Film sebagai Media Komunikasi: Gelaran ICFF 2026 Dukung Komunikasi Publik SE2026

Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret dan Pranata Humas di Badan Pusat Statistik
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Robby Adwa Fahlepi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pentingnya Komunikasi Publik
Sensus Ekonomi merupakan salah satu dari tiga sensus besar yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam. Pada tahun 2026, BPS kembali melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Ini merupakan Sensus Ekonomi kelima di Indonesia. Kegiatan ini memiliki peran penting dalam memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi dan sosial di Indonesia.
Dalam suatu kebijakan atau program, diperlukan komunikasi publik untuk membuat masyarakat mengetahui dan mendukung secara aktif kebijakan atau program pemerintah tersebut. Komunikasi publik yang dilakukan harus baik dan terencana karena di era digital seperti sekarang, komunikasi publik yang buruk bisa memicu penyebaran disinformasi dalam opini publik.
Seiring dengan pelaksanaan SE2026, narasi besar “Mencatat Ekonomi Indonesia” dan narasi turunannya telah dirancang beserta strategi komunikasinya. Panduan desain visual dan berbagai materi sosialisasi juga telah dikembangkan sebagai acuan dalam kegiatan komunikasi publik yang dilakukan BPS. Tahapan berikutnya adalah melakukan penyebarluasan materi sosialisasi tersebut secara luas dan masif kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan komunikasi publik tentu menghadapi berbagai tantangan. Wilayah geografis Indonesia yang sangat luas serta karakteristik responden yang beragam menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan jenis media dan metode sosialisasi yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang kreatif, inovatif, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Keberhasilan pelaksanaan SE2026 salah satunya diukur melalui tingginya response rate masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan upaya peningkatan kesadaran (awareness) masyarakat mengenai pentingnya sensus ekonomi melalui berbagai media komunikasi yang efektif.
Film sebagai Media Komunikasi Publik
Humas BPS telah merancang beragam materi sosialisasi untuk mendorong partisipasi masyarakat sehingga diharapkan dapat menghasilkan data ekonomi yang berkualitas dan akurat. Humas di institusi pemerintah, yang juga dikenal sebagai Government Public Relation (GPR), memiliki peran dalam menjalankan fungsi kehumasan dan komunikasi publik. Menurut Aji (2015), Komunikasi publik merupakan salah satu bentuk keterlibatan publik dengan pemerintah, di mana informasi disampaikan dari pemerintah kepada publik.
Salah satu bentuk penyebarluasan informasi mengenai SE2026 dapat dilakukan melalui media video atau film pendek. Hal ini sejalan dengan data yang dirilis oleh We Are Social pada Oktober 2025 yang menunjukkan bahwa sekitar 80,5 persen penduduk Indonesia merupakan pengguna internet, dan sebanyak 98,3 persen di antaranya menonton video online setidaknya sekali dalam seminggu (pengguna internet berumur 16 tahun ke atas). Data tersebut menunjukkan bahwa video merupakan salah satu media komunikasi yang efektif dalam menjangkau masyarakat luas.
Di era sekarang, komunikasi publik pemerintah tidak lagi cukup mengandalkan penyampaian informasi satu arah. Masyarakat lebih mudah menerima pesan yang dikemas dalam bentuk cerita (storytelling). Oleh karena itu, film bisa menjadi salah satu media komunikasi yang mampu membangun pemahaman, emosi, dan kepercayaan publik.
Film sebagai salah satu bentuk media massa tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media penyampaian informasi dan edukasi kepada masyarakat secara menarik dan mudah dipahami. Pendekatan komunikasi melalui film atau video pendek dapat menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan penting terkait SE2026.
Mengapa film dianggap efektif dalam komunikasi publik? Ada beberapa poin yang bisa dijadikan sebagai alasan di antaranya yaitu dapat membangun keterlibatan emosional (emotional engagement) bagi para komunikan/audiens yang menonton, lalu bisa menyederhanakan isu yang kompleks menjadi mudah dipahami, mampu meningkatkan daya ingat terhadap pesan sesuai dengan narasi besar yang sudah dibuat, serta diharapkan mampu mendorong perubahan sikap dan perilaku, bukan hanya meningkatkan pengetahuan.
