Tetangga Ungkap Suasana ‘Berisik’ Saat Perampokan Rumah di Menteng

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah di Menteng yang menjadi sasaran perampokan bersenjata, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rumah di Menteng yang menjadi sasaran perampokan bersenjata, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Rumah di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi perampokan bersenjata pada Selasa (16/6), hingga Jumat (19/6) masih dipasangi garis polisi.

Pantauan kumparan di lokasi, rumah di Jalan Pati tersebut tampak sepi. Terlihat sebuah motor Kawasaki 175 dan sepeda berwarna putih masih terparkir di area rumah.

Perampok di rumah itu disebut menggasak sekitar 500 gram emas. Sejumlah tetangga mengaku sempat mendengar keributan saat kejadian, namun tak menaruh curiga lantaran mengira suara tersebut berasal dari aktivitas biasa di lingkungan sekitar.

Salah satu tetangga, Roni, mengatakan situasi di sekitar rumah korban memang sempat terdengar ramai saat kejadian berlangsung. Namun, warga tak langsung menyadari ada aksi perampokan.

“Iya, cuma kan nggak ngeh gitu lho. Kan kita nggak tahu kalau apa keluarga atau apa, nggak taunya mah ada kejadian itu,” kata Roni kepada kumparan, Jumat (19/6).

Rumah di Menteng yang menjadi sasaran perampokan bersenjata, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Roni menyebut, berdasarkan informasi dari warga lain yang melihat rekaman CCTV, perampokan diduga terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Ia menduga pelaku masuk melalui bagian atas rumah.

“Katanya sih informasinya lewat atas ada yang dipecahin, tahu bener atau nggak. Masuknya lewat atas itu. Keluar masuk lewat atas. Ada dua, cuma feeling aku mah yang satu di sini, yang satu jaga kayaknya,” ujarnya.

Menurut Roni, pelaku diduga sudah mengamati situasi lingkungan sekitar. Ia menilai waktu eksekusi dipilih saat kawasan sedang sepi karena hari libur.

“Dia pinter ngambilnya hari libur sepi dia,” ucapnya.

Meski sempat mendengar suara berisik, Roni mengaku tak curiga karena suara gaduh di sekitar rumah tersebut bukan hal yang asing.

“Anjing biasanya berisik di situ tuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, tetangga lain juga mengaku mendengar suasana ramai saat kejadian berlangsung.

“Rame,” tutup Roni.

Rumah di Menteng yang menjadi sasaran perampokan bersenjata, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Roni juga menjelaskan para korban yang disekap baru keluar dari rumah tersebut sekitar pukul 15.00 WIB

“Dari jam 11, nah si korbannya keluarnya itu baru jam setengah 3-an apa setengah 4 ya baru keluar. Berarti kan berapa jam disekap itu,” ujarnya

Sebelumnya, aksi perampokan terjadi di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (16/6) siang. Akibat kejadian itu, seorang pria berinisial M mengalami luka tusuk.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, korban mengalami luka tusuk di sejumlah bagian tubuh, terutama di area leher hingga punggung.

“Di leher, punggung,” kata Roby saat dikonfirmasi, Jumat (19/6).

Roby menyebut terdapat tujuh luka pada tubuh korban, terdiri dari luka tusuk dan luka akibat pukulan.

“Tujuh luka. Luka tusukan sama luka pukulan,” ujar dia

Sementara barang yang dilaporkan hilang berupa emas milik saksi berinisial U, bukan milik korban M.

“Informasinya barang saksi, bukan barang korban, yang hilang ada emas beberapa,” tutur Roby.