Konten dari Pengguna

One Day Trip ke Bandung Waktu SD: Nostalgia Field Trip Seharian Penuh Kenangan

Risa Alpionita

Risa Alpionita

Mahasiswa Ilmu Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Risa Alpionita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto saat jalan-jalan bareng teman-teman SD (Dokumen pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Foto saat jalan-jalan bareng teman-teman SD (Dokumen pribadi)

Waktu SD kelas 5, aku dan teman-teman seangkatan pernah field trip ke Bandung. Walau cuma sehari, perjalanan ini penuh keseruan dari museum, masjid, sampai duduk santai di alun-alun bareng bola-bola batu yang ikonik!

Kalau ditanya field trip paling berkesan waktu sekolah dasar, aku langsung keinget perjalanan ke Bandung saat kelas 5 SD. Kita satu angkatan jalan-jalan bareng, naik bus dari pagi buta sampai pulang malam banget. Rasanya capek, tapi senengnya tuh masih keinget sampai sekarang.

Berangkat Jam 2 Pagi: Semangat Padahal Ngantuk

Jam dua pagi, kita udah harus kumpul di sekolah. Bayangin aja, anak-anak SD yang biasanya bangun jam 6-an, harus bangun dini hari. Tapi anehnya, semua malah semangat! Bawa bekal, bawa camilan, dan yang pasti: bawa semangat jalan-jalan!

Bus berangkat dengan lagu-lagu anak-anak zaman itu yang diputar keras-keras. Ada yang tidur, ada yang malah nyanyi sepanjang jalan.

Museum Geologi Bandung: Ketemu Fosil Raksasa

Tujuan pertama kami adalah Museum Geologi. Begitu masuk, mata langsung dimanjakan dengan tulang belulang raksasa. Ada fosil dinosaurus, batuan-batuan keren, dan penjelasan ilmiah yang bikin kita mangap-mangap sambil bilang, “Wah!”

Meski waktu itu banyak istilah yang belum kita ngerti, tapi lihat benda-bendanya langsung tuh pengalaman yang gak tergantikan.

Museum Asia Afrika: Merasa Jadi Bagian Sejarah

Selanjutnya kita ke Museum Konferensi Asia Afrika. Di sini suasananya beda, lebih tenang dan megah. Kita bisa lihat meja konferensi, bendera negara-negara peserta, dan rekaman sejarah yang dipajang rapi.

Waktu itu guru kita cerita tentang sejarah konferensinya, dan meski sebagian dari kita masih mikir itu “pelajaran”, tapi suasana museumnya bikin kita merasa kayak lagi jadi bagian dari masa lalu yang penting.

Museum Pos Indonesia: Surat-Surat dan Kotak Pos Tempo Dulu

Nah, yang paling bikin aku excited waktu itu adalah Museum Pos Indonesia. Isinya lucu-lucu: dari perangko jadul, seragam tukang pos, sampai kotak pos warna merah tua yang klasik banget.

Beberapa dari kita malah iseng pura-pura ngirim surat atau berdiri di depan motor pos buat foto bareng. Rasanya kayak main peran jadi petugas pos beneran.

Bonus: Masjid Raya & Menara yang Bikin Deg-degan

Gak lengkap ke Bandung kalau gak mampir ke Masjid Raya Bandung. Kita gak cuma salat dan istirahat di alun-alun rumput sintetisnya, tapi juga naik ke atas menara! Iya, menara yang tinggi itu!

Waktu naik, rasanya deg-degan campur penasaran. Tapi begitu sampai atas wow! Pemandangan Bandung dari atas menara itu luar biasa. Semua lelah langsung terbayar.

Duduk-Duduk di Alun-Alun: Bola Batu & Kursi yang Ikonik

Sebelum pulang, kita juga sempat duduk-duduk di alun-alun Bandung. Ada kursi panjang dan bola-bola batu yang ikonik banget. Di sinilah kita ngaso, makan camilan bareng, dan tentu saja: foto-foto ramean.

Yang paling lucu? Kita rebutan duduk di bola batu gede itu, sambil saling ngejek, “Jangan digulingin ya!”

Pulang Jam 10 Malam, Tapi Hati Senang

Sekitar jam 10 malam, kita sampai lagi di sekolah. Capek? Banget. Tapi penuh cerita. Rasanya kayak petualangan singkat yang gak akan pernah kita ulang dengan formasi yang sama.

Dan sampai sekarang, tiap pergi ke Bandung atau lihat foto-foto zaman itu, hati rasanya hangat. Nostalgia masa kecil yang sederhana tapi penuh makna.