Joxe Azurmendi, Salah Satu Filsuf Terbaik Basque
Tulisan dari Rizka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Filsafat merupakan ilmu yang mempelajari semua fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis yang kemudian dijabarkan dalam konsep mendasar. Disini saya akan membahas salah satu filsuf atau pemikir dari Spanyol yaitu Joxe Azurmendi.
Siapa Joxe Azurmendi?
Joxe Azurmendi Otaegi atau lebih dikenal sebagai Joxe Azurmendi merupakan seorang pemikir serta penulis esai dan puisi bebahasa Basque. Bahasa Basque sendiri merupakan Bahasa resmi di Negara Basque dan Navarra. Pemikirannya banyak berpusat tentang politik, filosofi Bahasa, dan filosofi umum.
Beliau lahir pada 19 Maret 1941 di Zegama, Basque, Spanyol. Joxe menempuh pendidikan di Universitas Negara Basque dengan mengambil jurusan Filosofi dan Teologi. Beliau merupakan direktur dari Jakin Irakurgaiak, salah satu pendiri dari Udako Euskai Unibertsitatea atau Universitas Musim Panas Basque, dan berkolaborasi dengan Klasikoak yang memproduksi terjemahan dari beberapa buku filsafat berbahasa Basque. Saat ini beliau merupakan salah satu professor pada bidang filsafat modern dan juga dosen di Universitas Negara Basque.
Karya Joxe Azurmendi
Sejak awal karir hingga saat ini, menurut Inguma, data dari komunitas ilmu pengetahuan Basque, Joxe telah mepublikasikan lebih dari 180 teks. Beberapa diantaranya merupakan karyanya yang banyak dikenal oleh masyarakat, seperti: Espainolak eta euskaldunak dan trilogi yang terdiri dari Espainiaren arimaz, Humboldt. Hizkuntza eta pentsamendua, dan Volksgeist. Herri gogoa. Esai-esai ini dipublikasikan oleh Elkar.
Selain esai beliau juga menulis puisi yang kemudian dipublikasikan di Books of 20th Century Poetry (2000, Susa). Beberapa judul puisi tersebut adalah Pagoa geldi dago, Manifestu atzeratua, dan Poema beltzaren arbola. Semua karya ini ditulis dalam bahasa Basque yang mana hal ini selaras dengan ketertarikannya terhadap sastra Basque. Pada beberapa topik yang Joxe tulis dan bahas lebih dalam untuk esainya telah muncul pada puisinya yang ditulis pada tahun 1960-an. Pada puisinya yang berjudul Manifestu atzeratua, Joxe menggambarkan tentang perjuangan melawan tradisi, kepercayaan lama, dan kepastian dogmatis atau kepastian yang mana hanya didasari ikut-ikutan saja tanpa adanya proses mencari tahu dengan detail terlebih dahulu.
Diantara pemikiran-pemikiran beliau salah satu yang penting adalah “Moralitas sebagai senjata politik” yang dikemukakannya pada essainya yang berjudul Demokratak eta biolentoak. Dalam esai tersebut, Joxe juga mengemukakan bahwa “dialog dan penalaran menjadi tidak berarti jika sebuah kata memberikan arti yang berbeda dari arti yang biasa mereka bawa tergantung pada kemauan orang yang mengatakan hal tersebut.”
Selain menulis esai-esai yang banyak berfokus pada tema diatas, Joxe Azurmendi juga memiliki andil dalam buku “Basque Literary History” yang ditulis oleh Maria Jose Olaziregi.
Pendapat Penulis
Joxe Azurmendi merupakan seseorang yang sangat menginspirasi. Beliau sangat aktif di dunia menulis baik esai maupun puisi. Selain aktif sebagai penulis dan pemikir, beliau juga aktif di Universitas Negara Basque sebagai salah satu professor dimana beliau berfokus di bidang filsafat modern
Artikel ini ditulis oleh Rizka, Mahasiswa Departmen Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Airlangga

