Pemilik Toko Tewas dalam Ledakan Pasar Cimanggis, Polisi Selidiki Penyebabnya

Ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu (14/10) malam menewaskan dua orang, termasuk pemilik toko di lokasi kejadian, Achad Tri Prasetyo. Satu korban meninggal dunia lainnya bernama Riko Eka Putra.
Sementara sebanyak 11 orang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di tiga rumah sakit, yakni RSUD Tangerang Selatan, RS Sari Asih Ciputat, dan RS Fatmawati.
Korban luka yang dirawat di RS Fatmawati yakni Suryanto, Bahtiar, dan Mudyawati. Ketiganya mengalami luka berat.
Sementara itu, korban yang dirawat di RS Sari Asih Ciputat terdiri dari Anasyah, Sarmin, Wahyu Muhammadinno, dan Darham Effendi. Anasyah, Sarmin, dan Wahyu mengalami luka ringan, sedangkan Darham mengalami luka berat.
Adapun korban yang dirawat di RSUD Tangerang Selatan yakni Andre dan Andri yang mengalami luka berat, serta Maman dan Ade yang mengalami luka ringan.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Imron Ermawan menerangkan, penyidik masih meminta keterangan tambahan dari sejumlah saksi, termasuk saksi kunci, untuk mengungkap penyebab kejadian.
“Kemudian kami juga akan mendalami yang sudah disampaikan tadi, walaupun mohon maaf belum ditemukan bahan handak (peledak), kami akan memperdalam apakah ini suatu unsur yang disengaja atau tidak disengaja. Kami dalam proses saat ini, seperti itu,” terang Imron saat ditemui wartawan di lokasi, Kamis (15/10).
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan, petugas gabungan menemukan tabung gas etilen, potongan selang penyalur gas, dan sebuah dinamo. Temuan tersebut akan diperiksa lebih lanjut oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.
Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik (Kabidbalmetfor) Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Zakaria Sembiring menjelaskan, tabung gas etilen dan potongan selang yang ditemukan digunakan untuk menyalurkan gas ke ruang refining, yakni ruangan untuk mempercepat pematangan buah pisang agar matang merata.
Selain itu, petugas menemukan sebuah dinamo yang diduga berasal dari kipas atau fan yang rusak akibat ledakan.
Namun, Zakaria menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab ledakan sebelum pemeriksaan forensik selesai dilakukan.
“Kita nggak berani berhipotesa karena kalau forensik itu dia harus riil. Nanti kita akan mungkin periksa dari segi instalasi listriknya, kemudian komponen dari dinamo itu sendiri,” tuturnya.
Ia menjelaskan, kerusakan pada dinamo atau korsleting listrik berpotensi menimbulkan percikan api. Namun, kemungkinan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Biasanya kalau dinamonya itu sudah memang ada korslet atau rusak, bisa menimbulkan percikan api berarti seharusnya dia ada kerusakan, tapi kalau nanti masih bagus berarti mungkin dari faktor lain. Makanya kita harus, harus teliti lagi lebih dalamnya,” ujar Zakaria.
Petugas juga masih mencari sejumlah komponen lain di lokasi, termasuk regulator gas. Olah TKP akan terus dilanjutkan hingga komponen yang dibutuhkan untuk pemeriksaan berhasil ditemukan.
Di sisi lain, Imron mengatakan kondisi bangunan yang semakin miring membuat petugas gabungan mempercepat proses pemeriksaan. Langkah itu, kata dia, dilakukan untuk mengantisipasi risiko bangunan roboh.
“Jadi yang jelas, gedungnya sudah bertambah miring. Makanya kami, gabungan ini, mempercepat olah TKP, karena menghindari hal yang tidak diinginkan,” jelas Imron.
Insiden ledakan itu terjadi di kawasan Pasar Cimanggis pada Rabu (14/10) sekitar pukul 18.15 WIB. Pantauan kumparan di lokasi, kondisi ruko dua lantai itu sudah diberikan garis polisi dan tampak hancur hingga kerusakannya menembus sisi dalam pasar.
Area di depan ruko dipenuhi reruntuhan atap dan tembok bangunan, serta serpihan kaca. Ledakan tersebut juga merusak sebuah mobil dan sejumlah sepeda motor.
