Penyampaian Aspirasi 27 Agustus, Polisi Imbau Massa Jaga Fasilitas Umum

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengimbau masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi pada Kamis (27/8) untuk tetap menjaga ketertiban.
Ia mengatakan, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat, tetapi diminta tidak merusak fasilitas umum dan tetap memperhatikan aktivitas masyarakat lainnya.
Budi mengatakan, kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah akan memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.
“Nah, kita juga harus melihat penyampaian aspirasi boleh dalam pasal 9 Undang-Undang 9 tahun 1998, ada beberapa, ada empat cara penyampaian aspirasi untuk rasa, ada dengan cara musyawarah, termasuk dengan ada rapat umum, ada lagi kegiatan pawai, ada beberapa aktivitas kegiatan masyarakat. Nah, ini juga harus kita cerna, termasuk kami mengimbau apabila melaksanakan aksi, Kepolisian, TNI, seluruh provinsi akan memberikan ruang kepada seluruh masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi,” kata Budi kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8).
Namun, Budi mengingatkan peserta aksi agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kepentingan masyarakat lainnya, termasuk merusak fasilitas umum.
“Hanya, kami mengimbau tidak merusak fasilitas umum, memperhatikan kegiatan masyarakat lainnya. Terus berpikir lah untuk kita menjaga Indonesia ini aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
Budi mengatakan, imbauan tersebut disampaikan agar penyampaian aspirasi tetap berjalan dengan tertib. Ia menyebut kondisi Jakarta hingga saat ini masih aman dan kondusif.
“Jadi, masyarakat Jakarta pada dasarnya Jakarta itu masih aman dan kondusif sampai per hari ini. Kegiatan aktivitas masyarakat juga berjalan dengan baik,” kata Budi.
“Beberapa aktivitas masyarakat bukan hanya terkait tentang aspirasi penyampaian pendapat di muka umum, ini saya lihat catatan bahwa per hari ini kegiatan masyarakat itu ada aksi penyampaian pendapat tuh 68 aksi. Rencana kegiatan masyarakat ada 24 kegiatan. Jadi, itu setiap hari rutin,” lanjutnya.
Menjelang rencana aksi pada Kamis (27/8), Budi mengatakan Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya, Pemprov DKI Jakarta, serta Pamdal di sejumlah titik juga telah menyiapkan pengamanan. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian di antaranya kawasan DPR dan jalur dari Bundaran HI menuju Istana Merdeka.
“Pasti kami akan menyampaikan di kanal-kanal official yang ada di Polda Metro Jaya.
Terkait tentang kesiapan, jadi kami kembali lagi ke kesiapan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Pemprov DKI, termasuk Pamdal yang ada di beberapa titik di DPR, termasuk sekitar Bundaran HI menuju istana. Beberapa titik ini kan juga kita lakukan kesiapan dalam pengamanan aspirasi penyampaian pendapat,” kata Budi.
Budi menjelaskan, jumlah personel yang disiapkan tidak semata-mata untuk mengamankan massa aksi. Personel juga dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan.
“Begitu juga, jadi ini harus kami luruskan dan jelaskan. Misalnya tergelar beberapa ribu personel, misalnya massa aksi 500. Bukan hanya untuk 500, tetapi untuk pengaturan lalu lintas, kelancaran masyarakat lainnya, kegiatan-kegiatan aktivitas masyarakat. Jadi yang kami sampaikan nanti terkait tentang jumlah personel, itu terkait tentang seluruh kegiatan, bukan hanya satu titik aksi penyampaian pendapat, penyampaian aspirasi,” ujarnya.
Ia mengatakan pengamanan juga perlu memperhatikan kelancaran berbagai moda transportasi publik yang beroperasi di sekitar lokasi aksi. Di antaranya MRT, LRT, Transjakarta, hingga layanan transportasi daring.
“Nah, kami juga harus mengatur arus lalu lintas, karena di sana banyak moda transportasi umum publik, ada MRT, ada LRT, ada Transjakarta, termasuk teman-teman yang menggunakan ojek online ataupun daring,” ujarnya.
Selain transportasi, Budi mengatakan polisi turut mempertimbangkan aktivitas sekolah dan kegiatan ekonomi yang berlangsung di Jakarta.
“Termasuk aktivitas sekolah juga banyak sudah menanyakan, aktivitas kegiatan PHRI, mal, dan lain-lain. Ini juga kita harus memberikan rasa aman. Kita melihat sampai saat ini kegiatan aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasanya. Sekolah masih berjalan, sampai bahkan ada sekolah yang besok masih tetap membuka tatap muka kan? Termasuk kegiatan-kegiatan perekonomian lainnya,” kata Budi.
Budi juga membenarkan terdapat sejumlah elemen masyarakat lain yang berpotensi terlibat dalam aksi. Ketika ditanya mengenai kemungkinan lokasi konsentrasi massa, ia menyebut kawasan DPR menjadi titik utama.
Ia mengatakan, pihaknya masih memantau perkembangan pemberitahuan aksi yang masuk hingga hari ini.
Selain mengimbau peserta aksi menjaga ketertiban, Budi meminta masyarakat bijak menggunakan media sosial. Ia menyoroti banyaknya informasi yang dinilai dapat menyesatkan masyarakat menjelang aksi.
“Nah, kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak bermain media sosial, karena semakin hari ini kita lihat makin banyak disinformasi, fitnah, provokasi, isu-isu yang menyesatkan. Nah, kami berharap masyarakat juga bijak memfilter informasi-informasi tersebut,” kata Budi.
