Janji Macron ke Rakyat Prancis Usai Menang di Pemilu

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Emmanuel Macron dan istrinya (Foto: REUTERS/Philippe Wojazer)
zoom-in-whitePerbesar
Emmanuel Macron dan istrinya (Foto: REUTERS/Philippe Wojazer)

Emmanuel Macron menang dalam pemilihan presiden Prancis, mengalahkan pesaingnya dari sayap-kanan Marine Le Pen, demikian proyeksi lembaga angket yang dikeluarkan setelah pemungutan suara.

Perkiraan perusahaan penelitian Elabe untuk acara BFMTV memperlihatkan Macron menang dalam pemilihan tersebut dengan mengantungi 65,9 persen suara, sementara Le Pen memperoleh 34,1 persen. Perkiraan lain juga menunjukkan Macron mengumpulkan antara 65 dan 66,1 persen suara, sedangkan Le pen mendapat antara 33,9 persen dan 35 persen.

Hasil itu akan membuat mantan menteri ekonomi yang berusia 39 tahun tersebut menjadi presiden kedelapan Republik Kelima Prancis, dan presiden termuda yang dimiliki negeri itu.

Perayaan kemenangan Emmanuel Macron. (Foto: Reuters/Gonzalo Fuentes)
zoom-in-whitePerbesar
Perayaan kemenangan Emmanuel Macron. (Foto: Reuters/Gonzalo Fuentes)

Baca juga: Macron Segera Bahas Brexit dengan Sejumlah Petinggi Negara Eropa

Dalam pidato pertama yang disampaikannya setelah proyeksi kemenangannya, Macron, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara, Senin (8/5), menyampaikan terima kasihnya yang sangat besar kepada pendukungnya. Ia berjanji akan meredakan kekhawatiran dan akan menyatukan semua rakyat Prancis.

"Sungguh kehormatan besar dan juga tanggung-jawab besar," katanya. Ia berjanji akan melindungi orang yang paling rentan dan memerangi semua bentuk ketidaksetaraan serta diskriminasi.

"Saya akan melayani atas nama anda semua dengan kerendahan hati, dengan pengabdian, dengan tekad kuat," kata Macron.

Perayaan kemenangan Emmanuel Macron. (Foto: Reuters/Philippe Lopez)
zoom-in-whitePerbesar
Perayaan kemenangan Emmanuel Macron. (Foto: Reuters/Philippe Lopez)

Baca juga: Hollande Sebut Kemenangan Macron Tunjukkan Persatuan Prancis

Ia mengetahui adanya perpecahan di negeri itu, sehingga dia memiliki tanggung-jawab untuk mendengarkan semua aspirasi rakyat Prancis.

Mengenai Eropa, Macron mengatakan ia akan bekerja untuk membangun kembali hubungan antara Eropa dan rakyat yang membentuknya. Selain itu, Prancis adalah ujung tombak perang melawan terorisme, baik di wilayahnya maupun di tingkat internasional.

Massa pendukung Macron yang gembira saat ini telah berkumpul di luar Louvre Museum di Paris Tengah untuk melakukan serangkaian perayaan.

Perayaan kemenangan Emmanuel Macron. (Foto: Reuters/Benoit Tessier)
zoom-in-whitePerbesar
Perayaan kemenangan Emmanuel Macron. (Foto: Reuters/Benoit Tessier)

Baca juga: Usai Kalah dari Macron, Le Pen akan Ciptakan Kekuatan Politik Baru

Sementara itu Le Pen berpidato di hadapan pendukungnya tak lama setelah disiarkannya proyeksi kemenangan Macron; ia mengakui kekalahannya dalam pemilihan tersebut dan mengatakan, Prancis telah memilih kesinambungan.

Le Pen mengucapkan selamat kepada Macron karena menang dalam pemilihan presiden tersebut, dan berharap ia berhasil dalam menghadapi tantangan sangat besar yang akan datang.

Mengenai pemilihan anggota Dewan Legislatif pada Juni, Le Pen berjanji akan membentuk kekuatan politik baru dan menyeru semua patriot agar bergabung dengannya. Meskipun Le Pen kalah, hasil tersebut juga membuat rekor buat Partai Front Nasional pimpinan Le Pen, yang berhaluan kanan-jauh.

Francois Hollande, yang masa tugasnya telah berakhir, menelepon Macron dan mengucapkan selamat atas kemenangannya. Ia mengatakan itu menandai komitmen rakyat Prancis buat Uni Eropa, dan keterbukaan Prancis buat dunia.