibandingkan dengan target skor yang ingin kita capai.
Contohnya, apabila saat mock-up test TOEFL ITP kita mendapat skor 470, sementara target kita adalah 530, maka kita perlu mengetahui keterampilan di section manakah yang perlu perhatian khusus. Nah selanjutnya, section tersebut lah yang perlu kita fokuskan untuk memperbanyak latihan soal.
3. Tentukan target pencapaian dan strategi penyelesaian soal untuk masing-masing section test
TOEFL ITP menyediakan panduan untuk skor tes yang dapat diakses oleh semua test-taker. https://www.ets.org/pdfs/toefl/toefl-itp-level-1-score-descriptors.pdf. Jenis soal pada TOEFL ITP antara lain:
Listening Comprehension 50 soal (Section 1)
Structure and Written Expression 40 soal (Section 2)
Reading Comprehension 50 soal (Section 3)
Misal pada saat mock-up test kita mendapat total skor 433 dengan rincian skor listening 46, structure & written expression 43, dan reading comprehension 41. Untuk membuat target, kita perlu menentukan berapa skor yang kita inginkan, lalu berapa soal yang harus kita jawab dengan benar.
4. Perbanyak latihan soal hingga mencapai target skor per section
Selanjutnya, perbanyak latihan soal terkini yang dapat diakses pada Telegram, Buku, Ebook, Blog, maupun Youtube. Untuk soal listening, kita perlu memperbanyak mendengarkan podcasts, english radio, serta film berbahasa inggris.
Untuk structure atau grammar, kita harus memperbanyak menulis essay dalam Bahasa Inggris untuk mengasah kemampuan kita menilai tata tulis. Untuk reading, lebih baik kita berlatih membaca koran berbahasa inggris atau artikel jurnal penelitian. Lebih baik kita fokus dalam satu hari mempelajari satu bagian tes, dan lakukan mock-up hingga melampaui target skor.
5. Istirahat yang cukup satu hari sebelum pelaksanaan tes
Berikutnya, tips yang tidak kalah penting adalah kita harus melatih fokus otak kita dan mempersiapkan badan kita sehari sebelum dilaksanakan tes. Istirahat yang cukup dan hindari kelelahan mata dan otak akibat terlalu banyak melihat smartphone atau tablet.
Hal tersebut karena nanti saat pelaksanaan tes, mata dan otak kita akan membutuhkan waktu lebih dari 3 jam untuk melihat screen komputer. Semoga berhasil mempraktikkan tips ini.
