Pramono Targetkan Normalisasi Sungai Ciliwung Selesai saat HUT 5 Abad Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau progres pembebasan lahan dalam rangka normalisasi Sungai Ciliwung, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau progres pembebasan lahan dalam rangka normalisasi Sungai Ciliwung, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan normalisasi salah satu sumbu utama Sungai Ciliwung di kawasan Cawang, Jakarta Timur dapat terwujud saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 atau 5 Abad Kota Jakarta di 2027 mendatang.

“Program ini akan terus dilanjutkan dengan dukungan anggaran pada 2027 guna mempercepat pengendalian banjir di Jakarta,” kata Pramono dalam keterangannya yang diterima kumparan, Jumat (10/7).

“Apabila target tersebut tercapai, maka pada tahun 2027, bertepatan dengan HUT ke-500 Kota Jakarta, normalisasi salah satu sumbu utama Sungai Ciliwung di kawasan Cawang dapat terwujud,” sambungnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau progres pembebasan lahan dalam rangka normalisasi Sungai Ciliwung, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Pramono menjelaskan, percepatan pembebasan lahan di Kelurahan Cawang merupakan langkah strategis untuk melanjutkan pembangunan tanggul sekaligus memperkuat pengendalian banjir di Jakarta.

Saat ini, dari total rencana pembangunan tanggul sepanjang 33,69 kilometer, masih terdapat 16,55 kilometer lahan yang harus dibebaskan.

Pramono mengungkapkan, di RW 03 Kelurahan Cawang, proses pembebasan lahan telah menunjukkan perkembangan. Dari target 170 bidang tanah, sebanyak 62 bidang telah berhasil dibebaskan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau progres pembebasan lahan dalam rangka normalisasi Sungai Ciliwung, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta

“Alhamdulillah, di RW 03 Kelurahan Cawang ini dari target 170 bidang, telah selesai 62 bidang. Namun, hingga akhir tahun ini kami menargetkan seluruh proses pembebasan dapat diselesaikan,” ujar Pramono.

Menurutnya, percepatan pembebasan lahan diharapkan dapat mengoptimalkan upaya pengendalian banjir oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta yang selama ini sempat terkendala.

“Program ini merupakan kelanjutan dari normalisasi yang sempat terhenti cukup lama. Mudah-mudahan upaya ini dapat memperbesar kapasitas aliran sungai sehingga ketika terjadi banjir, dampaknya tidak lagi seperti sebelumnya,” pungkasnya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 miliar pada 2026. Anggaran itu akan digunakan untuk pembebasan lahan dan penanganan Kali Ciliwung, Kali Krukut, serta Kali Cakung Lama.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau progres pembebasan lahan dalam rangka normalisasi Sungai Ciliwung, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Selain Sungai Ciliwung, program serupa juga akan dilakukan di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama, dengan target manfaatnya dapat dirasakan masyarakat pada 2029.

Sepanjang 2026 sendiri, Pemprov DKI, kata Pram, telah melakukan pembebasan lahan sepanjang dua kilometer di Kelurahan Cawang, Rawajati, dan Pengadegan. Pembebasan lahan di Cawang juga dijadikan percontohan untuk pelaksanaan di 14 kelurahan.

Empat kelurahan yang telah ditetapkan sebagai lokasi pengadaan tanah yakni Cawang, Rawajati, Pengadegan, dan Cililitan. Sementara itu, 10 kelurahan lainnya masih dalam tahap penyusunan dokumen pengadaan tanah sebelum penetapan lokasi.