Viral Pelat Baja Lantai Tangga JPO Kiai Maja Jaksel Hilang, Segera Diperbaiki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kiai Maja di Jalan Kiai Maja, Jakarta Selatan, ditutup sementara setelah ditemukan 20 titik pelat baja lantai tangga yang hilang. Dinas Bina Marga DKI Jakarta menduga kerusakan tersebut akibat aksi vandalisme.

JPO yang berada di samping Kantor Kejaksaan Agung itu dinonaktifkan sementara untuk memastikan keselamatan masyarakat selama proses perbaikan berlangsung.

Dinas Bina Marga melalui Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan telah melakukan pengecekan dan inventarisasi kerusakan pada Selasa (22/9). Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan 20 titik pelat baja pada lantai tangga yang hilang.

Berdasarkan kondisi di lokasi, Dinas Bina Marga menduga aksi tersebut terjadi pada malam hari menjelang subuh.

"Kerusakan tersebut diduga akibat aksi vandalisme yang menyebabkan hilangnya pelat baja lantai tangga JPO," tulis Dinas Bina Marga DKI Jakarta dalam keterangannya, Selasa (22/9).

Perbaikan pelat baja dijadwalkan sudah mulai dilakukan pada Selasa malam (22/9) dan ditargetkan rampung pada hari ini, Rabu (23/9). Selama perbaikan, JPO Kiai Maja tidak dapat digunakan oleh masyarakat.

"JPO akan kembali dibuka setelah seluruh pekerjaan selesai dan kondisi fasilitas dinyatakan aman untuk digunakan," jelasnya.

Dinas Bina Marga menyebut JPO Kiai Maja sebelumnya berada dalam kondisi baik. JPO tersebut juga telah menjalani pemeliharaan besar pada akhir 2024, yang mencakup penggantian seluruh lantai JPO, penggantian atap, hingga pengecatan ulang.

Dinas Bina Marga menyayangkan kerusakan fasilitas publik akibat aksi vandalisme. Masyarakat juga diminta ikut menjaga fasilitas penyeberangan agar tetap aman dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

"Dinas Bina Marga menyayangkan aksi vandalisme terhadap fasilitas publik karena dapat mengganggu pelayanan dan merugikan masyarakat. Fasilitas penyeberangan dibangun dan dipelihara untuk mendukung keselamatan serta kenyamanan mobilitas warga," tulisnya.