Memahami Organisasi Kesehatan Dunia (WHO): Sejarah, Fungsi, dan Perannya

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) berperan besar dalam melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara global. WHO memimpin aksi kolaboratif antarnegara, merancang pedoman kesehatan, hingga membantu penanganan wabah dan penyusunan kebijakan. Lembaga ini juga aktif berperan di Indonesia, terutama dalam pelaksanaan program imunisasi serta penanggulangan pandemi.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Sejarah dan Latar Belakang WHO
Setelah Perang Dunia II, dunia menyadari bahwa ancaman wabah penyakit dan tantangan kesehatan tidak mengenal batas negara. WHO berdiri resmi pada 7 April 1948, menggantikan peran lembaga-lembaga kesehatan internasional sebelumnya, dengan tujuan utama mencapai tingkat kesehatan tertinggi untuk seluruh bangsa. Pada masa awal berdirinya, banyak negara tengah menghadapi epidemi besar seperti malaria, tuberkulosis, dan kolera.
Perkembangan WHO dalam Sistem Kesehatan Global
Sejak berdiri, WHO tidak hanya fokus pada penanggulangan penyakit menular, tetapi juga meningkatkan sistem kesehatan dan menciptakan standar global, seperti International Health Regulations. WHO juga terlibat dalam proses koordinasi program imunisasi polio secara global.
Struktur Organisasi WHO
WHO memiliki tiga badan utama, apa saja?
World Health Assembly (WHA), sebagai forum pembuatan keputusan dengan anggota perwakilan dari semua negara anggota.
Executive Board, bertanggung jawab untuk mengimplementasikan keputusan WHA.
Sekretariat yang dikepalai Direktur Jenderal, fokus pada koordinasi program global dan regional.
Dalam proses kebijakan, usulan dibahas di WHA, lalu diterjemahkan menjadi program konkret oleh Executive Board dan Sekretariat.
2. Fungsi dan Peran WHO dalam Kesehatan Masyarakat
WHO menjalankan peran strategis dalam hal-hal berikut ini:
Pencegahan dan pengendalian penyakit, termasuk mengoordinasikan respons terhadap pandemi dan mengembangkan program vaksinasi global. Contohnya pada masa pandemi COVID-19, WHO memberikan panduan global dan menyuplai alat kesehatan ke berbagai negara.
Promosi hidup sehat dan advokasi kebijakan, misalnya kampanye bebas rokok dan peningkatan gizi masyarakat.
Penyusunan standar, seperti patokan pengelolaan air bersih dan protokol penanganan HIV/AIDS.
Dukungan teknis dan pelatihan tenaga kesehatan, memastikan negara anggota mampu mengelola sistem kesehatan mereka sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.
Kontribusi WHO bagi Negara-Negara Anggota
Di Indonesia, kolaborasi WHO terlihat pada pelaksanaan program imunisasi nasional, pendampingan penanganan malaria di Papua, hingga penanganan COVID-19.
Misalnya, sejak 1970-an WHO mendukung Indonesia membebaskan polio melalui program imunisasi massal. Saat pandemi, WHO memberikan pelatihan tenaga kesehatan serta distribusi alat pelindung diri ke berbagai rumah sakit.
Tantangan dan Upaya WHO dalam Menangani Krisis Kesehatan
Namun, peran WHO juga dihadapkan tantangan komplex, seperti keterbatasan pendanaan, dinamika politik antarnegara, serta kemunculan penyakit baru. Untuk merespon, WHO memperkuat jejaring riset, mendorong kolaborasi data lintas negara, serta memastikan transparansi informasi kesehatan.
3. Pentingnya WHO dalam Menjamin Kesehatan Global
Menurut Anne-Emanuelle Birn dalam buku Textbook of Global Health, WHO telah membuktikan perannya sebagai pemimpin dalam penanganan krisis global, mulai dari eliminasi cacar hingga penanganan pandemi. Standar yang dirumuskan WHO kini menjadi acuan banyak negara dalam mengelola sistem kesehatan dan menangani penyakit.
