Penyebab Anak GTM dan Cara Mengatasinya

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang tua pasti pernah mengalami momen ketika anak menolak makan dengan berbagai cara. Kondisi ini sering disebut GTM atau Gerakan Tutup Mulut yang kerap membuat para mama khawatir. Memahami penyebab di balik perilaku ini sangat penting agar mama bisa memberikan penanganan yang tepat dan tidak panik berlebihan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Itu GTM pada Anak?
GTM adalah istilah populer yang menggambarkan kondisi ketika anak menolak untuk makan atau menutup mulutnya saat disuapi. Tanda-tandanya bisa berupa anak menggelengkan kepala, membuang makanan, atau bahkan menangis saat waktu makan tiba. Kondisi ini cukup umum terjadi pada anak usia balita dan bisa berlangsung dalam periode tertentu. Jika dibiarkan berkepanjangan tanpa penanganan, GTM dapat berdampak pada tumbuh kembang anak karena asupan nutrisi yang tidak optimal.
Penyebab Anak GTM yang Sering Terjadi
1. Faktor Fisik dan Kesehatan
Salah satu penyebab utama anak mengalami GTM adalah kondisi fisik yang sedang tidak prima. Masalah pencernaan seperti sembelit atau diare dapat membuat anak merasa tidak nyaman saat makan. Sariawan di mulut atau tenggorokan juga membuat proses mengunyah dan menelan terasa menyakitkan. Proses tumbuh gigi pada bayi dan balita seringkali disertai rasa tidak nyaman yang membuat mereka menolak makanan padat.
2. Faktor Psikologis dan Emosional
Menurut dr. Margareta Komalasari Sp.A dalam video YouTube Bincang Dunia Parenting TV bertajuk Penyebab Anak GTM, faktor psikologis memegang peranan penting dalam perilaku makan anak. Kebosanan terhadap menu yang itu-itu saja bisa membuat anak kehilangan selera makan.
Trauma akibat dipaksa makan di masa lalu juga dapat menciptakan penolakan terhadap waktu makan. Fase eksplorasi kemandirian pada anak usia 2-3 tahun membuat mereka ingin mengontrol apa yang masuk ke mulutnya sendiri.
3. Faktor Lingkungan dan Kebiasaan
Suasana makan yang tidak kondusif turut mempengaruhi nafsu makan anak. Terlalu banyak distraksi seperti televisi atau gadget membuat anak tidak fokus pada makanannya.
Jadwal makan yang tidak teratur juga dapat mengacaukan jam biologis anak sehingga mereka tidak merasa lapar pada waktu yang seharusnya. Tekanan atau suasana tegang saat makan dapat membuat anak mengasosiasikan waktu makan dengan pengalaman negatif.
Kapan Harus Waspada dan Konsultasi ke Dokter
Orang tua perlu lebih waspada jika GTM disertai dengan penurunan berat badan yang signifikan dalam waktu singkat. Kondisi lain yang memerlukan perhatian medis adalah ketika anak tampak lemas, dehidrasi, atau muntah setiap kali makan.
Jika GTM berlangsung lebih dari dua minggu tanpa perbaikan, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter spesialis anak. Pemeriksaan medis dapat membantu mengidentifikasi apakah ada masalah kesehatan mendasar yang perlu ditangani.
Tips Mengatasi Anak GTM di Rumah
Variasi menu dengan tampilan menarik dan warna-warni dapat meningkatkan minat anak untuk makan. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan tanpa paksaan atau ancaman agar anak tidak trauma.
Tetapkan jadwal makan yang konsisten dan batasi camilan di antara waktu makan utama. Yang terpenting, orang tua harus tetap sabar dan tidak menunjukkan emosi negatif karena fase GTM biasanya bersifat sementara dan akan berlalu seiring waktu.
