Woman
·
20 November 2020 5:46

Kenapa harus diam ditempat, kalau Kamu bisa bergerak maju

Konten ini diproduksi oleh Robie Virlyanto
Kalau saja kamu menerima semuanya, maka banyak makna yang kamu dapati dari sana. Kedatangannya adalah ketentuanNya, dan kepergiannya juga ketentuanNya, bukankah itu adalah bukti kekuasaanNya. Lalu apa yang salah dengan keduanya jika kamu tahu bahwa semuanya adalah bersumber dariNya, kenapa kamu masih sulit menerima kedatangan dan kepergian yang pada dasarnya itu hanya bagian kecil dari kekuasaanNya. Semua yang berasal dariNya akan kembali padaNya pula. Bukan hanya soal kematian, ini juga bisa dipakai dalam pelbagai dinamika kehidupan, kehilangan contohnya.
Kenapa harus diam ditempat, kalau Kamu bisa bergerak maju (11097)
dok pribadi
Maka ketika kamu kehilangan makhluk yang kamu sayangi maka hakikatnya adalah Dia ingin kamu bersabar, juga ikhlas menerima ketentuanNya, kemudian kamu kembali mengingatNya, mengingat sumber dari sebab kehilangan itu sendiri. Dimana letak penghambaanmu kalau saja hatimu itu beku, tidak dapat merasakan kehadiranNya disela tarikan nafas dihidungmu, jantungmu yang memompa darah tanpa kamu kehendaki, di setiap sakit yang kamu dapati di hati, apa kamu sadar akan hal itu? Sedang semua yang berasal dariNya datang mengetuk pintu hati, tapi hatimu beku, mengeras seperti batu. Apa kamu puas dengan hanya mengetahuiNya pada apa yang wujud, sedang Dia tidak Nampak tidak pula dapat di bayangkan.
ADVERTISEMENT
Kamu tidak akan sampai kepadaNya kalau saja kamu hanya menganggap Dia hanya dari apa yang wujud. Bagaimana kamu bisa sampai kepadaNya sedang hatimu itu tertutup untuk mengetahui semua yang berasal dari hati Nuranimu sendiri. Kamu menutup semua ibadah yang dilakukan ke sesama, kamu membatasi siapa saja yang dapat kamu gauli, kamu memfilter juga mengurangi hubungannya. Bukankah ibadah itu ada dua? Vertical dan horizontal. Seimbangkanlah, karna ketika kamu mati, kamu tidak mungkin mengubur dirimu sendiri. Perbaikilah hubunganmu dengan sesamamu supaya kamu tetap menjadi makhluk yang menghamba kepadaNya dan tidak pula menyekutukanNya.
Maka ketika kamu terjebak dipersimpangan masa lalu, hakikatnya adalah kamu sedang membuang -waktu, tenaga, pikiran, menolak -hal baru, rasa baru, segala yang baru, dan menafikan -pertolongan, semua yang datang untuk membantu, dan bantuan itu sejatinya berasal dariNya. Dia ingin kamu beranjak, mencoba hal baru, mendapati ilmu dan pemahaman baru, tapi kehendakmu memilih untuk tetap disitu. Dia ingin kamu melupakan semua kesedihan, penderitaan, dan luka yang kamu dapat dari yang lalu. karena pada hakikatnya luka itu bukan untuk melemahkan, tetapi untuk menguatkan. Lihat dirimu kini, membeku meratapi semua yang telah terjadi, yang membuatmu sedih adalah semuanya tidak dapat terulang lagi. Dan yang membuatmu terlihat bodoh adalah kamu berusaha memutar balik waktu tapi kamu takkan mampu. Tetapi Dia terus saja memberimu pertolongan dengan segala rahmatNya kepada makhluk ciptaanNya. Maka dari itu, Jangan sekali-kali kamu menganggap semua yang datang itu tak lebih baik dari yang telah lalu, karena setiap kedatangan membawa hal baru, makna baru, pengalaman baru, dan membantu kamu untuk maju. Semua yang berasal dariNya akan kembali padaNya pula. Hanya itu yang kamu perlu tanamkan di hatimu.
Kenapa harus diam ditempat, kalau Kamu bisa bergerak maju (11098)
dok pribadi
Mari bergerak maju untuk kehidupan yang lebih baik di hari depan, jangan terlalu tertutup pada apa yang baru, kamu adalah manusia yang hidup di dunia yang fana, maka berdamai lah dengan apa yang abadi di dalamnya, yaitu perubahan. Mendekatlah pada Dzat yang menguasai semua yang kita ketahui dan tidak kita ketahui.
ADVERTISEMENT
Terima kasih.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white