Konten dari Pengguna

Leuit Hills : Valuasi Potensi Wisata di Majenang

RIZKI FIRNANDA 1

RIZKI FIRNANDA 1

Mahasiswa ilmu lingkungan 2025

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari RIZKI FIRNANDA 1 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pariwisata merupakan kegiatan wisata dengan dukungan berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Salah satu wisata yang terkenal di kecamatan Majenang yaitu Leuit Hills

Sumber foto : Foto Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber foto : Foto Pribadi

Leuit Hills merupakan salah satu tempat wisata buatan yang ada di Desa Bener, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Lokasi yang berada di kaki pegunungan dengan pemandangan yang indah beserta lingkungan yang asri menjadi daya tarik bagi pengunjung sehingga cocok menjadi tempat relaksasi di tengah kesibukan-sehari-hari. Leuit Hills menawarkan wisata yang dapat dinikmati oleh para remaja maupun yang sudah berkeluarga. Alasan tersebut yang membuat Leuit Hills selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun luar kota. Untuk rata-rata pengunjung perbulan bisa mencapai 5000 orang lebih dan pada puncaknya selama libur natal 2024 dan tahun baru 2025, tercatat Leuit Hills memiliki jumlah wisatawan yang berkunjung cukup banyak yaitu mencapai 19.475 wisatawan.

Sumber Foto : Pribadi

Potensi wisata Leuit Hills sangatlah besar tidak hanya memberikan wisatawan pemandangan hutan dan sungai sebagai relaksasi akan tetapi juga menyediakan makanan dan minuman ringan yang harganya masih terjangkau. Bersantai menghirup udara sejuk sambil menikmati kopi dengan disuguhkan pemandangan sungai dan hutan serta terlihat dari jauh pemandangan kota Majenang yang terlihat indah. Leuit Hills tidak hanya menyediakan wisata alam saja akan tetapi memiliki kolam renang cukup besar dan lengkap, dengan 2 kolam renang utama yaitu khusus untuk anak-anak yang berisi taman bermain air dan khusus dewasa yang tentunya memiliki pemandangan indah dan suasananya tidak kalah ciamik seperti kolam renang di Bali. Dengan semua keunggulan dan daya tariknya. Leuit Hills tidak menerapkan harga tiket masuk per orang akan tetapi hanya biaya tiket parkir saja. Untuk bersantai di Leuit Hills hanya dengan membayar tiket parkir kendaraan saja yaitu Rp. 5000,00 untuk kendaraan bermotor dan Rp. 10.000,00 untuk kendaraan bermobil. Hal tersebut tentunya diluar dari tiket kolam renang yang memiliki harga tiket Rp. 15.000 hari biasa dan Rp.20.000 pada saat hari libur. Karena besarnya potensi wisata Leuit Hills ini, admin tertarik untuk melakukan valuasi ekonomi wisata buatan Leuit Hills.

Dari data yang di dapat pengunjung Leuit Hills didominasi oleh perempuan, alasannya banyak spot foto yang menarik di Leuit Hills menjadi daya tarik utama berswafoto dengan usia remaja sebagai pengunjung utama. Dari wawancara didapatkan informasi bahwa pengunjung Leuit Hills sebagian besar dari luar kota. Alasan orang luar kota berkunjung ke Leuit Hills karena biaya wisata yang murah dibandingkan wisata asal pengunjung. Oleh karena itu dengan metode Willingness to Pay (WTP) yaitu harga maksimum yang rela dibayar oleh seseorang untuk suatu barang atau jasa, yang juga mencerminkan seberapa besar nilai yang diberikan konsumen terhadap barang atau jasa dalam hal ini adalah tempat wisata, didapatkan kesediaan wisatawan untuk membayar tiket parkir berada pada harga Rp. 8.400,00 untuk kendaraan bemotor dan Rp. 12.000 bagi pengunjung kendaraan bermobil. Hal ini dapat disimpulkan bahwa harga tiket dalam bentuk parkir kendaraan masih sangat terjangkau dibanding dengan kesediaan membayar wisatawan menggunakan metode WTP. Oleh karena itu Leuit Hills menjadi salah satu objek wisata yang sangat terjangkau dan memberikan relaksasi untuk menghilangkan penat dalam kesibukan sehari-hari.

Daya tarik dari Leuit Hills bagi pengunjung yaitu pesona pemandangan dan sejuknya udara di kaki pegunungan. Tentunya terdapat saran dari pengunjung untuk pengelola wisata Leuit Hills. Berikut saran untuk wisata Leuit Hills adalah untuk wisatawan yang berkunjung membawa keluarga terutama anak kecil menyarankan untuk adanya taman bermain untuk anak, papan penanda wisata Leuit Hills yang masih minim dan perlu diperbanyak lagi terutama papan penanda di jalan nasional, serta ketakutan pengunjung terhadap akses jalan ketika hujan. Dari saran tersebut saya mewawancarai salah satu pegawai Leuit Hills, beliau mengatakan bahwa saran dari wisatawan sedang diusahkan oleh pengelola Leuit Hills. Oleh karena itu, diharapkan dimasa depan Leuit Hills bisa meningkatkan sarana dan prasarananya serta tetap menjaga harga wisata yang terjangkau bagi wisatawan lokal ataupun luar.

Penulis : Rizki Firnanda - Rahab

Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman