Cerita Driver Taksi Korban Begal Pamulang: Duel 30 Menit Hingga Ditusuk 10 Kali

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ahmad Andalusi, sopir taksi yang menjadi korban begal di Pamulang, Tangerang Selatan saat di temui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ahmad Andalusi, sopir taksi yang menjadi korban begal di Pamulang, Tangerang Selatan saat di temui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Ahmad Andalusi (21) pengemudi taksi online yang menjadi korban pembegalan di Pamulang, Tangerang Selatan, mengaku sempat melawan pelaku yang menyerangnya menggunakan senjata tajam. Ia ditusuk berkali-kali hingga ditendang keluar dari mobilnya.

Ahmad mendatangi Polda Metro Jaya untuk menghadiri pemeriksaan terkait kasus begal yang dialaminya. Ahmad menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/10) dini hari. Awalnya, ia menerima pesanan melalui aplikasi Grab yang dipesankan oleh seorang perempuan.

Meski sempat menolak karena pemesan tidak sesuai dengan identitas di aplikasi, Ahmad akhirnya bersedia mengantar pelaku setelah diminta berulang kali.

Ahmad Andalusi, sopir taksi yang menjadi korban begal di Pamulang, Tangerang Selatan saat di temui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

“Begitu penjemputan saya tolak, sempat saya tolak karena tidak sesuai aplikasi. Berhubung dia minta mohon-mohon, tidak dapat apa namanya, sopir online, makanya saya antar,” kata Ahmad saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (12/10). Kedatangannya ke Polda Metro yakni untuk menjalani pemeriksaan sebagai korban.

Setibanya di lokasi tujuan di kawasan Pamulang, pelaku beralasan hendak mengambil uang tunai di kontrakannya. Ahmad kemudian menunggu sekitar 15 menit hingga pelaku kembali ke mobil.

Namun, setelah masuk ke mobil, pelaku justru menyerang Ahmad.

“Saya tunggu sekitar 15 menitlah. Saya tunggu, begitu dia balik lagi ke mobil, nutup mobil, ngunci, langsung nyekik, langsung tusuk. Ini (kepala) sekitar 10 tusukan, bacokannya 3. Sebelah kiri 2, ini yang sebelah kanan 4 tusukan. Sempat ngelawan saya,” ujarnya.

Ahmad Andalusi, sopir taksi yang menjadi korban begal di Pamulang, Tangerang Selatan saat di temui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Saat ditemui di Polda, ia terlihat menggunakan perban di bagian kepala, dan tangan bagian kiri juga kanan.

Ahmad mengatakan, dirinya sempat melawan serangan pelaku selama sekitar setengah jam. Ia juga mengalami luka di bagian tangan saat berusaha menangkis serangan tersebut.

“Dia niatnya sih emang mau membunuh saya, cuma saya tangkis sana tangkis sini ngelawan, akhirnya dia apa namanya, tendang saya dua kali di mobil, baru saya jatuh,” tutur Ahmad.

Setelah terjatuh, Ahmad berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan warga. Sementara itu, pelaku membawa kabur mobil, ponsel, dan dompet miliknya.

Pelaku bahkan sempat mengejar Ahmad menggunakan mobil tersebut dan mencoba menabraknya. Ahmad mengaku berhasil menghindar hingga warga keluar untuk memberikan pertolongan.

“Untung saya buang badan,” katanya.

Ahmad Andalusi, sopir taksi yang menjadi korban begal di Pamulang, Tangerang Selatan saat di temui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

“(Usai kejadian) enggak pingsan, melarikan diri, karena dia sempat mau membunuh saya, saya lari minta pertolongan. Akhirnya kan dia ngejar pakai mobil tuh. Dompet udah diambil sama dia, mobil. Mobil, dompet, HP udah dipegang. Tapi dia masih penasaran pengen membunuh saya, akhirnya saya lari ke mungkin yang yang rame,” tambahnya.

Ahmad kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pamulang. Mobil miliknya kini telah diamankan polisi.

Dalam kasus ini, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap tersangka AA (21) di Terminal Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (8/10) pukul 15.15 WIB.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk mobil Toyota Calya hitam, ponsel, pisau, pakaian pelaku, dan rekaman CCTV.