Konten dari Pengguna

Perkembangan Kesenian Gamelan Masa Majapahit

Rizky Ega Pratama

Rizky Ega Pratama

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orkes gamelan di Kraton Yogyakarta. Foto: aditya_frzhm/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Orkes gamelan di Kraton Yogyakarta. Foto: aditya_frzhm/Shutterstock

Membicarakan sejarah kebesaran Majapahit tidak akan lengkap tanpa menelisik denyut kebudayaannya. Di antara berbagai pencapaian artistik, perkembangan kesenian gamelan masa Majapahit menjadi cermin kemajuan peradaban, teknologi, dan pengaruh sosial-politik kerajaan pada masanya.

Gamelan dalam Konteks Istana dan Ritual

Pada era Majapahit, perkembangan kesenian gamelan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan istana dan praktik keagamaan. Ansambel musik ini bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen penting yang menegaskan tatanan sosial, legitimasi kekuasaan, dan spiritualitas masyarakat.

Fungsi Musik dalam Upacara Kebesaran

Bunyi-bunyian gamelan memiliki fungsi yang sangat spesifik dalam setiap perhelatan. Gamelan mengiringi prosesi penyambutan tamu negara, perayaan keagamaan, hingga upacara yang berhubungan dengan siklus hidup raja. Kehadirannya menjadi penanda sakralitas sekaligus kemegahan sebuah acara, mengukuhkan status Majapahit sebagai pusat peradaban.

Baca juga: Menelusuri Perkembangan Seni Ukir pada Masa Majapahit

Wujud Visual dan Kemajuan Teknologi Instrumen

Selain catatan naskah, bukti arkeologis turut memperkaya pemahaman kita tentang perkembangan kesenian gamelan masa Majapahit. Wujud instrumen dan konteks pertunjukannya terekam jelas pada relief candi, yang juga didukung oleh kemajuan teknologi metalurgi yang pesat pada periode tersebut.

Gambaran Gamelan pada Relief Candi

Sumber ikonografis yang paling jelas dapat kita temukan di Candi Penataran. Dalam bukunya Gamelan: Cultural Interaction and Musical Development in Central Java, Sumarsam menjelaskan bagaimana relief di candi tersebut memvisualisasikan ansambel musik yang sangat menyerupai gamelan. Relief ini menggambarkan para penabuh dengan berbagai instrumennya, memberikan kita gambaran nyata tentang bentuk dan formasi gamelan pada abad ke-14.

Puncak Teknologi Metalurgi Perunggu

Kemegahan gamelan Majapahit tidak terlepas dari kemahiran para empu dalam mengolah logam. Jaap Kunst dalam karyanya Music in Java mengaitkan perkembangan ansambel gamelan perunggu dengan kemajuan pesat teknologi metalurgi di era Hindu-Jawa, yang mencapai puncaknya pada masa Majapahit. Kemampuan ini memungkinkan pembuatan instrumen yang lebih besar, lebih kompleks, dan memiliki kualitas suara yang lebih agung.

Pengaruh Budaya Majapahit Melalui Musik

Sebagai kekuatan politik dan ekonomi, Majapahit juga menyebarkan pengaruh budayanya ke seluruh nusantara. Perkembangan kesenian gamelan masa Majapahit tidak hanya terjadi di pusat kerajaan, tetapi juga menyebar dan berakulturasi di berbagai wilayah bawahannya.

Ekspansi Majapahit turut membawa serta elemen-elemen kebudayaannya, termasuk kesenian gamelan. Ansambel gamelan perunggu dari Jawa diperkenalkan ke berbagai daerah.

Akulturasi dengan Tradisi Musik Lokal

Ketika gamelan tiba di daerah baru, ia tidak serta-merta menggantikan tradisi musik yang sudah ada. Sebaliknya, terjadi proses akulturasi yang menarik. Instrumen, tangga nada, dan gaya permainan gamelan berpadu dengan estetika musik lokal, melahirkan bentuk-bentuk kesenian baru yang unik dan memperkaya khazanah musik di Indonesia.