Mahasiswa KKN UMBY Sosialisasikan Pembukuan UMKM di Dukuh Muntuk

Fresh graduated S1 Universitas Mercu Buana Yogyakarta jurusan ilmu komunikasi, fokus bidang public relation.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rindiyani Irfani Safitri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 30 Universitas Mercu Buana Yogyakarta melakukan sosialisasi pembukuan keuangan UMKM di Dukuh Muntuk, Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sosialisasi dilakukan langsung oleh anggota kelompok KKN dari program studi akutansi dan manajemen pada Minggu (10/08/2025). Sosialisasi melibatkan 10 UMKM yang ada di Dukuh Muntuk dari mulai produk kerajinan hingga makanan. Sosialisasi dilakukan dalam rangka optimalisasi pencatatan keuangan bagi para UMKM untuk mewujudkan UMKM yang lebih profesional. Kegiatan dilakukan dengan metode pendampingan secara personal dan bergilir satu per satu dengan mengunjungi masing-masing lokasi UMKM.
Sosialisasi dilakukan dengan mempertimbangkan potensi masyarakat padukuhan Muntuk yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM. Pembukuan keuangan menjadi media strategis yang belum banyak dilakukan karena masih kurangnya kesadaran akan pentingnya pembukuan sebagai arsip yang akan dibutuhkan saat ini maupun mendatang. Sosialisasi pembukuan meliputi pencatatan keuangan sederhana seperti pemasukan, pengeluaran, yang kemudian perhitungan hasil akhir saldo.
Kegiatan sosialisasi mencakup bimbingan pembukuan, praktik langsung, hingga sesi diskusi. Selain memaparkan terkait dengan isi pembukuan dan cara input, kegiatan sosialisasi menjadi wadah bagi para masyarakat dalam berdiskusi bersama terkait dengan kondisi dan kendala usaha yang dijalankan. Kegiatan ini menjadi wadah saling berbagi pengetahuan terkait dengan pengetahuan di bangku kuliah dari para mahasiswa KKN sekaligus belajar terkait realita bisnis di lapangan secara langsung
Kegiatan sosialisasi mendapatkan arahan langsung dari Ibu Sutrini selaku Ibu kepala dukuh dalam memberikan informasi daftar beberapa UMKM yang ada di Padukuhan Muntuk. Adapun UMKM terdiri dari usaha mebel, toko kelontong, serta usaha makanan rumahan. Kegiatan sosialisasi ini mendapatkan respon positif serta antusiasme dari masyarakat pemilik UMKM. Selain mendapatkan pendampingan pembukuan secara personal, masyarakat pemilik UMKM dapat mendiskusikan secara langsung terkait dengan kesulitan dalam pengelolaan keuangan hasil usaha.
Kegiatan sosialisasi pembukuan menjadi bentuk dukungan dalam menumbuhkan kesadaran pada masyarakat pemilik UMKM akan pentingnya pembukuan sebagai arsip sekaligus media pengelolaan keuangan agar lebih efektif. Selain itu, kegiatan pembukuan dapat membantu dalam melihat pertumbuhan untung rugi usaha yang dapat menjadi acuan dalam mengelola modal yang dimiliki. Masyarakat pemilik UMKM merasakan manfaat secara langsung dan merasa terbantu dalam meningkatkan pengelolaan keuangan untuk membawa UMKM di padukuhan Muntuk lebih maju.
