Polda Metro Siapkan Pengamanan 73 Aksi di Jakarta

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, di Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, di Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Polda Metro Jaya menyiapkan 26.386 personel gabungan untuk mengamankan 99 kegiatan masyarakat di Jakarta hari ini, Kamis (24/9). Dari jumlah tersebut, 73 kegiatan merupakan penyampaian pendapat di muka umum.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan personel gabungan tersebut terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR-MPR RI.

"Polda Metro Jaya memberikan pelayanan dan pengamanan kegiatan masyarakat. Ada 99 kegiatan aktivitas masyarakat, terdiri dari 73 penyampaian pendapat di muka umum dan 26 kegiatan masyarakat lainnya," kata Budi dalam konferensi pers di Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta, Kamis (24/9).

Pengamanan disiapkan di sejumlah titik yang menjadi lokasi aksi, antara lain kawasan Monas dan Silang Selatan, Bundaran HI-Dukuh Atas-Thamrin, serta kompleks DPR-MPR RI, Senayan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, di Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Di kawasan Monas dan Silang Selatan, Polda Metro Jaya menyiapkan 4.020 personel. Sementara di sekitar Bundaran HI, Dukuh Atas, dan Thamrin disiapkan 4.051 personel. Adapun pengamanan di kawasan DPR-MPR RI melibatkan 3.663 personel.

Untuk aksi di depan gedung UOB, kawasan Dukuh Atas, Budi mengatakan massa buruh dipimpin Andi Gani Nena Wea. Aksi dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut Budi, pihak penyelenggara telah menyepakati pembatasan waktu penyampaian aspirasi agar aktivitas masyarakat di Jalan Sudirman-Thamrin tetap berjalan.

"Yang pertama membatasi waktu penyampaian aspirasi dengan harapan tujuan tuntutan dapat tersampaikan dengan baik. Yang kedua, menjaga, menghormati aktivitas masyarakat lainnya," ujarnya.

Budi mengatakan pihak kepolisian juga mengantisipasi adanya kelompok lain yang bergabung ke dalam aksi dengan tujuan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sementara di kawasan DPR-MPR RI, massa aksi diperkirakan berasal dari gabungan mahasiswa, buruh, dan masyarakat tani. Jumlahnya diperkirakan sekitar 600 hingga 750 orang.

Sedangkan aksi di sekitar Silang Selatan Monas di antaranya diikuti massa Aksi Kamisan yang rutin menyampaikan pendapat setiap Kamis, serta gabungan mahasiswa dan buruh.

Budi menjelaskan 73 kegiatan penyampaian pendapat tersebut tersebar di berbagai lokasi. Selain tiga titik utama, aksi juga berlangsung di sekitar Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Komnas HAM, serta sejumlah kementerian dan lembaga lainnya.

Untuk menjaga kondisi lalu lintas, personel Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) mulai diterjunkan sejak pukul 05.00 WIB dengan total 2.055 personel. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi arus kendaraan.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat menggunakan sejumlah jalur alternatif untuk menghindari kawasan yang menjadi lokasi kegiatan.

Budi mengatakan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dialog, dan persuasif. Polisi juga melakukan patroli siber untuk mengantisipasi ajakan yang berpotensi memicu gangguan keamanan.

"Dan kita berharap dan kita meyakini bahwa teman-teman, saudara-saudara kita yang akan menyampaikan aspirasi pada hari ini ingin aspirasinya, tuntutannya didengar dan ditindaklanjuti. Sama-sama kita kawal," kata Budi.

Polisi mengimbau koordinator dan peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai, menghormati hak masyarakat lain, menaati ketentuan yang berlaku, serta menjaga fasilitas umum.

"Dan kami juga melakukan imbauan kepada kelompok-kelompok yang ingin mengganggu penyampaian aspirasi ini, kepolisian, petugas pengamanan, dan pelayanan tidak akan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas, tepat, dan terukur," kata dia.