ICFF 2026
BPS kembali menyelenggarakan Indonesian Census Film Festival (ICFF). Ini merupakan kegiatan ketiga setelah dilaksanakan sebelumnya pada tahun 2019 (menjelang kegiatan Sensus Penduduk) dan tahun 2023 (menjelang kegiatan Sensus Pertanian). Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi kreativitas, khususnya dalam bidang videografi, untuk turut berpartisipasi dalam menyosialisasikan SE2026 melalui karya visual yang kreatif dan informatif.
Melalui ICFF 2026, tercipta berbagai karya film pendek yang dapat digunakan sebagai konten publisitas SE2026 dan disebarluaskan kepada masyarakat di seluruh Indonesia sebagai media komunikasi publik. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya data statistik bagi pembangunan nasional.
Pada Malam Anugerah ICFF 2026 yang dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur (28/7) didapatkan 15 nominasi film terbaik. Pada ajang tersebut didapatkan 18 penghargaan dalam 8 kategori yaitu aktris terbaik, aktor terbaik, sutradara terbaik, editing terbaik, skenario terbaik, sinematografi terbaik, film terbaik, dan film favorit.
“Film bukan hanya tentang gambar yang bergerak. Ia adalah kolaborasi, ketekunan, keberanian, dan keyakinan bahwa setiap urutan gambar dan kisah itu memiliki arti,” tutur Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti saat membacakan nominasi Film Terbaik ICFF 2026.
Film, cerita, sebuah Storytelling lebih efektif dibandingkan penyampaian fakta dan angka semata. Sebuah komunikasi perlu memerhatikan dari sisi audiens (audience-oriented communication). Pesan perlu disesuaikan dengan karakteristik target, baik pelaku usaha mikro kecil dan menengah, perusahaan besar, maupun masyarakat umum. Pemanfaatan media digital memungkinkan film pendek menjangkau audiens yang lebih luas.
Amalia juga mengatakan bahwa sebuah film bukan hanya memotret kegiatan Sensus Ekonomi, tetapi juga menggambarkan makna tentang manusia, kerja keras, dan harapan bagi masa depan bangsa. Sama seperti Sensus Ekonomi bahwa kegiatan ini bukanlah sekadar menghitung, ia adalah upaya untuk memahami kehidupan, mengabadikan perjuangan, menyusun jutaan cerita, menjadi gambar utuh tentang Indonesia.
Di Malam Anugerah ICFF 2026 juga dihadirkan para perwakilan satuan kerja (satker) BPS peraih nominasi film terbaik yang berasal dari 15 satker terbaik ICFF 2026, yakni sebagai berikut:
Malam Anugerah ICFF 2026 merupakan bentuk apresiasi terhadap karya-karya yang berhasil mengangkat makna sensus ekonomi dari sudut pandang masyarakat. “Malam ini kita memberikan penghormatan tertinggi kepada karya yang merangkum semua itu,” ucap Amalia. Film yang tersaji bukan hanya memotret sensus ekonomi, tetapi juga menghadirkan makna manusia yang memberikan masa depan bagi bangsa.
Film Garis Takdir dari BPS Provinsi Sumatera Selatan berhasil menjadi karya terbaik yang mendapatkan penghargaan di berbagai kategori dan menjadi Film Terbaik 1 ICFF 2026.
Sedangkan penerima penghargaan di kategori lainnya dapat dilihat pada poster berikut:
Penasaran dengan film film ICFF 2026? Jangan khawatir, 15 Film Terbaik ICFF 2026 tersebut dapat disaksikan pada YouTube Channel Badan Pusat Statistik atau tautan berikut ini http://s.bps.go.id/ICFF2026bps (Playlist ICFF 2026). Selain itu, film tersebut bisa juga disaksikan pada channel YouTube masing-masing satuan kerja BPS setempat. Sudah empat puluhan ribu lebih penonton terhipnotis dengan perjuangan pejuang data dalam kegiatan Sensus Ekonomi 2026. Apakah kamu salah satunya?
