Konten dari Pengguna

Florentino Perez : Maestro Strategi di Balik Kebangkitan Los Blancos

Rizky Rayhan Rinanda Saputra

Rizky Rayhan Rinanda Saputra

Mahasiswa Semester 2 Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas Ekonomi Bisnis Jurusan Manajemen

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Rayhan Rinanda Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Momen Florentino Perez meletakkan trofi UCL/European Cup ke-15 milik Real Madrid ( https://www.instagram.com/share/p/_ny3z9pQw )
zoom-in-whitePerbesar
Momen Florentino Perez meletakkan trofi UCL/European Cup ke-15 milik Real Madrid ( https://www.instagram.com/share/p/_ny3z9pQw )

Florentino Perez Rodriguez bukanlah sosok sembarangan dalam dunia sepak bola. Sebagai presiden Real Madrid, pria berusia 78 tahun ini telah membuktikan dirinya sebagai salah satu presiden klub sekaligus manajer paling cerdas dan visioner dalam dunia sepak bola. Terbaru, strateginya untuk "menabung" di musim 2024/2025 menjadi bukti lain dari kecerdikannya dalam mengelola klub asal Ibu Kota Spanyol, Real Madrid.

Di era sepak bola modern yang ditandai dengan pembelanjaan besar-besaran, Perez justru memilih untuk bersabar dan merencanakan transfer yang lebih matang lagi. Musim 2024/2025 ini, Madrid relatif tenang di bursa transfer, namun di balik ketenangan tersebut, tersimpan rencana besar yang mulai terkuak.

Radar Perekrutan Real Madrid ( https://www.instagram.com/share/p/_0iSeVKtE )

Xabi Alonso, mantan gelandang Madrid yang kini menjadi pelatih sukses, dikabarkan menjadi target utama untuk menggantikan Carlo Ancelotti. Alonso telah membuktikan kemampuannya dengan membawa Bayern 04 Leverkusen meraih prestasi gemilang. Kehadirannya di Madrid akan membawa filosofi bermain yang segar sekaligus mempertahankan DNA klub yang telah tertanam dalam dirinya.

Tidak hanya Alonso, Madrid juga dikabarkan mengincar bek kanan Liverpool, Trent Alexander-Arnold. Pemain berusia 26 tahun ini akan menjadi solusi jangka panjang untuk posisi bek kanan, menggantikan Dani Carvajal yang semakin menua dan sedang mengalami cedera ACL. Kemampuan umpan silang dan visi bermain Trent Alexander-Arnold akan menjadi senjata baru bagi lini serang Madrid.

Dean Huijsen, bek muda berbakat yang saat ini berkarier di klub Liga Utama Inggris Bournemouth, juga masuk dalam radar Madrid. Dengan tinggi 195 cm dan kemampuan membangun serangan dari lini belakang, Huijsen diprediksi akan menjadi tulang punggung pertahanan Madrid di masa depan.

Yang lebih mengejutkan, rumor bergabungnya William Saliba dari Arsenal, Alvaro Fernandez Carrecas dari Benfica, Angelo Stiller dari VfB Stuttgart, Tijjani Reijnders dari AC Milan, dan Exequiel Alejandro Palacios dari Bayern 04 Leverkusen semakin memperkuat indikasi bahwa Madrid sedang mempersiapkan squad yang benar-benar tangguh untuk musim 2025/2026.

Jika semua rencana Perez berjalan lancar, Madrid akan memiliki kombinasi sempurna antara pemain berpengalaman dan bintang muda berbakat di musim 2025/2026. Ini adalah desain jangka panjang yang mencerminkan visi dan kepemimpinan Florentino Perez sebagai presiden klub El Real.

Strategi Perez ini sangat berbeda dengan pendekatan klub-klub seperti PSG atau Manchester City yang kerap melakukan pembelanjaan besar dalam satu jendela transfer. Real Madrid, di bawah kepemimpinannya, lebih mementingkan keseimbangan finansial dan perencanaan jangka panjang.

Pendekatan "menabung" ini sebenarnya bukan hal baru bagi Perez. Sebelum mendatangkan Kylian Mbappe, Madrid juga terkesan pasif di bursa transfer selama beberapa musim. Namun hasilnya, klub tersebut bisa mendapatkan pemain bintang tanpa harus membayar mahal ke klub sebelumnya.

Dalam dunia sepak bola yang sering dikendalikan oleh emosi dan keputusan spontan, Florentino Perez tetap menjadi contoh dari kekuatan perencanaan dan kesabaran. "Menabung" di musim ini mungkin akan menghasilkan "panen besar" di musim depan, dan itu adalah pelajaran berharga bagi semua klub yang ingin sukses secara berkelanjutan.