Polda Metro: Foto Wajah Terduga Pelaku Ricuh 27 Agustus Terindikasi Buatan AI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa menggelar aksi di depan kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Massa menggelar aksi di depan kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Polda Metro Jaya mengungkap sejumlah foto yang beredar di media sosial dan menyebut wajah seseorang sebagai terduga pelaku kericuhan usai penyampaian aspirasi pada 27 Agustus terindikasi dibuat atau dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Hal itu disampaikan Polda Metro Jaya melalui akun Instagram resminya. Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai foto yang beredar sebelum identitas maupun keasliannya dipastikan.

“Beredar di media sosial sejumlah postingan yang menampilkan beberapa foto dan menyebut wajah seseorang sebagai terduga pelaku,” tulis Polda Metro Jaya dalam unggahan Instagram pada Senin (31/8).

Berdasarkan pemeriksaan menggunakan AI Image Detector, polisi menemukan indikasi bahwa foto-foto tersebut bukan merupakan gambar asli yang menampilkan wajah pelaku, melainkan gambar yang dihasilkan atau telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI.

Massa menggelar aksi di depan kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

“Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan AI Image Detector, foto tersebut terindikasi sebagai gambar yang dihasilkan atau dimanipulasi menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI),” lanjut keterangan tersebut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto dihubungi pada hari yang sama mengatakan polisi masih melakukan penelusuran terhadap berbagai rekaman yang beredar di media sosial untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan.

“(Polisi masih) melakukan penyelidikan dan analisa video-video amatir dari medsos dan lain-lain,” kata Budi melalui pesan tertulis.

Kericuhan terjadi setelah aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8). Kericuhan kemudian meluas ke sejumlah titik di sekitar kawasan Pejompongan dan Slipi, Jakarta Barat.

instagram embed