Konten dari Pengguna

Belajar dari Salmah Si Penulis 'Awan (Tak Lagi) Kelabu'

Rizki Gaga

Rizki Gaga

Wartawan Tempo 2011 - 2016, Redaktur kumparan 2016 - sekarang. Orang Bandung lulusan Jurnalistik Unpad.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizki Gaga tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Image by Alexa from Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Image by Alexa from Pixabay

Bagi Salmah Muslimah, menulis bagaikan beribadah: Dilakukan dan disempurnakan setiap hari.

Saat saya minta Salmah untuk menulis di Rubrik Opini dan Cerita di kumparan, ia langsung saja mengetik judul: "Awan (Tak Lagi) Kelabu".

Tanpa ba-bi-bu, ia langsung menyelesaikan paragraf pertama. Ditinggal sebentar, sudah jadi tiga paragraf. Lalu enam paragraf. Lalu sembilan.

Tulisan tersebut rampung cuma dalam waktu (kurang-lebih) 15 menit. Dahsyat.

Salmah jelas bukan overthinking writer karena ia bisa menulis dengan amat cepat. Apa-apa yang ada di kepalanya langsung dijadikan barisan kata-kata.

Saat mengetik, sesekali Salmah merenung. Matanya tetap ke layar laptop tapi tangannya ada di dagu. Berpikir. Lalu kembali mengetik.

Tanpa menyinggung kualitas tulisan Salmah (karena saya belum membaca tulisannya), mestinya kita (atau minimal saya) bisa mencontoh Salmah yang langsung joss menggarap sesuatu.

Entah sudah berapa ide menulis yang gugur di dalam kepala gara-gara saya-si-sok-sok-perfeksionis-ini tidak lantas mengeksekusi.

Life is too short to wait for the perfect moment. So, go ahead and do something—create it, share it!