Intip Tiga Tradisi Unik di Yogyakarta! Belajar Budaya lebih Seru sambil Wisata

Fresh graduated S1 Universitas Mercu Buana Yogyakarta jurusan ilmu komunikasi, fokus bidang public relation.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Rindiyani Irfani Safitri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa bilang belajar budaya membosankan? kamu bisa menikmati langsung keseruannya melalui beberapa tradisi yang sayang jika dilewatkan. Tradisi dan kebudayaan kerap kali dikaitkan dengan suatu hal kuno yang dilakukan hanya oleh para orang tua. Apalagi tradisi selalu dinilai membosankan. Namun jangan salah, seiring dengan perkembangan zaman, beberapa tradisi bertransformasi lebih dekat dengan generasi muda dan menjadi hal yang menarik.
Selain sebagai edukasi, belajar tradisi dan budaya setempat menjadi daya tarik tersendiri yang kini banyak digandrungi bukan saja warga lokal melainkan wisatawan. Berikut 3 tradisi unik di Yogyakarta yang menyimpan banyak makna, yang wajib kamu saksikan.
1. Tradisi wiwitan Mbulak Wilkel
Lahir dari rasa syukur masyarakat atas karunia tuhan, berupa panen padi yang melimpah. Tradisi wiwitan dilakukan oleh para petani dengan latar belakang ungkapan rasa syukur yang dilakukan dengan beberapa rangkaian kegiatan.
Bukan hanya di Yogyakarta, pada dasarnya tradisi wiwitan dilakukan diberbagai daerah. Namun sayangnya tradisi ini nyaris lenyap ditengah modernisasi. Mbulak Wilkel yang merupakan bagian dari desa Wisata Bumi Mataram Pleret, turut berkontribusi dalam mempertahankan eksistensi dari tradisi wiwitan.
Tradisi wiwitan di Mbulak Wilkel tidak hanya dilakukan oleh para petani dengan kegiatan doa bersama juga pembagian nasi wiwit kepada masyarakat setempat. Tradisi wiwitan Mbulak Wilkel turut menghadirkan beberapa budaya jawa sebagai atraksi pendukung yang dipamerkan langsung kepada pengunjung, yang menghadiri prosesi wiwitan ini.
Beberapa diantaranya yang dapat disaksikan dari perayaan tradisi wiwitan antara lain, Siteran, gejog lesung, dan juga dimeriahkan dengan penampilan tari Kolosal sebagai atraksi penyambut pengunjung.
Tradisi wiwitan ini tidak hanya menarik bagi penggemar budaya, tetapi juga penggemar agrowisata. Di daerah persawahan tempat tradisi ini berlangsung, pengunjung juga dapat menikmati keindahan pedesaan yang autentik. Sehingga, dalam prosesi wiwitan ini tidak hanya melibatkan warga setempat, namun turut mengundang wisatawan dari luar daerah bahkan wisatawan asing untuk belajar budaya hingga berwisata.
2. Grebeg maulud
Sebagai salah satu hari besar umat islam, maulud Nabi Muhammad SAW merupakan moment yang dinanti-nanti sebagai momen perayaan kebahagiaan. Maulud di Yogyakarta khususnya dikawasan keraton menjadi lebih istimewa dan meriah dengan tradisi kirab gunungan, yang berisi tumpukan hasil bumi yang dibentuk kerucut.
Bukan tanpa sebab, bentuk kerucut menjadi simbol perayaan dengan filosofi gunungan yang melambangkan rasa syukur dan kemakmuran. Perpaduan suasana sakral dan juga meriah dapat dirasakan pada moment saling berebut gunungan, yang dianggap siapapun yang mendapatkannya akan mendapatkan keberkahan.
Dibalik gunungan yang menjadi istimewa dan ikonik, terdapat prosesi sebelumya, hingga sampai pada pembagian gunungan, yang mencerminkan budaya Jawa yang kental. Antara lain, Miyos Gangsa, Numplak wajik, Kondur gangsa, Bethak, Pesowanan Garebeg, Arak-arakan Gunungan, dan pembagian Gunungan.
Grebeg maulud diyakini sebagai simbol tradisi yang kaya akan Budaya, yakni perpaduan antara warisan Budaya Islam dan juga Jawa yang. Dengan adanya tradisi ini membawa perdamaian, persatuan, dan juga kebersamaan pada masyarakat Yogkarta.
3. Sekaten
Tidak kalah menarik dari dua tradisi sebelumya, tradisi legend dengan pasar malam dan ritual sakral nya yang banyak digandrungi kaum muda, khususnya gen z. Acara ini biasanya dilakukan sepekan sebelum diadakannya grebeg maulud, di alun - alun keraton Yogyakarta.
Acara ini diawali dengan pembunyian gamelan sekaten yang dipercaya membawa keberkahan bagi siapa saja yang mendengarkannya. Daya tarik yang menambah kemeriahan terletak pada pasar malam sekaten. Bagi yang ingin liburan asik bersama keluarga dan orang tercinta, tradisi Sekaten ini bisa menjadi daftar wajib kunjung tahunan ketika berlibur ke Jogja.
Di pasar malam ini, kalian bisa menikmati dengan puas berbagai wahana, jajanan tradisional, dan juga souvenir khas Jogja dengan harga super terjangkau. Tradisi Sekaten ini mengajak untuk siapapun menikmati tradisi dengan gaya baru yaitu selain pada memperkenalkan budaya juga dengan gaya hiburan yang menyenangkan.
Gimana, manarik bukan? Itu tadi beberapa tradisi yang ada di Yogyakarta, yang dapat menjadi referensi bagi kamu yang suka belajar budaya. Kamu bisa belajar budaya dengan santai sambil menikmati atraksi penunjang lain dengan sensasi perayaan yang penuh dengan makna. Dijamin deh, pengalaman belajar budaya di Yogyakarta ini bakal jadi cerita seru buat kamu share ke teman-teman!
