TNI: Rumah Dinas Disewakan ke Warga Sipil, Lalu Disalahgunakan Jadi Markas Judol

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapendam Jaya Letkol Arh Noor Iskak soal turunkan batalyon tempur untuk backup personil patroli dalam jumpa pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapendam Jaya Letkol Arh Noor Iskak soal turunkan batalyon tempur untuk backup personil patroli dalam jumpa pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Rumah dinas yang ditempati Letkol Inf Arman di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, disebut disewakan kepada masyarakat sipil.

Kapendam Jaya Letkol Arh Noor Iskak mengatakan rumah tersebut diduga disalahgunakan sebagai markas judi online (judol).

“Info sementara rumah disewakan ke masyarakat sipil dan disalahgunakan oleh penyewa rumah,” kata Noor saat dikonfirmasi kumparan, Jumat (9/10).

Sebelumnya, Kapuspen Mabes TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan Letkol Inf Arman telah menjalani pemeriksaan di Pomdam Jaya terkait kasus tersebut.

Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas di Monas, Jakarta, Minggu (20/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

“Sudah menjalani pemeriksaan di Pomdam Jaya,” kata Muhammad Nas, Jumat (9/10).

Kasus ini bermula dari penggerebekan sebuah rumah di KPAD Cijantung pada Minggu (4/10). Dalam operasi itu, aparat mengamankan 11 orang yang diduga menjadi operator judi online, terdiri dari enam laki-laki dan lima perempuan.

Petugas juga menyita 32 unit komputer, 14 telepon seluler pribadi, dan sembilan KTP. Aparat turut memasang garis polisi dan memutus aliran listrik di lokasi.

instagram embed

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono sebelumnya menyatakan pemeriksaan terhadap para terduga operator dan barang bukti masih berlangsung.

“Saat ini proses pemeriksaan dan pendalaman terhadap para terduga operator serta barang bukti masih berlangsung,” kata Donny, Kamis (8/10).

Sementara itu, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan akan menindak tegas prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat,” kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10).

Video penggerebekan markas judol itu viral di media sosial. Tampak seseorang berkata,"Wah ini ada yang nggak beres nih. Pantesan pagarnya tinggi."